Buku fiksi punya cara unik untuk menyentuh emosi pembacanya, entah lewat kisah patah hati, persahabatan, perjuangan hidup, atau keajaiban dunia fantasi. Kadang, kita gak cuma membaca ceritanya, tapi juga menemukan diri kita dalam karakter yang terluka, lembut, sensitif, atau penuh harapan. Pilihan buku favorit ternyata bisa menunjukkan bagian terdalam dari diri kita, termasuk sisi melankolis yang jarang terlihat oleh orang lain.