Mungkin kamu pernah mendengar nasihat bernada ejekan agar kamu tidak terlihat seperti orang yang susah. Kalimat itu dapat terlontar dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika dirimu mau jajan saja, pikir seribu kali. Takut itu bikin boros.
Lalu teman menyeletuk supaya kamu jangan seperti orang yang susah. Mau jajan ya jajan saja. Toh, dirimu punya penghasilan. Konteks lain, misalnya, kawan menegurmu yang sering terlihat murung agar tidak lagi berlagak seperti orang susah.
Pertanyaannya, apa benar kamu tidak boleh terlihat seperti orang susah dan kudu kelihatan bahagia terus, lantas seperti orang yang selalu punya uang? Jangan sampai dirimu keliru dalam memahami kalimat tersebut. Nasihat jangan seperti orang yang susah memiliki makna sebagai berikut.
