Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Benar Kamu Tidak Boleh Terlihat seperti Orang Susah?
ilustrasi pria sederhana (pexels.com/HONG SON)
  • Nasihat 'jangan seperti orang susah' menekankan pentingnya menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial tanpa berlebihan maupun terlalu pelit agar keseimbangan hidup tetap terjaga.
  • Penampilan yang rapi dan sopan dianggap bentuk penghormatan terhadap diri sendiri serta dapat meningkatkan rasa percaya diri dan respek dari orang lain di sekitar.
  • Pesan utama bukan untuk berpura-pura bahagia, melainkan menjaga sikap positif, tidak berlebihan mengeluh, dan menanamkan sugesti agar hidup bergerak ke arah lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mungkin kamu pernah mendengar nasihat bernada ejekan agar kamu tidak terlihat seperti orang yang susah. Kalimat itu dapat terlontar dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika dirimu mau jajan saja, pikir seribu kali. Takut itu bikin boros.

Lalu teman menyeletuk supaya kamu jangan seperti orang yang susah. Mau jajan ya jajan saja. Toh, dirimu punya penghasilan. Konteks lain, misalnya, kawan menegurmu yang sering terlihat murung agar tidak lagi berlagak seperti orang susah.

Pertanyaannya, apa benar kamu tidak boleh terlihat seperti orang susah dan kudu kelihatan bahagia terus, lantas seperti orang yang selalu punya uang? Jangan sampai dirimu keliru dalam memahami kalimat tersebut. Nasihat jangan seperti orang yang susah memiliki makna sebagai berikut.

1. Harus bisa mengukur kemampuan dan menyesuaikan perilaku

ilustrasi melamun (pexels.com/Bimbim Sindu)

Apakah kalimat di atas bertentangan dengan nasihat agar orang bergaya hidup di bawah kemampuannya? Tentu tidak. Sebab bergaya hidup di bawah kemampuan dengan tujuan biar keuanganmu selalu sehat tidak lantas jaraknya jauh sekali.

Sekadar cukup untukmu hidup sederhana sesuai dengan kondisi finansialmu sekarang. Maka arti sederhanamu saat ini boleh berbeda dari sederhana ketika pendapatanmu masih lebih kecil. Antara kemampuan dan perilaku perlu tetap seimbang.

Contoh, pendapatanmu terbilang gede. Akan tetapi, tiba waktunya dapat undangan hajatan, pasti kamu mengeluh tak punya uang. Atau, sumbanganmu hanya 20 ribu rupiah. Padahal, dirimu mengisi amplop dengan selembar uang 50 ribu, bahkan 100 ribu rupiah juga perkara gampang.

2. Menjaga kehormatan diri melalui penampilan juga penting

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Batitay Japheth)

Maksud berikutnya dari nasihat agar dirimu tidak seperti orang susah ialah terkait penampilan. Tampilan luar memang gak bisa dijadikan satu-satunya patokan dalam penilaian pribadi. Akan tetapi, penampilan yang terjaga sangat meningkatkan respek orang terhadapmu.

Selama kamu punya cukup uang untuk membeli pakaian yang pantas, minyak wangi, deterjen, dan setrika, seharusnya penampilan dapat selalu terjaga. Gak harus dirimu terlihat seperti seorang eksekutif muda sepanjang hari. Cukup kamu tampil bersih, rapi, dan sopan.

Kamu sendiri bakal merasa lebih nyaman dalam penampilan yang tertata. Orang-orang di sekitarmu pun tak risi. Bahkan mereka merasa caramu berpenampilan adalah usaha untuk menghargainya. Bila penampilanmu serampangan, jangan kaget kalau orang lain bersikap kurang hormat padamu. Kamu saja tak mampu menghormati diri sendiri.

3. Tidak sama dengan setiap saat menutupi kesusahan

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Min An)

Jangan seperti orang yang susah, bukan berarti kamu harus selalu berpura-pura bahagia dan punya segalanya. Itu terlalu berat serta hanya akan menekan mentalmu. Bagaimanapun juga, setiap orang pasti kadang menghadapi masalah sampai stres.

Apabila dirimu berpura-pura bahagia terus, malah setelahnya menjadi makin tertekan. Kamu masih boleh secara alami mengekspresikan kesusahan yang tengah dialami. Namun, jaga supaya tidak berlebihan.

Contoh sikap yang berlebihan dalam mengekspresikan kesulitan hidup ialah mengeluh ke sana kemari untuk persoalan sekecil apa pun. Seakan-akan dalam hidup ini ada orang yang bebas dari masalah. Kamu kudu tahu persoalan berat yang pantas membuatmu terlihat sedih mendalam dan mengeluh atau masalah biasa yang masih dapat dihadapi dengan senyuman.

4. Berlebihan mempertontonkan kesulitan membebani diri dan orang lain

ilustrasi seorang pria (pexels.com/hartono subagio)

Hidupmu mungkin lagi kurang menyenangkan. Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan. Ini bisa tentang apa saja. Seperti masalah dalam keluarga, pendapatan yang pas-pasan, dan sebagainya. Namun, mempertontonkan kesulitanmu tak selalu mendatangkan solusi.

Boleh jadi justru itu memperberat beban psikismu sendiri. Juga bikin orang-orang tidak nyaman berada di sekitarmu. Mendung di wajahmu bisa membuat orang merasa kurang bahagia.

Begitu pula perkataan-perkataanmu yang sarat keluhan bikin mereka ikut capek dan kehilangan semangat maupun fokus. Akibatnya, pada diri sendiri juga gak kalah negatif. Misalnya, kamu hidup terlalu irit, padahal menambah sedikit uang belanja tak akan membuat keuanganmu berantakan. Dirimu bakal merasa terus kekurangan sehingga tidak bahagia.

5. Semacam sugesti untuk menggerakkan hidup ke arah yang lebih baik

ilustrasi seorang pria (pexels.com/just a hobby)

Nasib baik harus diusahakan dengan berbagai cara. Misalnya, kamu ingin hidup lebih mapan secara keuangan. Usaha yang diperlukan tentu adalah pertama kali bekerja. Kedua, mengelola pendapatan sebaik mungkin.

Ketiga, yang tidak kalah penting ialah mulai berperan seperti kehidupan yang diimpikan olehmu. Contoh perilakunya, jangan sedikit-sedikit bilang kamu gak punya duit. Sekalipun ekonomimu memang pas-pasan tak perlu seluruh orang di dunia mengetahuinya.

Kalau dirimu lagi gak punya banyak uang, cukup lakukan pengaturan belanja biar anggaran tidak minus. Ganti segala ucapan bernada keluhan tentang duit dengan kalimat yang lebih positif. Semoga nanti rezekimu bertambah banyak.

Atau semoga kamu segera memperoleh pekerjaan sampingan. Meski seolah-olah cuma perubahan cara bicara, pengaruhnya besar. Dirimu bakal lebih terdorong untuk sungguh-sungguh mencari tambahan penghasilan. Nasib pun pelan, tapi pasti berubah menjadi lebih baik.

Kalimat bahwa kamu tidak boleh terlihat seperti orang susah perlu dipahami secara bijaksana. Kalau kamu memang lagi susah, tidak perlu memaksakan diri untuk terlihat lebih baik pada segala situasi. Ini lebih kepada ajakan untukmu berpenampilan serta membawa diri dengan pantas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article