Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Pevita Pearce
potret Pevita Pearce (instagram.com/pevpearce)

Intinya sih...

  • Rutger Bergman memaparkan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik, dibuktikan melalui sejarah dan penelitian.

  • Eckhart Tolle memberikan panduan untuk mencapai ketenangan batin dan menikmati hidup saat ini melalui bukunya, The Power of Now.

  • Robert Kiyosaki menjelaskan pentingnya literasi keuangan sejak dini dan mengajak pembaca untuk berani berinvestasi melalui bukunya, Rich Dad Poor Dad.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pevita Pearce dikenal dengan kemampuannya dalam berakting. Ada banyak film populer yang dibintangi Pevita Pearce, seperti 5 CM dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Nah, di balik popularitasnya di dunia layar lebar, ternyata Pevita Pearce adalah seseorang yang suka membaca loh.

Buku-buku bacaannya membentuk kualitas kepribadiannya serta pola pikir bertumbuhnya seperti sekarang. Bahkan, gak hanya membaca buku, ia juga berhasil merilis buku berjudul The Greatest Role yang terinspirasi dari filosofi The Power of Early. Yuk, intip apa saja buku bacaan Pevita yang menjadi sumber inspirasinya dalam berproses!

1. Humankind: A Hopeful History karya Rutger Bergman

cover buku Humankind (amazon.com)

Rutger Bergman adalah ahli sejarah terkemuka asal Belanda. Melalui Humankind, Rutger memaparkan gagasan dan pendapatnya bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik. Gagasannya ini ia kuatkan melalui sejarah juga penelitian.

Humankind dibuka dengan kisah sejarah Hitler yang menyerang Britania Raya. Kita tahu bahwa sejarah tersebut termasuk dalam sejarah kelam, tapi di balik kisah kelamnya, manusia justru pada akhirnya kembali memunculkan naluri alamiah mereka, yakni saling tolong menolong. Di bagian prolog buku, Rutger Bergman seolah menyadarkan pembaca bahwa sifat asli dan mendasar manusia sebagai makhluk sosial ialah membantu dan membutuhkan orang lain.

2. The Power of Now karya Eckhart Tolle

cover buku The Power of Now (amazon.com)

Eckhart Tolle adalah seorang penulis asal Jerman dan merupakan lulusan dari The University of London. Ia dikenal mampu memberikan bimbingan kepada pembaca karyanya melalui perjalanan dan narasi yang bermakna. Salah satu karya spiritual Tolle adalah The Power of Now yang terbit pada tahun 1997. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk Indonesia, dan direkomendasikan oleh tokoh ternama, seperti Oprah Winfrey.

The Power of Now berisi tentang panduan untuk mencapai ketenangan batin dan menikmati hidup saat ini. Pikiran itu mengendalikan kita. Terus menerus memikirkan hal-hal yang sudah lewat atau mencemaskan hal yang akan terjadi akan membuat kita gak bisa menikmati waktu sekarang. Menurut Tolle, satu-satunya kenyataan adalah saat ini.

3. Oneness With All Life karya Eckhart Tolle

cover buku Oneness With All Life (amazon.com)

Ada lagi karya Eckhart Tolle yang menjadi bacaan Pevita Pearce, yakni buku berjudul Oneness With All Life. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan kutipan penting dan bagian mendalam dari karya Tolle lain berjudul A New Earth.

Jika The Power of Now berfokus pada konsep waktu (masa sekarang), Oneness With All Life berfokus pada cara manusia terhubung dengan dunia di sekitarnya tanpa ego. Menurut Tolle, ego adalah musuh terbesar untuk momen saat ini. Pikiran yang dipenuhi oleh ego kerap kali merasa terpisah dari alam semesta. Melalui buku ini, Tolle mengajak pembaca untuk memanfaatkan momen saat ini dengan sebaik-baiknya agar bisa terhubung dengan semua yang ada.

4. Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki

cover buku Rich Dad Poor Dad (amazon.com)

Robert Kiyosaki adalah seorang pengusaha, investor, penulis, dan motivator asal Amerika Serikat. Karya terkenalnya berjudul Rich Dad Poor Dad. Buku ini menjelaskan tentang pentingnya peka terhadap keuangan di masa kini. Kalau kamu sedang berjuang untuk mencapai kebebasan finansial, kamu bisa membaca Rich Dad Poor Dad.

Melalui buku ini, kamu diajak untuk mengubah pola pikir serta menciptakan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Kiyosaki mengajak pembaca untuk berani berinvestasi agar memperoleh pemasukan pasif.

Rich dad mencerminkan pola pikir orang kaya, sedangkan poor dad mewakili pola pikir orang miskin dalam memandang uang. Kiyosaki menekankan bahwa perbedaan utama orang kaya dan orang miskin bukan terletak pada banyaknya uang yang mereka hasilkan, tapi pada cara mereka memandang dan mengelola uang itu.

5. The Richest Man in Babylon karya George S. Clason

cover buku The Richest Man in Babylon (amazon.com)

Rekomendasi bacaan Pevita Pearce selanjutnya untuk self growth adalah The Richest Man in Babylon karya George S. Clason. Sama seperti buku sebelumnya, buku ini membahas tentang masalah keuangan. Buku ini bisa membantu kamu mengelola keuangan dengan baik. Ada banyak saran serta nasihat keuangan yang bisa kamu implementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa judulnya Babylon? Sebab, The Richest Man in Babylon merangkum kisah-kisah menarik, semacam kumpulan perumpamaan yang mengambil latar kehidupan di kota Babilonia kuno. Walaupun latar ceritanya ada di zaman kuno, prinsip keuangan yang diajarkan masih sangat relevan diterapkan di zaman sekarang.

Selera literasi Pevita cukup beragam, ya. Buku bacaannya bervariasi, mulai dari filosofi hidup, pengembangan diri hingga prinsip keuangan. Dari daftar buku itu, ada gak buku yang sudah kamu baca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team