3 Sikap Bijaksana saat Dipercaya Jadi Teman Curhat, Perhatikan!

Salah satu cara untuk membuat perasaan yang buruk menjadi lebih baik adalah dengan mencurahkan isi hati alias curhat. Kegiatan ini sekilas sederhana saja, sekadar mengungkapkan apa yang sedang dirasa, tetapi justru itulah poinnya. Ketika sesuatu yang mengganggu ketenangan diri berhasil diungkapkan kepada orang yang bersedia untuk mendengarkan dengan saksama, beban berat seolah berhasil dihilangkan, sekalipun solusinya belum ditemukan.
Ada kalanya kamu jadi sosok yang butuh untuk curhat, tetapi di lain kesempatan, kamulah pihak yang didatangi orang lain untuk diajak berbagi cerita. Kendati ini tampak mudah, tetapi bila kamu tidak berhati-hati, malah berpotensi melukai hati orang tersebut. Nah, supaya bisa menjadi teman curhat yang dapat dipercaya, pastikan kamu menunjukkan beberapa sikap bijaksana berikut ini, ya!
1. Jadilah pendengar yang baik

Jika direnungkan lebih lanjut, tujuan utama aktivitas curhat sebenarnya hanyalah ingin didengar. Seseorang biasanya memutuskan untuk mencurahkan segala hal yang dirasakan karena sudah tidak sanggup lagi memendamnya seorang diri. Ketika ada sosok yang bersedia untuk mendengarkan keluh kesahnya dengan penuh perhatian, itu merupakan hal positif yang dapat membuatnya merasa sangat lega.
Oleh sebab itu, bila dipercaya menjadi teman curhat, pastikan kamu berusaha untuk mendengarkan dengan sebaik mungkin. Berikan perhatian penuh, hindari menyela ceritanya dan mengganti dengan ceritamu hanya karena relate, serta jangan menghakimi. Cukup dengarkan saja apa pun yang orang tersebut sampaikan dan tunjukkan empatimu. Percayalah, sikap seperti ini akan membuat orang itu merasa lebih aman dan nyaman.
2. Usahakan untuk tidak memberikan solusi tanpa diminta

Banyak orang menganggap bahwa saat dirinya dipercaya menjadi teman curhat, itu sama artinya harus sekaligus menjadi penyedia solusi atas permasalahan yang dialami. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kok orang-orang yang berusaha mengungkapkan beban dalam hati bukan karena tidak punya jalan keluar atas permasalahan yang dialami, tetapi karena butuh telinga yang bersedia untuk mendengarkan tanpa menghakimi.
Nah, bila nanti kamu kedatangan seseorang yang ingin curhat dan memang bersedia untuk menerimanya, maka cukuplah menjadi pendengar bila memang dia tidak bertanya tentang solusi atas masalahnya. Kalau dia minta dicarikan jalan keluar, barulah kamu bisa membantu memberikan pilihan-pilihan yang mungkin dapat dipertimbangkan. Dengan begini, kamu jadi tidak terkesan menggurui, sehingga orang yang curhat pun tidak merasa terbebani.
3. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak menceritakan informasi itu pada orang lain

Sudah banyak terjadi kasus di mana informasi pribadi seseorang yang seharusnya tersimpan rapi, malah bocor ke mana-mana dan menjadi topik pembicaraan khalayak ramai. Setelah ditelusuri, ternyata pihak yang menyebarkan cerita itu adalah orang yang pernah menjadi teman curhatnya. Kejadian semacam ini sungguh mengerikan dan sukses bikin sakit hati, bukan begitu?
Kalau ada orang yang memilihmu sebagai teman curhatnya, itu menandakan bahwa dia percaya betul kamu bisa menjaga rahasianya rapat-rapat. Oleh karena itu, berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak menyebarkan informasi yang diterima kepada orang lain. Dengan sikap bijaksana semacam ini, kamu telah membantu orang tersebut lepas dari beban berat.
Tidak semua orang dipercaya sebagai teman curhat. Jika kamu mendapatkan kepercayaan tersebut, jagalah dengan sebaik mungkin melalui sikap-sikap bijaksana seperti yang dijelaskan dalam artikel. Sekarang sudah paham, kan?


















