ilustrasi membuang makanan (vecteezy.com/Hanggoro Prasongko)
Ada fase ketika sisa makanan di meja makan dianggap hal biasa. Daging tersimpan terlalu lama di kulkas sampai lupa dimasak, makanan pesta berakhir di tempat sampah, atau membeli menu berlebihan hanya demi konten. Namun, menjelang Iduladha, sebagian orang mulai merasa sayang melihat makanan terbuang tanpa alasan jelas. Kesadaran ini sering muncul karena mulai memahami bahwa tidak semua orang punya akses makanan yang sama setiap hari.
Perubahan cara memandang makanan ternyata berpengaruh besar terhadap kesiapan berkurban. Orang yang mulai menghargai makanan biasanya juga lebih menghargai proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban. Mereka tidak lagi melihat daging sebagai barang biasa yang mudah diganti kapan saja. Dari situ muncul rasa tanggung jawab yang lebih nyata dibandingkan sekadar ingin ikut meramaikan Iduladha. Kesiapan seperti ini sering tumbuh diam-diam tanpa disadari.
Iduladha sering membuat orang sibuk menghitung harga hewan kurban, padahal kesiapan menjalaninya kadang muncul dari kebiasaan kecil yang berubah pelan-pelan. Cara memandang uang, makanan, sampai kebiasaan belanja ternyata bisa menunjukkan apakah seseorang sudah siap berkurban atau masih sekadar tertarik ikut suasana. Dari beberapa tanda tadi, mana yang paling terasa dekat akhir-akhir ini?