Di tengah nilai tukar rupiah yang terus melemah dan harga kebutuhan yang makin naik, banyak anak muda mulai mengubah cara mereka menjalani hidup. Kalau dulu media sosial dipenuhi tren flexing dan belanja impulsif, sekarang justru makin banyak yang memilih hidup minimalis dan realistis.
Fenomena ini terlihat dari munculnya tren slow living, konsumsi seperlunya, hingga gaya hidup antipamer yang makin populer di kalangan generasi muda. Bukan semata hanya karena kondisi ekonomi yang sulit, tetapi juga karena banyak orang mulai sadar bahwa hidup tenang terasa lebih penting daripada terlihat kaya di internet.
