ilustrasi tasbih (freepik.com/rawpixel.com)
Lantas, apa yang dimaksud dengan beriman kepada hari akhir? Dilansir Rumaysho, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Aqidah Wasithiyah mendefinisikan beriman kepada hari akhir sebagai beriman (memercayai) mengenai perkara-perkara setelah kematian seperti yang telah diberitakan oleh Rasulullah SAW.
Perkara-perkara setelah kematian yang perlu kita imani itu meliputi:
fitnah (pertanyaan) di alam kubur, azab dan nikmat kubur, hari dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, penimbangan amalan, pembukaan catatan amal, perhitungan (hisab) amal, telaga Nabi Muhammad, jembatan shirath, syafaat, serta surga dan neraka.
Seperti yang disinggung di awal, mengimani hari akhir hukumnya fardu 'ain, yaitu wajib dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini karena salah satu ciri orang yang bertakwa adalah dirinya meyakini keberadaan hari akhir. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 4, Allah SWT berfirman,
"Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (QS. Al-Baqarah, [2]:4).