Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Buku Favorit Justin Bieber yang Menginspirasi Hidupnya

Justin Bieber (instagram.com/justinbieber)
Justin Bieber (instagram.com/justinbieber)
Intinya sih...
  • Buku Fledgling: Jason Steed — Mark A. Cooper membuat Justin Bieber menangis dan menggambarkan kekuatan sejati sebagai daya tahan emosional.
  • Rich Dad Poor Dad — Robert Kiyosaki mempengaruhi pandangan Justin tentang uang sebagai alat, bukan tujuan hidup, serta kendali atas hidup sendiri.
  • The Meaning of Marriage — Timothy Keller memberi pandangan dewasa tentang cinta yang nyata dan justru di situlah nilainya bagi Justin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Justin Bieber kembali jadi sorotan setelah tampil di panggung Grammy 2026, bukan cuma karena performanya yang mencolok, tapi juga karena auranya yang terasa berbeda. Di usia dan fase hidupnya sekarang, Justin terlihat lebih tenang dan jauh dari citra bintang remaja yang dulu sering diterpa kontroversi.

Banyak penggemar menilai, perubahan ini bukan terjadi tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang, termasuk kebiasaan membaca yang ikut membentuk cara pandangnya. Di berbagai wawancara dan unggahan media sosial, Justin beberapa kali membagikan buku-buku yang berarti baginya. Berikut deretan buku favorit Justin Bieber yang menginspirasi hidupnya

1. Fledgling: Jason Steed — Mark A. Cooper

Fledgling: Jason Steed.
Fledgling: Jason Steed (markacooper.com)

Buku ini mengikuti kisah Jason Steed, bocah 11 tahun dengan masa lalu kelam, kecerdasan tajam, dan kemampuan bela diri yang luar biasa. Hidupnya berubah ketika ia masuk program Sea Cadet Angkatan Laut Inggris, lalu terjebak dalam misi rahasia yang jauh melampaui usianya. Ceritanya penuh aksi, tapi tetap memberi ruang untuk emosi dan pencarian jati diri.

Justin Bieber pernah mengatakan buku ini membuatnya menangis, dan itu terasa masuk akal. Tema tentang anak muda yang membawa beban besar, merasa sendirian, tapi tetap berusaha bertahan, punya kemiripan dengan perjalanan hidup Justin sendiri. Fledgling terasa personal karena menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan soal kemampuan fisik, melainkan daya tahan emosional.

2. Rich Dad Poor Dad — Robert Kiyosaki

Rich Dad Poor Dad.
Rich Dad Poor Dad (richdad.com)

Buku legendaris ini membandingkan dua figur ayah dengan pandangan yang bertolak belakang soal uang dan kehidupan. Satu mengajarkan keamanan lewat pekerjaan stabil, sementara yang lain menekankan kebebasan finansial dan keberanian mengambil risiko. Dengan bahasa yang lugas, Kiyosaki membongkar cara berpikir tentang uang yang sering keliru diajarkan sejak kecil.

Bagi Justin, buku ini punya pengaruh besar di usia muda, apalagi saat ia tumbuh di tengah industri hiburan yang keras dan penuh jebakan. Membaca Rich Dad Poor Dad membantunya melihat uang sebagai alat, bukan tujuan hidup. Ini juga menjelaskan kenapa Justin belakangan lebih selektif dalam bisnis dan karier. Bukan cuma soal sukses, tapi soal kendali atas hidup sendiri.

3. The Meaning of Marriage — Timothy Keller

The Meaning of Marriage.
The Meaning of Marriage (timothykeller.com)

Ditulis oleh Timothy Keller bersama istrinya, buku ini menawarkan pandangan tentang pernikahan yang jauh dari versi romantis instan. Keller menekankan bahwa pernikahan bukan tentang kebahagiaan pribadi semata, melainkan pertumbuhan spiritual dan komitmen jangka panjang. Buku ini juga membahas realitas pahit yang sering dihindari dalam pembicaraan soal cinta.

Pandangan ini selaras dengan cara Justin berbicara tentang hubungan dan pernikahannya. Ia beberapa kali menegaskan bahwa hubungan sehat tidak selalu mudah dan justru diuji di hari-hari buruk. Buku ini memberi bahasa dan kerangka berpikir untuk memahami cinta secara dewasa. Bukan glamor, tapi nyata dan justru di situlah nilainya.

4. The Cat in the Hat — Dr. Seuss

The Cat in the Hat.
The Cat in the Hat (seussville.com)

Sekilas, buku anak-anak ini mungkin terlihat sederhana dan ringan. Namun The Cat in the Hat adalah simbol imajinasi liar, kekacauan yang menyenangkan, dan kebebasan berpikir di masa kecil. Dengan rima khas Dr. Seuss, ceritanya menghadirkan dunia di mana aturan bisa diubah, selama ada tanggung jawab di akhirnya.

Bagi Justin, buku ini punya nilai nostalgia yang kuat. Ia pernah membacakannya untuk kegiatan amal, menandakan ikatan emosional dengan masa kecil yang mungkin tidak selalu ideal. Buku ini seperti pengingat akan sisi polos dan kreatif yang sering hilang saat dewasa. Di tengah tekanan ketenaran, kembali ke bacaan seperti ini bisa jadi bentuk pelarian yang sehat.

5. His Needs, Her Needs — Willard F. Harley Jr.

His Needs, Her Needs.
His Needs, Her Needs (goodreads.com)

Buku ini membahas hubungan dari sudut pandang praktis dan jujur. Harley menjelaskan bahwa konflik pasangan sering muncul karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Ia memetakan kebutuhan utama masing-masing pihak dan memberi panduan konkret untuk saling memahami tanpa saling menyalahkan. Pendekatannya lugas dan sangar aplikatif.

Justin pernah membagikan buku ini sebagai bacaan esensial, dan itu menunjukkan keseriusannya dalam membangun relasi yang sehat. Buku ini menekankan usaha sadar dan konsistensi, bukan sekadar perasaan cinta. Untuk seseorang yang hidupnya sering jadi konsumsi publik, memahami batas, empati, dan komunikasi jadi sangat krusial.

6. Nowhere But Up — Pattie Mallette

Nowhere But Up.
Nowhere But Up (goodreads.com)

Ditulis oleh ibunya sendiri, buku ini adalah memoar yang jujur dan emosional tentang trauma dan perjuangan sebagai ibu tunggal. Pattie Mallette menceritakan masa lalunya tanpa polesan, termasuk luka yang lama dipendam sebelum akhirnya menemukan harapan. Ini bukan kisah tentang membesarkan bintang pop, melainkan tentang bertahan hidup.

Bagi Justin, membaca buku ini bukan hal mudah. Ia harus berhadapan dengan cerita ibunya yang sebelumnya tak pernah ia ketahui. Namun justru di situlah letak kekuatannya, untuk memahami asal-usul, luka keluarga, dan ketahanan yang membentuk dirinya. Buku ini memperdalam empati dan memperkuat hubungan ibu-anak yang kompleks tapi penuh kasih.

Melihat daftar bacaan Justin Bieber, jelas bahwa buku-buku ini mencerminkan perjalanan batinnya. Dari novel penuh air mata hingga buku relasi yang praktis, semuanya menunjukkan sisi Justin yang jarang terlihat di atas panggung. Sebagai penggemar Justin, kira-kira buku mana yang paling ingin kamu baca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Life

See More

Bolehkah Memilih Buku Berdasarkan Mood?

03 Feb 2026, 23:44 WIBLife