Rasa jenuh di kantor sering datang tanpa aba-aba, bahkan ketika pekerjaan terlihat baik-baik saja dari luar. Kamu masih datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, dan ikut rapat, tapi hati rasanya kosong. Bukan burn out yang meledak, melainkan lelah yang pelan-pelan mengikis semangat. Di fase ini, banyak orang bingung antara bertahan atau menyerah.
Belakangan, muncul konsep quiet thriving sebagai kebalikan dari quiet quitting yang sempat ramai. Quiet thriving adalah tentang bertumbuh secara diam-diam, tanpa harus resign atau ganti karier besar-besaran. Fokusnya bukan ambisi berisik, tapi menemukan kebahagiaan kecil yang realistis di tengah rutinitas. Berikut lima strategi quiet thriving yang bisa kamu coba saat jenuh kerja mulai terasa mengganggu.
