Ilustrasi pintu Ka'bah saat ini (Pixabay.com/Abdullah_Shakoor)
Pembangunan Ka'bah selanjutnya terjadi pada masa Yazid bin Muawiyah, yakni saat era bani Umayyah. Pada akhir 683 M, pasukan Yazid bin Muawiyah menyerbu Abdullah bin Zubair dan pengikutnya di Mekkah. Peperangan ini menyebabkan sebagian dinding Ka'bah roboh dan terbakar.
Abdullah bin Zubair yang saat itu sebagai penguasa Hijaz, beliau kemudian merenovasi Ka'bah sesuai dengan pondasi awal saat masa Ibrahim. Pertama-tama, Ka'bah dihancurkan dan diratakan dengan tanah. Kemudian, Abdullah bin Zubair membangun sejumlah tiang di sekelilingnya dan menutupinya dengan tirai.
Beberapa perubahan Ka'bah pada masa ini, di antaranya adalah menambah bangunan Ka'bah sebanyak 6 hasta yang sebelumnya dikurangi oleh Quraisy. Tinggi Ka'bah ditambah menjadi 10 hasta. Tak lupa juga membuat 2 pintu, yakni satu pintu untuk masuk, sedangkan satunya lagi untuk keluar. Sementara itu, Ibn al-Zubair juga membuat 2 pintu menempel ke tanah dari arah timur dan barat untuk masuk dan keluar.
Abdullah bin Zubair berani melakukan hal ini lantaran beliau bersandar pada hadis yang diriwayatkan oleh Syaikhani yang berbunyi,
“Wahai, ‘Aisyah. Kalau bukan karena kaummu baru lepas dari kejahiliyahan, sungguh aku ingin memerintahkan mereka menghancurkan Ka’bah lalu membangunnya, dan aku masukkan ke dalamnya apa yang telah dikeluarkan darinya, dan aku buat pintunya menempel dengan tanah, serta aku buatkan pintu timur dan barat, dan aku sesuaikan dengan pondasi Ibrahim”.
(Muttafaqun ‘alaih)