7 Tipe Orang dalam Melakoni Pekerjaan Sampingan, Kamu Seberapa Serius?

- Pekerjaan sampingan sebidang dengan utama untuk kemudahan dan pengalaman
- Pekerjaan sampingan beda bidang untuk hindari kejenuhan dan ikuti hobi
- Ada yang hanya cari tambahan, ada yang butuh pendapatan besar, ada pula yang konsisten bekerja ganda
Pekerjaan sampingan sekarang sangat lekat dengan kehidupan anak muda, khususnya generasi Z. Ini bukan tanpa alasan. Harga berbagai kebutuhan makin tinggi. Gaji dari satu pekerjaan belum tentu cukup buat sebulan.
Tidak semua orang punya pendapatan setara apalagi lebih tinggi dari upah minimum di daerahnya. Kalaupun kebutuhan dapat terpenuhi dari gaji satu pekerjaan, keinginan mungkin belum terpuaskan. Biaya jalan-jalan sulit ditutup dari satu penghasilan saja.
Daripada ngutang, banyak anak muda kini memilih kerja dobel dengan memiliki pekerjaan sampingan. Motif uang tetap kuat, tapi ada beberapa tipe orang berdasarkan pilihan pekerjaan sampingan yang diambil, strategi, dan tujuannya. Apakah ada yang cocok denganmu?
1. Masih sebidang dengan pekerjaan utama biar gampang

Orang yang sangat terdesak kebutuhan sering kali mau mengambil pekerjaan sampingan apa saja. Namun, orang yang masih punya kelonggaran finansial dapat hanya mencari pekerjaan sampingan dengan kriteria tertentu. Salah satunya, pekerjaan sampingan masih sebidang dengan pekerjaan utama.
Ini dimaksudkan agar pekerjaan sampingan terasa lebih gampang dilakukan. Dia sudah berpengalaman di bidang itu. Dengan kemudahan tersebut, mengambil pekerjaan sampingan tak terlalu terasa sebagai beban. Ia juga bisa bekerja dengan lebih cepat.
2. Justru harus beda bidang biar gak jenuh

Akan tetapi, ada juga orang yang malah sengaja mencari pekerjaan lain bidang dari pekerjaan utama. Boleh jadi ia suka mempelajari hal-hal baru. Pun beda bidang menghindarkannya dari kejenuhan.
Dapat pula pekerjaan sampingan lebih mengikuti hobinya. Dengan begitu, rasanya seperti refreshing dari kepenatan akibat pekerjaan utama sekaligus tetap dibayar. Ini membuatnya selalu bersemangat saat beralih dari rutinitas pekerjaan utama ke pekerjaan sampingan.
3. Hasilnya sedikit gak apa-apa karena cuma buat tambah-tambah

Mungkin kamu heran dengan orang yang mau-maunya melakukan pekerjaan sampingan di hari libur cuma demi sedikit uang. Misalnya, seseorang mengabiskan waktu berjam-jam bahkan seharian untuk memperbaiki satu alat elektronik. Bayaran jasanya hanya 50 sampai 100 ribu rupiah.
Menurutmu barangkali mending seharian tidur atau main. Namun, buatnya selembar 50 atau 100 ribu rupiah tetap uang yang berharga. Terlihat kecil, tapi jika dia melakukannya setiap Minggu saja sudah mendapat 200 sampai 400 ribu rupiah per bulan.
Bila Sabtu serta Minggu artinya 400 hingga 800 ribu rupiah sebulan. Ia dapat tak perlu lagi mengambil 20 persen gaji dari pekerjaan utama untuk menabung dan investasi. Pos tersebut sepenuhnya menggunakan pendapatan dari pekerjaan sampingan.
4. Wajib pendapatan lebih gede biar capek terbayar impas

Gak salah juga jika ada orang yang mensyaratkan pekerjaan sampingan kasih pemasukan yang besar. Malah kalau dapat hasilnya lebih gede daripada gaji pekerjaan utama. Contoh pekerjaan sampingannya makelar.
Pendapatan dari pekerjaan utamanya hanya 2,5 juta rupiah. Di luar itu ia membantu menjualkan tanah, rumah, dan mobil dengan komisi 2,5 persen dari harga jual. Hasilnya amat menggiurkan.
Dari penjualan rumah seharga 500 juta rupiah saja, dia memperoleh 12,5 juta rupiah. Walaupun mencari pembeli tidak mudah, rasanya puas sekali mendapat komisi berlipat-lipat dari gaji pekerjaan utama.
5. Hanya mencari pekerjaan sampingan saat ada kebutuhan ekstra

Bagi banyak orang, menambah pekerjaan bukan pilihan melainkan paksaan keadaan. Kalaupun mereka bisa berutang tentu ada rasa gak enak. Takur jadi bahan gunjingan orang. Lebih baik mereka mencari pekerjaan sampingan ketika butuh dana lebih.
Nanti begitu kebutuhannya sudah terpenuhi, pekerjaan sampingan pun diakhiri. Cara ini juga menghindarkan mereka dari kelelahan karena selalu melakukan kerja ganda. Justru tiba waktunya mereka mengambil pekerjaan sampingan muncul semangat tinggi sebab motivasinya jelas dan urgen.
6. Konsisten menjalani buat mengisi waktu dan menggemukkan tabungan

Lain dengan tipe sebelumnya, ada juga orang yang seperti gak ada bosan dan lelahnya bekerja ganda. Pekerjaan utama terap dijalani dengan baik. Pekerjaan sampingan juga gak kenal libur.
Kecuali, lagi benar-benar tidak ada klien. Konsistensinya bekerja dobel biasanya malah bukan didorong oleh desakan ekonomi. Seseorang hanya sangat enjoy dengan kesibukannya.
Ia justru bingung kalau waktu luang di rumah gak diisi dengan aktivitas yang berarti. Dia kurang menyukai jenis hiburan yang umum dinikmati orang di hari libur. Seperti jalan-jalan atau menonton film seharian. Kebutuhan akan uang tak lagi mendesak, tapi melihat saldo terus bertambah tetap menyenangkan.
7. Persiapan buat resign atau pensiun

Pekerjaan sampingan yang buat banyak orang cuma proyek sementara juga dapat menjadi rencana masa depan bagi seseorang. Dia telah berpikir baik-baik tentang kemungkinan beberapa tahun lagi. Ia gak mau selamanya bekerja di kantor sekarang.
Keinginan untuk resign telah ada. Namun, ia sadar tak bisa begitu saja keluar dan menjadi pengangguran. Harus ada pekerjaan pengganti. Itu mesti dipersiapkan sejak sekarang. Harapannya, ketika keputusan mundur dari kantor sudah bulat pekerjaan sampingan telah memberinya pendapatan yang stabil.
Ia tinggal beralih saja menjadi sepenuhnya fokus di situ. Begitu pula pekerjaan sampingan bisa digunakan orang untuk mempersiapkan masa pensiunnya kelak. Rencana-rencana jangka panjang begini bikin orang sangat serius melakoni pekerjaan sampingannya.
Sama-sama mengambil pekerjaan sampingan ternyata pilihan, cara, dan tujuan orang berbeda-beda. Terpenting keputusan bekerja ganda dibarengi dengan kemampuan mengatur waktu serta energi. Jangan sampai aktivitas kerja nyaris tanpa henti menimbulkan kelelahan yang parah.


















