6 Hadis tentang Lailatulqadar, Keistimewaan dan Anjuran Ibadah

- Lailatulqadar disebut malam paling istimewa di Ramadan, lebih baik dari seribu bulan, dan menjadi waktu dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraih ampunan Allah SWT.
- Hadis Nabi menjelaskan Lailatulqadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, dengan kemungkinan besar pada malam ke-27.
- Tanda malam Lailatulqadar antara lain suasana tenang, udara sejuk, langit cerah tanpa sinar matahari menyengat, serta doa yang dianjurkan adalah memohon ampunan kepada Allah.
Lailatulqadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam ini dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena pahala yang diberikan Allah SWT sangat besar.
Keutamaan Lailatulqadar gak hanya dijelaskan dalam Al-Qur’an, tetapi juga dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat. Berikut beberapa hadis tentang Lailatulqadar yang menjelaskan keistimewaan malam tersebut dan anjuran memperbanyak ibadah.
1. Anjuran ibadah di malam Lailatulqadar

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Artinya: "Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari).
2. Malam Lailatulqadar berada di 10 hari terakhir Ramadan

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
Artinya: “Carilah malam lailatul qodar itu pada malam ganjil sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhori)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه وسلم: مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ.
Artinya: "Dari Ibnu 'Umar: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin mencari malam Lailatul Qadar hendaklah ia mencarinya pada malam dua puluh tujuh.” (HR. Ahmad)
3. Tanda munculnya malam Lailatulqadar

Abdullah bin Mas’ud menyampaikan ciri malam Lailatulqadar dari Rasulullah:
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِيْ صَبِيْحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شِعَاعَ لَهَا
Artinya: “Cirinya Matahari terbit di pagi malam Lailatul Qodar tidak menyengat dan (langit) terlihat putih cerah.” (HR. Muslim)
Jabir bin Samuroh juga menjelaskan ciri malam Lailatulqadar:
مِنْ حَدِيثِ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ مَرْفُوعًا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ مَطَرٍ وَرِيحٍ وَلِابْنِ خُزَيْمَةَ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ مَرْفُوعًا فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَهِيَ لَيْلَةٌ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ تَتَّضِحُ كَوَاكِبُهَا وَلَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِىءُ فَجْرُهَا
Artinya: "Dari Hadis Jabir bin Samuroh (disandarkan ke Rasulullah): Ciri Lailatul Qodar itu malamnya hujan dan berangin. Ibnu Khuzaimah meriwayatkan hadis dari Jabir (disandarkan ke Rasulullah) juga: Ciri Lailatul Qodar itu bercahaya, terang, tidak panas, dan tidak dingin. Bintang-bintang terlihat jelas. Setan tidak berani keluar sampai Fajar terbit menyinarinya."
4. Doa saat malam Lailatulqadar

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: " قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ".
Artinya: "Dari 'Aisyah: "Saya bertanya kepada Rasulullh SAW: Bagaimana jika saya dapat mengetahui malam Qadar itu, apa yang saya baca pada malam itu ? Jawab beliau: Bacalah! " Ya Allah sungguh Engkau pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kesalahanku." (HR. Tirmidzi).
Hadis-hadis tentang Lailatulqadar memberikan gambaran jelas mengenai keutamaan malam yang penuh berkah tersebut. 10 hari terakhir di bulan Ramadan menjadi kesempatan meraih pahala yang lebih baik dari seribu bulan dan jadi momen yang sangat berharga bagi setiap Muslim.