Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Sebab Lebih Suka di Rumah Selama Ramadan, Ngabuburit pun Malas
ilustrasi membaca kitab suci (pexels.com/RDNE Stock project)

Jalan-jalan menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu selama Ramadan. Dengan bepergian dari pagi sampai sore diharapkan waktu akan terasa lebih cepat berlalu. Rasa haus dan lapar pun berkurang karena perhatian teralihkan pada berbagai hal.

Namun, kamu malah lebih suka sebaliknya. Bahkan bila di bulan-bulan lain dirimu senang bepergian, saat Ramadan mendadak kamu menjadi anak rumahan. Tentu di luar keharusan pergi kuliah, bekerja, atau belanja kebutuhan sehari-hari.

Rasanya malas sekali untukmu keluar rumah kalau tak ada keperluan yang mendesak. Bahkan buat ngabuburit pun kamu tidak tertarik. Tentu kesukaanmu berdiam di rumah ada alasannya dan boleh jadi memang lebih baik ketimbang dirimu main terus. Apakah kamu relate dengan lima alasan berikut?

1. Tubuh lebih mudah lelah

ilustrasi capek (pexels.com/SHVETS production)

Gak bisa dimungkiri bahwa keadaan tubuh ketika berpuasa dengan tidak memang sangat berbeda. Bahkan meski dirimu sudah terbiasa menjalankan puasa sunah seperti puasa Senin Kamis, puasa Ramadan memang lebih berat. Kalau puasa setiap Senin dan Kamis, keesokannya dirimu telah makan serta minum seperti biasa.

Maka tubuh yang kemarin agak lemas karena berpuasa dengan cepat kembali segar. Akan tetapi, puasa Ramadan sambung-menyambung hingga sebulan penuh. Lumrah kalau makin hari dirimu makin merasa gampang capek.

Apalagi jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik saat berbuka sampai sahur. Kepala mudah sakit di siang hari, bibir kering, dan jalan-jalan benar-benar gagasan yang buruk. Dengan di rumah saja, kamu bisa menghemat energi.

2. Jalan dan tempat belanja penuh sesak

ilustrasi padat kendaraan (pexels.com/Min An)

Meski kamu tim yang lebih senang di rumah saja selama Ramadan, banyak juga orang yang memenuhi jalan dan tempat-tempat berbelanja dari pasar sampai mal. Kegiatan ekonomi menggeliat lebih kuat selama bulan puasa. Di mana-mana orang berbelanja kebutuhan makanan sampai sandang untuk persiapan Lebaran.

Dari pagi hingga sore jalanan umumnya terasa lebih penuh daripada hari-hari biasa. Nanti kepadatan lalu lintas memuncak ketika hari kian petang dan orang-orang yang pulang bekerja bertemu dengan mereka yang mencari menu berbuka. Di titik-titik yang banyak penjual takjil, kemacetan dapat panjang. 

Di malam hari pun sama, terutama di tempat makan dan pusat perbelanjaan modern. Sebagai orang yang malas berlama-lama di jalan dan berdesak-desakan, di rumah saja memang nyaman. Jika kamu ingin membeli makanan bakal berbuka, pesan online jadi andalan atau cukup ke pedagang di sekitar rumah.

3. Lebih leluasa buat beribadah

ilustrasi membaca kitab suci (pexels.com/RDNE Stock project)

Bulan Ramadan bukan hanya waktunya untuk umat Islam berpuasa, melainkan juga memperbanyak ibadah lainnya. Seperti salat sunah, bersedekah, dan membaca kitab suci. Kegiatan bersedekah dengan berbagi makanan memang perlu dilakukan di luar rumah.

Akan tetapi, untuk salat dan membaca Al-Qur'an lebih mudah dikerjakan di rumah. Sekalipun di banyak tempat ada musala, kadang antreannya panjang sekali saat tiba waktu salat. Tak sedikit pula yang kebersihan dan keamanannya kurang terjaga sehingga dirimu tidak bisa beribadah dengan tenang. Atau, kamu asyik bersama teman sampai lupa waktu salat.

