ilustrasi masjid (pexels.com/vjapratama)
Salat malam Lailatulqadar dapat dilakukan dua rakaat atau empat rakaat sebagaimana salat sunah pada umumnya. Waktu pelaksanaannya biasanya setelah salat Isya dan Tarawih atau pada sepertiga malam terakhir agar suasana lebih khusyuk. Berikut niat dan tata cara yang umum diamalkan.
Niat dan tata cara salat 2 rakaat
Jika memilih melaksanakan dua rakaat, berikut panduannya:
Niat: Ushalli sunnata lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat salat sunah Lailatulqadar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Rakaat pertama: Mmmbaca Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas (sebagian ulama menganjurkan membacanya tujuh kali, meski surat pendek lain juga diperbolehkan).
Rakaat kedua: dilakukan sama seperti rakaat pertama.
Tahiyat akhir dan salam.
Niat dan tata cara salat 4 rakaat
Sebagian Muslim juga melaksanakan salat ini sebanyak empat rakaat dengan satu kali salam.
Niat: Ushalli sunnata lailatil qadri arba’a raka’atin lillahi ta’ala.
Tata cara: pelaksanaannya mirip dengan salat Isya, tetapi tanpa tahiyat awal pada rakaat kedua. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, langsung berdiri untuk melanjutkan rakaat ketiga hingga rakaat keempat, lalu diakhiri dengan tahiyat akhir dan salam.
Setelah salat selesai, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam Lailatulqadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.”
Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan salat malam, doa, dan zikir menjadi salah satu cara untuk meraih keberkahan Lailatulqadar. Dengan istikamah beribadah, seorang Muslim memiliki peluang besar menjumpai malam mulia tersebut.