Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ramah Lingkungan, Ini 6 Alternatif Pengganti Pupuk dari Limbah Dapur

Ramah Lingkungan, Ini 6 Alternatif Pengganti Pupuk dari Limbah Dapur
unsplash.com/Mauro Lima

Pupuk berguna untuk memperkaya tanah dengan nitrogen, fosfor, dan kalium yang membantu pertumbuhan tanaman. Saat ini, pupuk kimia bisa didapatkan dengan mudah. Akan tetapi, terkadang komposisi dalam pupuk kimia kurang ideal untuk tanah dan tanaman. Belum lagi risiko kontaminasi bahan kimia berbahaya dari pupuk ke dalam tanah dan tanaman.

Kalau kamu mencari alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, kamu bisa memanfaatkan bahan-bahan tak terpakai yang ada rumahmu. Selain lebih aman untuk lingkungan, menggunakan pupuk dari limbah rumah tangga tentunya membuat kamu bisa menghemat pengeluaran.

Ini dia bahan-bahan yang bisa kamu manfaatkan sebagai pupuk tanaman.

1. Tepung tulang

unsplash.com/Indivar Kaushik
unsplash.com/Indivar Kaushik

Tepung tulang dibuat dari tulang hewan yang digiling. Tepung tulang adalah sumber fosfor dan kalsium yang sangat ideal untuk menyuburkan umbi, semak, atau pohon di tanah dengan pH di bawah 7,0. Fosfor cenderung bergerak lambat di dalam tanah, sehingga tepung tulang paling baik ditaruh di dekat akar tanaman.

Untuk menyuburkan tanaman yang sudah tumbuh, taburkan tepung tulang di sekitar tanaman hingga ke dalam tanah. Idealnya, tiap satu meter persegi tanah mendapatkan sekitar 3/4 cangkir. Akan tetapi, kadang hal ini juga tergantung pada jenis tanaman dan besarnya.

2. Ampas kopi

unsplash.com/Mauro Lima
unsplash.com/Mauro Lima

Kopi merupakan bahan yang ada di hampir setiap rumah. Nah, setelah minum kopi, jangan langsung dibuang ampasnya. Tapi gunakan sebagai pupuk untuk tanaman.

Ampas kopi mengandung nitrogen dan membantu meningkatkan keasaman di dalam tanah. Ampas kopi adalah pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman mawar, hydrangea, dan magnolia. Tetapi, kamu juga dapat menggunakannya pada sayuran untuk membantunya tumbuh.

3. Garam Epsom

ilustrasi garam (unsplash.com/Jason Tuinstra)
ilustrasi garam (unsplash.com/Jason Tuinstra)

Campuran garam Epsom dengan air juga bisa dijadikan pupuk yang bagus. Garam Epsom merupakan sumber magnesium dan belerang yang baik untuk tanaman mawar dan tomat. Tingkat kesuksesan pupuk garam Epsom juga sangat tinggi, bahkan tidak mungkin gagal.

Cara penggunaannya juga sangat mudah. Cukup campurkan satu sendok makan garam Epsom dengan satu galon air dan gunakan ini untuk menyiram atau menyemprot tanaman baik di dalam maupun luar ruangan.

4. Kulit pisang

Unsplash.com/Eiliv-sonas aceron
Unsplash.com/Eiliv-sonas aceron

Pisang dan kulitnya kaya akan kalium, kalsium dan fosfor yang sangat cocok untuk menyuburkan tanaman berbunga dan pohon buah. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengubur kulit pisang di tanah pada pangkal tanaman dan biarkan membusuk.

Kamu juga bisa menggunakan pisang yang terlalu matang dan tidak enak dimakan sebagai pupuk, caranya cukup dengan menguburnya di samping tanaman. Atau, kamu juga bisa merendam kulit pisang dalam air selama tiga hari, kemudian gunakan airnya untuk menyemprot tanaman atau bibit untuk menambah nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh.

5. Cangkang telur

unsplash.com/Debby Hudson
unsplash.com/Debby Hudson

Cangkang telur adalah salah satu limbah dapur yang biasanya hanya berakhir di tempat sampah. Padahal, cangkang telur mengandung banyak kalsium yang berguna membantu pertumbuhan sel di tanaman. 

Tanah yang kekurangan kalsium dapat menyebabkan pembusukan ujung bunga pada tomat dan masalah lainnya. Nah, menggunakan pupuk dari kulit telur ini akan membantu mengatasinya. Caranya, hancurkan saja kulit telur lalu kubur di dalam tanah.

Atau kalau kamu mau sedikit direpotkan, kamu bisa membuat semprotan dari 20 cangkang telur dan satu galon air. Rebus cangkang di dalam air selama beberapa menit lalu biarkan semalaman. Saring kulitnya, lalu masukkan air ke botol semprot untuk disemprotkan langsung ke tanah.

6. Kompos dari campuran limbah dapur dan kebun

unsplash.com/Del Barrett
unsplash.com/Del Barrett

Kamu juga bisa menggabungkan limbah dapur dan kebun untuk membuat kompos sendiri. Kompos melepaskan unsur hara secara perlahan, sehingga kebun yang dikomposkan dengan baik dapat bertahan selama satu atau dua tahun tanpa perlu menggunakan kembali pupuk. Kompos juga membantu tanah mempertahankan kelembapan, yang penting bagi tanaman agar tetap tumbuh subur selama musim panas yang kering dan terik.

Alih-alih mengeluarkan uang untuk pupuk, ternyata kamu bisa memanfaatkan limbah rumah tangga untuk menyuburkan tanaman. Jadi, jika lain kali ada limbah tersebut di dalam rumahmu, jangan langsung dibuang, tapi manfaatkan untuk membuat pupuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Eka Ami
EditorEka Ami
Follow Us