Ilustrasi Jumat Agung (pexels.com/Photo by Gift Habeshaw 🇪🇹)
N : Inilah kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus, karangan Yohanes.
Pada waktu itu, Yesus pergi ke seberang sungai Kidron, bersama murid-murid-Nya. Di situ ada suatu taman, dan Ia masuk ke dalamnya bersama murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Dia, juga tahu tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ bersama murid-murid-Nya.
Maka datanglah Yudas ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, lengkap dengan lentera, suluh, dan senjata.
Maka Yesus, yang tahu segala sesuatu yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka:
Y : Siapa yang kamu cari?
N : Jawab mereka:
A, S, T, B : Yesus dari Nazaret!
N : Kata-Nya kepada mereka:
Y : Akulah Dia.
N : Yudas, yang mengkhianati Dia, berdiri juga di situ bersama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia”, mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Maka Ia bertanya pula:
Y : Siapa yang kamu cari?
N : Kata mereka:
A, S, T, B : Yesus dari Nazaret!
N : Jawab Yesus:
Y : Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.
N : Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau berikan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa.”
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedangnya, lalu memotong telinga kanan hamba imam besar. Nama hamba itu Malkus.
Y : Sarungkan pedangmu itu! Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?
N : Maka pasukan prajurit serta perwira dan penjaga-penjaga orang Yahudi menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena ia adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi imam besar. Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa.”
Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal imam besar, maka ia masuk bersama Yesus ke halaman istana imam besar. Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu.
Maka murid yang lain itu keluar lagi dan berbicara dengan perempuan penjaga pintu, lalu membawa Petrus masuk.
L : Bukankah engkau juga murid orang itu?
N : Kata Petrus:
L : Bukan!
N : Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga berdiri di situ, mereka membuat api arang, sebab hari dingin, dan mereka berdiang. Petrus juga berdiri bersama mereka dan berdiang.
Maka imam besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan ajaran-Nya.
Y : Aku telah berbicara terus terang kepada dunia. Aku selalu mengajar di rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul. Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyakanlah kepada mereka yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; mereka tahu apa yang telah Kukatakan.
N : Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka Yesus dan berkata:
L : Begitukah jawab-Mu kepada imam besar?
Y : Jika Aku berkata salah, tunjukkanlah salahnya; tetapi jika Aku berkata benar, mengapakah engkau menampar Aku?
N : Lalu Hanas mengirim Dia dalam keadaan terbelenggu kepada Kayafas, imam besar itu.
Simon Petrus masih berdiri berdiang.
L : Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?
N : Petrus menyangkalnya dan berkata:
L : Bukan!
N : Seorang hamba imam besar, yaitu keluarga dari orang yang telinganya dipotong Petrus, berkata:
L : Bukankah aku melihat engkau bersama Dia di taman itu?
N : Maka Petrus menyangkalnya lagi, dan seketika itu juga berkokoklah ayam.