Di era media sosial, banyak orang memiliki second account atau akun kedua yang biasanya berisi lingkaran pertemanan lebih kecil dan lebih dekat. Berbeda dengan akun utama yang cenderung menampilkan sisi terbaik kehidupan, second account sering menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati, mulai dari keluh kesah pekerjaan, masalah pertemanan, hingga persoalan asmara. Namun, apakah kebiasaan curhat di second account benar-benar menyehatkan mental, atau justru bisa menjadi kebiasaan yang toksik?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Semua bergantung pada tujuan, frekuensi, dan cara seseorang menggunakan media sosial tersebut. Berikut beberapa sisi positif dan negatif dari kebiasaan curhat di second account.
