3 Tips Jadi Pendengar yang Baik Tanpa Mengorbankan Kesejahteraan Diri

- Gunakan cara mendengarkan yang aktif namun penuh ketulusan
- Kamu boleh mendengarkan tapi tetap kenali kapasitas diri dan batasan waktu yang nyaman
- Sadari bahwa peranmu hanya sebagai pendengar bukan pemecah masalah
Menjadi seorang pendengar yang baik merupakan kemampuan berharga. Namun, untuk menjadi pendengar yang baik kamu tidak harus mengorbankan diri sendiri. Artinya, kamu harus bisa menjaga energi agar peranmu bisa hadir dengan tulus.
Dipercaya menjadi pendengar yang baik memang awalnya menyenangkan karena bisa dipercaya orang. Namun, lama-kelamaan energimu rasanya habis, kepala menjadi penuh, belum lagi ditambah masalah diri sendiri. Tapi, kamu tetap bisa jadi pendengar yang baik dengan melakukan beberapa tips berikut.
1. Gunakan cara mendengarkan yang aktif namun penuh ketulusan

Menjadi pendengar yang aktif tidak selalu harus dengan berbicara banyak. Tapi, kamu hanya perlu menunjukkan bahwa saat ini benar-benar hadir serta paham tentang apa yang diceritakan. Cara ini juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga energi tetap stabil dan tidak mudah lelah karena berpikir keras mencari solusi.
Untuk menjadi pendengar yang aktif tapi minimalis kamu bisa menggunakan cara sederhana melalui pertanyaan ringan. Misalnya, adalah dengan memberi pertanyaan seperti, "Terus jadinya gimana? atau "Kamu pasti sekarang lagi khawatir ya?". Tanpa disadari hal kecil seperti ini justru akan membuat lawan bicara merasa diperhatikan dan kamu pun tidak perlu repot untuk merespon yang panjang.
2. Kamu boleh mendengarkan tapi tetap kenali kapasitas diri dan batasan waktu yang nyaman

Tidak semua orang memiliki energi sosial yang sama. Oleh karena itu sebelum kamu menjadi pendengar bagi orang lain alangkah baiknya untuk mengenali kapasitas diri sendiri. Tentukan kapan dan berapa lama kamu mampu menjadi pendengar yang mengayomi orang lain.
Jika merasa lelah cobalah istirahat, jangan dipaksa terus untuk mendengarkan. Sebab, jika terlalu memaksakan, kualitas obrolan akan menjadi tidak berkualitas. Dengan memahami batasan waktu maka kamu mampu hadir sepenuhnya tanpa merasa terbebani.
3. Sadari bahwa peranmu hanya sebagai pendengar bukan pemecah masalah

Banyak pendengar yang merasa terbebani karena merasa harus memberi solusi setelahnya. Tapi, ingatlah bahwa tidak semua orang yang bercerita ingin mencari sebuah jawaban. Banyak diantara mereka yang hanya menginginkan untuk didengar dan dimengerti secara emosional.
Kamu bukanlah problem solver bagi mereka. Maka, sadarilah bahwa peranmu tidak bisa disamakan dengan konselor. Tugasmu hanyalah mendengarkan dengan tulus serta memberi pengaman bagi mereka.
Kualitas menjadi pendengar yang baik datang dari kesadaran untuk hadir secara tulus namun tetap paham batasan. Untuk menjadi pendengar yang baik bukan berarti kamu harus selalu stay 24 jam, melainkan tahu kapan harus mendengarkan dan kapan butuh jeda. Ingat, mendengarkan bukanlah beban, melainkan untuk memahami lebih dalam baik bagi diri sendiri atau orang lain.



















