Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rincian dan Aturan Penghitungan Bayar Fidyah Selama Sebulan
ilustrasi donasi makanan (unsplash.com/deski jayantoro)
  • Fidyah adalah tebusan bagi umat Muslim yang tidak mampu berpuasa karena alasan tertentu seperti usia lanjut, sakit menahun, atau kondisi ibu hamil dan menyusui.
  • Kewajiban membayar fidyah berlaku bagi golongan yang benar-benar tidak bisa mengganti puasa, termasuk lansia, penderita sakit berat, serta yang menunda utang puasa tanpa alasan jelas.
  • Besaran fidyah sebulan penuh dapat dibayar dengan 21 kg beras atau uang sekitar Rp1.950.000 sesuai ketetapan BAZNAS untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menghitung kewajiban fidyah untuk satu bulan penuh sering kali menjadi pertanyaan yang muncul saat Ramadan segera berakhir. Bagi umat Muslim yang tidak bisa berpuasa selama Ramadan, memang diperbolehkan menggantinya dengan membayar fidyah. Pemenuhan tebusan ini menjadi jalan keluar agar kewajiban spiritual tetap tertunaikan dengan sempurna.

Proses penghitungan fidyah sebenarnya cukup sederhana, namun memerlukan ketelitian dalam melihat standar harga pangan terbaru yang berlaku di wilayah masing-masing. Memahami rincian biaya yang harus dikeluarkan, membantu kita untuk mempersiapkan dana dengan lebih matang sebelum disalurkan kepada yang berhak. Berikut penjelasan besaran berapa bayar fidyah 30 hari dan aturan penghitungannya sesuai ketetapan yang berlaku!

1. Makna fidyah

ilustrasi kurma (unsplash.com/masjid pogung dalangan)

Secara harfiah, fidyah adalah kompensasi atau tebusan yang wajib dibayarkan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu. Kriteria ini mencakup lansia yang sudah renta, orang sakit menahun yang kecil kemungkinan sembuh, hingga ibu hamil atau menyusui yang mengkhawatirkan kondisi buah hatinya.

Landasan hukum kewajiban ini tertuang jelas dalam QS. Al-Baqarah ayat 184, yang menekankan bahwa bagi mereka yang berat menjalankannya, wajib memberi makan seorang miskin. Jadi, fidyah bukan sekadar denda finansial, melainkan jembatan kebaikan untuk membantu ketahanan pangan sesama yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

2. Siapa saja yang wajib membayar fidyah?

ilustrasi ceramah (unsplash.com/azmi hidayat)

Tidak semua orang yang meninggalkan puasa boleh menggantinya dengan fidyah. Golongan pertama adalah lansia yang sudah renta dan secara fisik tidak lagi kuat memikul beban lapar serta dahaga sepanjang hari.

Selain itu, orang yang menderita sakit parah menahun dengan harapan sembuh yang kecil, juga diwajibkan membayar fidyah sebagai pengganti puasa. Kriteria lainnya mencakup ibu hamil atau menyusui yang merasa khawatir akan kesehatan buah hatinya, serta orang yang menunda-nunda utang puasa tahun lalu hingga memasuki Ramadan berikutnya tanpa alasan yang jelas.

3. Besaran fidyah untuk 30 hari

ilustrasi donasi makanan (unsplash.com/deski jayantoro)

Lalu, bagaimana cara menghitung besaran fidyah apabila kita tidak berpuasa selama sebulan penuh? Melansir laman BAZNAS, ada dua cara utama untuk menghitungnya, yaitu sebagai berikut.

1. Menggunakan bahan makanan pokok

Jika ingin memberikan fidyah dalam bentuk makanan dengan beras, ukurannya adalah 1 mud atau sekitar 675 gram (sering dibulatkan menjadi 0,7 kg atau 1 kg) per hari. Maka perhitungannya menjadi 30 hari x 0,7 kg = 21 kg beras.

Sangat dianjurkan untuk memberikan beras dengan kualitas yang sama seperti yang kamu konsumsi sehari-hari. Selain itu, dianjurkan pula melengkapinya dengan lauk pauk yang layak.

2. Menggunakan uang tunai

Banyak orang memilih membayar dengan uang karena dianggap lebih praktis bagi penerima (mustahik) untuk membeli kebutuhan yang mendesak. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 18 Tahun 2026 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, nilai fidyah dikonversi menjadi sekitar Rp65.000 per hari.

Perhitungannya menjadi 30 hari x Rp65.000 = Rp1.950.000. Angka ini sudah termasuk biaya makan tiga kali sehari (pagi, siang, malam) untuk satu orang fakir miskin.

Itu dia cara menghitung fidyah 30 hari. Dengan menuntaskan kewajiban ini tepat waktu, kita tidak hanya menggugurkan utang kepada Sang Pencipta, tetapi juga ikut menghadirkan senyum di meja makan saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

Editorial Team