Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Anti Tekor saat Beli Oleh-oleh, Siapa yang Harus Diberi?

5 Tips Anti Tekor saat Beli Oleh-oleh, Siapa yang Harus Diberi?
ilustrasi membeli oleh-oleh (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Artikel membahas pentingnya mengatur pembelian oleh-oleh agar tidak memberatkan keuangan selama mudik dan balik ke rantau.
  • Ditekankan lima langkah hemat, mulai dari membuat daftar penerima, menetapkan bujet, hingga memilih toko dengan harga bersaing atau diskon.
  • Pembeli diingatkan fokus pada isi dan ketahanan produk, bukan kemasan semata, supaya oleh-oleh tetap bermanfaat tanpa bikin dompet menipis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau kamu sudah dalam perjalanan mudik, kemungkinan besar oleh-oleh buat keluarga di kampung halaman telah dibeli. Mungkin nanti tinggal tambah sedikit saat melewati sejumlah daerah dengan oleh-oleh khasnya. Namun, buah tangan yang dibeli selama libur Lebaran gak cukup cuma buat keluarga di kampung.

Nanti saat dirimu hendak kembali ke rantau mungkin juga merasa perlu membawa oleh-oleh dari kampung halaman. Oleh-oleh bukan untuk dinikmati atau dipakai sendiri. Akan tetapi, buat dibagikan pada teman, tetangga, bahkan ART.

Kalau soal oleh-oleh tidak dipikirkan dengan matang bisa sangat memberatkan keuanganmu. Boleh jadi pengeluaran untuk belanja oleh-oleh lebih gede daripada biaya transportasi antarkota bahkan antarprovinsi. Perhatikan lima tipsnya biar oleh-oleh tetap terbeli tanpa terlalu membebanimu.

1. Tentukan siapa saja yang akan diberi

belanja
ilustrasi belanja (pexels.com/Helena Lopes)

Bikin daftar dulu deh. Siapa saja orang yang perlu diberi oleh-oleh? Dari situ kamu menjadi tahu jumlahnya. Misal, cuma ada 10 orang yang bakal dikasih, dirimu tak perlu beli tiap jenis oleh-oleh sampai selusin.

Sisa 2 bungkus tiap macam buah tangan tentu sayang. Kamu sendiri gak berminat buat memakai atau menikmatinya. Pun dengan dirimu tahu pasti siapa yang mau dikasih, pemilihan oleh-olehnya menjadi lebih tepat.

Contoh, dari 10 orang itu ada yang gak pernah minum kopi. Maka kamu tak perlu membeli 10 bungkus kopi khas daerahmu. Cukup 9 pak saja. Ada pula teman yang cuma tinggal sendirian sehingga oleh-oleh untuknya sebaiknya gak terlalu banyak daripada mubazir.

2. Batasi bujet

toko oleh-oleh
ilustrasi toko oleh-oleh (pexels.com/Magda Ehlers)

Bila dirimu ingin pengeluaran lebih terkendali, pembatasan anggaran mutlak diperlukan. Kamu gak bisa pakai prinsip belanja saja dulu. Habisnya berapa lihat nanti. Walaupun rasanya dirimu gak mengambil terlalu banyak oleh-oleh, setelah di kasir dapat terkaget-kaget.

Total harga kadung dihitung, mau tak mau kamu mesti membayarnya. Lebih enak jika sejak awal telah terdapat bujet maksimalnya. Memang saat berbelanja, kamu menjadi harus lebih cermat melihat harga tiap produk.

Biar nanti totalnya tidak melebihi anggaran. Namun, keuanganmu dapat dipastikan benar-benar aman. Keluar dari toko oleh-oleh, wajah masih cerah. Bukan suram karena memikirkan dompet yang mendadak tipis sekali dan tak tahu nanti uangnya bisa kembali dengan cepat atau tidak.

3. Gak harus beli oleh-oleh di toko terbesar kalau mahal

toko oleh-oleh
ilustrasi toko oleh-oleh (pexels.com/Zain Ali)

Toko oleh-oleh terbesar di daerahmu memang menjadi tujuan banyak pemudik. Biasanya produk yang dijual lengkap. Tokonya juga sering diliput media. Akan tetapi, tak jarang harganya agak tinggi. Berhubung kamu hendak memberikan oleh-oleh untuk banyak orang, nanti bokek parah.

Coba geser ke toko oleh-oleh lain di sekitarnya. Produk yang sama persis atau cuma beda produsennya boleh jadi dihargai lebih miring. Selisih 2 sampai 5 ribu rupiah per buah dikalikan sekian produk saja sudah lumayan.

Apalagi kalau di toko lain ada produk yang lebih murah sampai belasan ribu rupiah. Terpenting kualitasnya terjaga. Bukan barang sisa yang rusak atau mendekati kedaluwarsa untuk makanan atau minuman.

4. Beli di satu toko kalau ada diskon

toko kerajinan
ilustrasi toko kerajinan (pexels.com/Ayoub Lensman)

Jangan malu untuk menanyakan promo yang ada di suatu toko oleh-oleh. Sebab umumnya orang beli oleh-oleh gak cuma sebuah. Mungkin toko kasih diskon tambahan untuk belanja minimal sekian ratus ribu rupiah.

Atau, potongan harga berlaku buat produk-produk tertentu. Lumayan jika kamu bisa memperoleh diskon. Pengeluaran menjadi lebih kecil atau selisihnya dapat untuk menambah oleh-oleh.

Apabila diskon sama sekali tak tersedia buat pembelian apa pun dan berapa pun total belanjanya, survei dulu ke toko-toko lain. Mungkin satu produk lebih murah di toko A. Namun, ada pula oleh-oleh yang dihargai lebih miring di toko B.

5. Isi oleh-olehnya padat dan tahan lama, jangan gede kemasan saja

toko oleh-oleh
ilustrasi toko oleh-oleh (pexels.com/Jack Sparrow)

Kemasan yang cantik memang menarik. Akan tetapi, di balik kemasan yang lebih baik ini sering kali tersembunyi biaya ekstra. Bisa dibilang kamu membayar lebih untuk kotak atau stoplesnya yang estetik.

Padahal, isinya yang paling penting. Jangan tertipu oleh kemasannya saja, tetapi isinya ternyata gak seberapa. Kalau ada mending kamu beli produk yang hanya dikemas dengan plastik rapat atau refill daripada kemasan stoples atau kaleng.

Dengan berat bersih yang sama, harganya lebih terjangkau. Untuk oleh-oleh berupa makanan serta minuman, daya tahan juga amat penting. Mubazir dan rugi besar jika oleh-oleh yang dibeli berjamur atau basi dalam perjalananmu mudik atau kembali ke rantau.

Bikin hati orang senang dengan kamu membelikannya oleh-oleh tentu baik. Namun, imbangi dengan mengatur keuanganmu supaya tetap sehat. Jangan sampai oleh-oleh tetap diberikan, tetapi hati sebenarnya kurang ikhlas karena membuat dompetmu jebol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us