Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tips agar Buku yang Dibeli Benar-Benar Dibaca
ilustrasi belanja buku (pexels.com/Nam Phong Bùi)
  • Fenomena membeli banyak buku tanpa dibaca umum terjadi, membuat pembeli rugi karena buku hanya menumpuk tanpa manfaat pengetahuan.
  • Artikel menawarkan enam tips agar buku benar-benar dibaca, mulai dari memilih buku tipis, membatasi pembelian, hingga menaruhnya di tempat mudah dijangkau.
  • Ditekankan pentingnya membaca isi buku sesuai minat pribadi dan menjaga konsistensi dengan dukungan orang terdekat agar kebiasaan membaca terbentuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buku-buku diborong, tetapi tidak pernah dibaca. Fenomena ini cukup umum di kalangan penggemar buku. Saat kamu jalan-jalan ke toko buku atau mal, pasti bawa pulang sejumlah buku. Berbagai judul buku juga rutin di-checkout dari marketplace.

Apalagi ketika ada pameran buku. Dirimu makin kalap dan ingin membelinya sebanyak mungkin. Dari segi bisnis penerbit, pemilik toko, sampai penulis, tentu sama sekali gak dirugikan. Justru mereka diuntungkan oleh hobi sebagian orang untuk memborong buku sekalipun tidak dibaca.

Akan tetapi, untukmu sendiri malah cenderung rugi. Kamu telah mengeluarkan uang yang tak sedikit buat membeli buku sebanyak itu. Namun, tidak satu kalimat pun dibaca olehmu. Atau, dirimu sempat membacanya, tapi gak pernah selesai. Hal yang sama terulang di buku-buku lainnya. Bagaimana cara agar buku yang dibeli serius dibaca hingga kata terakhir? Simak, yuk, tips agar buku yang dibeli benar-benar dibaca berikut ini!

1. Buku tipis lebih cocok untukmu yang sibuk

ilustrasi belanja buku (pexels.com/HONG SON)

Membaca memang penting untuk terus menambah dan memperdalam wawasan. Akan tetapi, kesibukanmu juga gak bisa disepelekan. Penting buatmu mampu mengukur sisa waktu dan energi selepas berbagai kesibukan sepanjang hari.

Lalu pilih buku yang tepat agar membaca tidak terasa sebagai beban. Barangkali ada kalanya waktumu cukup luang. Misalnya, ketika libur panjang. Itu waktu yang pas buatmu membeli serta membaca buku tebal.

Namun, untuk bacaan sehari-hari mending buku yang tipis saja. Kamu dapat menyelesaikannya dalam waktu singkat. Bahkan cukup dengan dirimu membacanya sepanjang perjalanan menuju kantor atau ketika pulang naik kereta.

2. Kalaupun suka buka tebal, batasi pembelian secara ketat

ilustrasi membaca (pexels.com/www.kaboompics.com)

Bukannya orang sibuk cuma boleh membaca buku-buku tipis. Jika memang ada buku tebal yang menurutmu bagus, beli saja. Namun, pembelian buku tebal harus dilakukan secara ketat.

Betapa pun kamu tertarik pada banyak judul buku setebal lebih dari 500 halaman, beli satu saja dulu. Keinginanmu untuk membaca buku tebal lainnya bakal menambah motivasimu untuk segera menyelesaikan satu buku tersebut. Jangan takut kehabisan buku tebal yang lain.

Jika pun nantinya buku itu sudah gak dipajang di toko offline, pasti masih banyak dijual di toko online. Baik versi buku baru maupun bekas, yang penting bukan bajakan. Sekarang banyak buku juga tersedia dalam bentuk digital yang legal sehingga dirimu tak perlu cemas kehilangan kesempatan untuk membacanya.

3. Taruh buku di tempat yang paling mudah dijangkau

ilustrasi membaca (pexels.com/Thới Nam Cao)

Dengan memilih tempat yang gampang diraih olehmu kapan pun, kamu sudah menghilangkan satu alasan untuk tak membaca. Buku tidak harus selalu ada di tas dan dibawa ke mana-mana. Ketika dirimu bepergian boleh jadi terlampau ribet untuk membaca.

Kamu dapat meletakkan buku di meja samping tempat tidur, misalnya. Dirimu bisa membacanya 30 menit sebelum tidur malam atau pagi sambil mengumpulkan nyawa selepas bangun tidur. Buku bacaanmu bahkan dapat ditinggal di meja kantor untuk dibaca beberapa menit saat istirahat siang atau sebelum jam kerja dimulai guna menata fokus.

4. Sadari bagian terpenting buku ialah isinya, bukan cuma fisiknya

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Nhà văn)

Jangan berhenti dan merasa puas dengan kemampuanmu untuk rutin membeli buku. Memang itu membantu penerbit, jaringan toko buku, serta penulis survive. Akan tetapi, di pihak konsumen, kamu mesti paham bahwa keuntungan terbesarmu baru ketika dirimu membaca isi buku hingga selesai.

Isi buku mesti dipahami dengan baik. Buku memang dapat difungsikan juga sebagai pajangan. Namun, kegunaan utamanya jelas bukan itu. Buku adalah sumber pengetahuan serta kebijaksanaan. Kamu hanya akan dapat memperolehnya kalau buku benar-benar dibaca.

5. Minta seseorang untuk sering mengingatkanmu

ilustrasi membaca (pexels.com/🇻🇳🇻🇳 Việt Anh Nguyễn 🇻🇳🇻🇳)

Bantuan orang lain juga sangat berarti untuk memastikan kamu menyelesaikan sebuah buku. Minta sahabat, pasangan, atau saudara buat mengingatkanmu membaca buku yang telah dibeli. Juga ketika kamu belum terlihat membacanya hari ini.

Namun, dirimu wajib menerima peringatan itu dengan penuh rasa syukur serta kesungguhan. Jangan malah ada pemikiran bahwa seseorang berisik dan sok mengatur. Begitu kamu diingatkan untuk membaca, ambil bukumu. Andai ketika itu dirimu masih ada kegiatan, setel alarm sebagai penanda jika nanti telah tiba waktumu buat membaca.

6. Beli buku yang menarik minatmu, bukan cuma rekomendasi atau viral

ilustrasi belanja buku (pexels.com/Nam Phong Bùi)

Ketertarikan yang kuat bakal bikin kamu secara otomatis membaca sebuah buku dengan tekun. Oleh sebab itu, jujurlah pada minatmu sendiri terhadap sebuah buku. Jangan memaksakan diri untuk membeli buku yang dibeli orang lain kalau rasanya kurang pas dengan seleramu.

Bahkan meski buku itu direkomendasikan oleh banyak orang serta viral di media sosial. Teguh pada pilihan pribadi biasanya menjauhkanmu dari rasa sesal begitu mulai membaca. Jika dirimu membeli buku yang cukup mahal hanya karena viral, lalu gak cocok dengan bab 1 dan 2, pasti buku itu bakal ditinggalkan begitu saja.

Membeli dan membaca buku hendaknya dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Hindari kamu merasa puas hanya karena sudah membeli banyak buku hingga menumpuk di rumah atau kamar. Satu buku yang dibaca sampai tuntas lebih bermanfaat daripada 100 buku yang dianggurkan. Oleh sebab itu, tips agar buku yang dibeli benar-benar dibaca pada artikel ini bisa kamu terapkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team