Mencegah semua itu terjadi, dirimu lebih senang di rumah saja selama Ramadan. Memperbanyak ibadah menjadi amat mudah. Dua jam yang bakal habis tanpa terasa buat jalan-jalan dapat dipakai untuk membaca beberapa halaman Al-Qur'an. Ini akan menenteramkan hatimu karena di bulan biasa tingginya kesibukan sering membuatmu tak sempat melakukannya.

4. Tenangkan diri dari hasrat keduniaan

ilustrasi di rumah saja (pexels.com/Vlada Karpovich)

Semua orang pasti memiliki hasrat keduniaan. Namun selama berpuasa, dorongan ini perlu lebih dikendalikan. Gak cuma berkaitan dengan nafsu seksual, melainkan juga semua hal yang membuatmu ingin memiliki lebih banyak atau berbuat keburukan.

Kalau kamu pergi ke tempat-tempat belanja pasti ada saja barang yang tampak menarik untuk dibawa pulang. Bahkan meski sebetulnya dirimu tidak membutuhkannya. Tak cuma itu, kamu pun tanpa sadar menjadi suka berprasangka pada setiap orang yang ditemui.

Jika dirimu pergi bersama teman, mudah untuk kalian tergelincir ke aktivitas bergunjing dan mengomentari penampilan orang lain. Ada orang yang menurutmu penampilan serta sikapnya norak, parasnya menarik atau buruk, kira-kira kaya atau miskin, dan sebagainya. Semua itu sesungguhnya mengotori hati serta pikiranmu. Tinggal di rumah saja bikin kamu lebih fokus menjaga kebersihan jiwa.

5. Waktunya lebih dekat dengan keluarga

ilustrasi keluarga (pexels.com/Monstera Production)

Jika bulan Ramadan digunakan dengan bijak, ini juga dapat meningkatkan kualitas hubungan keluarga. Baik kamu, pasangan, anak, atau anggota keluarga lainnya punya lebih banyak waktu buat bertemu. Kalian berangkat lebih lambat dan pulang lebih cepat dari sekolah, kampus, atau tempat kerja.

Kalian pun dapat beribadah secara berjemaah kemudian menyiapkan buka puasa bersama-sama. Untukmu yang telah menjadi orangtua, lebih banyak di rumah akan membuat anak lebih semangat dalam menjalankan puasa. Kamu bisa bikin aneka kegiatan yang seru supaya perhatian anak beralih dari jam dinding.

Memang bisa saja dirimu mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar, haus, serta lambatnya waktu dengan lebih banyak mengajaknya jalan-jalan. Tapi bila nanti anak kecapekan di jalan malah rewel dan akhirnya ingin membatalkan puasanya. Mending kamu mengajaknya bermain bersama di rumah atau bercerita. 

6. Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik di malam hari

ilustrasi minum (pexels.com/MART PRODUCTION)

Rasa malas untuk bepergian di siang hari lebih didominasi oleh tubuh yang terasa lemah. Akan tetapi, bukan berarti kamu bakal suka bepergian terus pada malam hari selama Ramadan. Selain dirimu mesti menunaikan salat Tarawih, kamu pun perlu banyak minum air putih.

Apabila kamu di luar rumah, pasti sulit untukmu mencukupi kebutuhan air putih setelah seharian berpuasa. Ketika nongkrong misalnya, minumanmu paling secangkir teh atau kopi dan sebotol kecil air mineral. Padahal, kamu butuh dua liter air putih biar badan terasa segar serta siap kembali berpuasa besok.

Rasa haus ketika di luar rumah pun mungkin sampai ditahan-tahan sebab dirimu malas menggunakan toilet umum. Sedang di rumah kamu leluasa minum air putih serta berkali-kali buang air kecil. Hal sesederhana ini akan sangat menentukan kesehatan dan kekuatanmu selama Ramadan.

Tidak suka meninggalkan rumah sepanjang bulan puasa bukanlah hal yang aneh. Itu malah akan membuatmu lebih khusyuk dalam beribadah. Secara kesehatan pun kamu dapat lebih prima asalkan di rumah tak berarti dirimu tidur sepanjang waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team