6 Rekomendasi Cerpen Klasik yang Bisa Dibaca ketimbang Doomscroll

- Cerpen klasik cocok jadi alternatif doomscroll karena singkat, padat, dan tetap bermakna.
- Enam cerpen ini membahas isu sosial, moral, dan kemanusiaan lewat cerita yang kuat serta mudah diakses.
- Banyak di antaranya bisa dibaca gratis dan legal, jadi gampang dijadikan hobi baru tanpa beban.
Ingin mengembangkan hobi baca, tapi masih kesulitan untuk meluangkan waktu? Khawatir gak bisa berkomitmen pula dengan buku yang sudah telanjur kamu beli? Coba alihkan fokusmu ke cerita pendek, deh. Gak butuh komitmen tinggi, kamu bisa menyelesaikannya dalam beberapa hari atau bahkan hitungan jam.
Buat permulaan, enam cerpen klasik karya penulis tersohor berikut boleh jadi incaran. Banyak yang bisa diakses bebas tanpa biaya, lho. Tunggu apa lagi?
1. The Daemon Lover (Shirley Jackson)

"The Daemon Lover" adalah salah satu cerpen horor spekulatif yang cocok buat pemula. Shirley Jackson menggunakan perspektif perempuan muda yang sedang bersiap menyambut hari pernikahannya. Kekalutannya bertambah ketika sampai jam yang sudah ditentukan, sang tunangan tak kunjung datang untuk menjemputnya. Ia kemudian berinisiatif mencari keberadaan sang kekasih ke penjuru kota. Premisnya boleh sederhana, tetapi komentar sosialnya cukup nampol. Jackson berhasil memotret kecenderungan masyarakat menghakimi perempuan.
2. The Country of the Pointed Firs (Sarah Orne Jewett)

"The Country of the Pointed Firs" adalah cerpen klasik yang berlatar musim panas di sebuah kota pesisir di Negara Bagian Maine, AS. Ceritanya seputar persahabatan antara penulis muda dengan salah satu janda independen bernama Mrs. Todd. Jauh dari stigma kesepian, Mrs. Todd mengisi hari-harinya dengan mempelajari dan menanam tanaman herbal. Ceritanya menenangkan dan deskripsi lanskap alamnya bikin kita terbawa ke Maine.
3. The One Who Walks Away from Omelas (Ursula K. Leguin)

Omelas adalah sebuah kota utopia dengan semua penduduknya yang mengaku bahagia. Namun, kebahagiaan ini tidak gratis. Ada satu bocah yang harus sengsara untuk menjamin kebahagiaan para penduduk. Cerpen ini bisa dilihat sebagai kritik terhadap ketimpangan kelas dan kapitalisme secara umum. Nyatanya, memang kebahagiaan itu merupakan sesuatu yang relatif ketimbang sebuah keniscayaan.
4. The Lottery (Shirley Jackson)

Shirley Jackson punya cerpen cerdas lain yang bisa kamu baca ketimbang doomscroll berjam-jam. "The Lottery" judulnya, sebuah cerita pendek yang sejak awal sudah bikin pembaca tak nyaman. Tak basa-basi, kita bakal berkenalan dengan beberapa penduduk desa yang sedang menghadiri pengumuman undian. Tak jelas apa yang sedang mereka perebutkan, tetapi Shirley Jackson melontarkan beberapa kritik soal patriarki di sini. Sampai akhirnya, kamu akan dikejutkan dengan ending-nya yang mengerikan.
5. Hop-Frog (Edgar Allan Poe)

"Hop-Frog" diambil dari nama lakon kita, seorang pria dengan kondisi fisik khusus yang diculik dari kampung halamannya untuk jadi budak di sebuah kerajaan. Ia mengabdi kepada sang raja licik itu untuk jadi semacam penghibur dan bulan-bulanan di istana. Hingga satu hari, ia menemukan cara untuk kabur saat sang raja mengadakan sebuah pesta dansa yang gak biasa. Ceritanya pendek, tapi sukses bikin siapa pun bergidik.
6. A Sound of Thunder (Ray Bradbury)

"A Sound of Thunder" adalah cerpen fiksi sains yang berlatar 2055. Dalam semesta bikinan Bradbury itu, perjalanan antarwaktu jadi hal yang mungkin dilakukan, terutama untuk kalangan kelas atas yang bisa membayar biayanya. Salah satu sosok berprivilese itu adalah Eckel yang membeli paket perjalanan ke era ketika dinosaurus belum punah. Di sana, perusahaan penyedia perjalanan membolehkan mereka memburu spesies. Namun, jumlah dan jenisnya sudah ditandai dengan saksama untuk menjaga tak ada perubahan berarti pada masa depan. Mereka juga dilarang untuk keluar dari jalur yang sudah ditentukan. Namun, sebuah insiden kecil terjadi dan berdampak fatal buat Eckel dan masa depan secara umum.
Bisa diakses secara legal dan gratis, mulai sekarang kamu bisa nih menjadikan baca cerpen klasik sebagai hobi baru. Lumayan daripada melakukan hal nirfaedah macam doomscroll seharian, nih. Jadi, mana yang menarik perhatianmu?



















