Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Kurangi Konsumsi Gula saat Puasa agar Lebih Sehat
ilustrasi suasana makan bersama saat lebaran(pexels.com/RDNE Stock project)
  • Artikel membahas pentingnya mengontrol konsumsi gula selama puasa agar energi tubuh tetap stabil dan tidak mudah lemas.
  • Ditekankan lima langkah praktis, mulai dari membatasi minuman manis hingga memilih karbohidrat kompleks saat sahur.
  • Disarankan mengganti camilan manis dengan buah serta menjaga keseimbangan asupan gula untuk puasa yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa cepat haus, lemas, atau malah gampang lapar lagi padahal baru jam 10 pagi? Bisa jadi penyebabnya bukan kurang makan, tapi terlalu banyak gula.

Saat puasa, pilihan menu berbuka sering didominasi makanan dan minuman manis. Memang menggoda, apalagi setelah seharian menahan lapar. Namun, konsumsi gula berlebihan justru bisa membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Agar puasa tetap nyaman dan tubuh terasa lebih stabil, berikut lima tips yang bisa diterapkan.

1. Batasi konsumsi minuman manis

ilustrasi kopi(pexels.com/Chevanon Photography)

Buka puasa identik dengan sirup, teh manis, atau minuman kemasan. Padahal, satu gelas saja sudah bisa mengandung gula cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar gula darah akan melonjak lalu turun dengan cepat, hal inilah yang membuat tubuh terasa lemas.

Cobalah mulai dengan air putih dan kurma secukupnya. Jika tetap ingin minuman manis, kurangi takarannya atau pilih tanpa tambahan gula. Cara ini membantu tubuh beradaptasi secara perlahan tanpa lonjakan gula berlebihan.

2. Perhatikan gula yang tersembunyi pada makanan

ilustrasi kritik kentang(pexels.com/icon0 com)

Gula tidak hanya ada pada minuman manis. Saus, makanan olahan, hingga camilan kemasan sering mengandung gula tambahan yang tidak disadari.

Membaca label komposisi bisa jadi langkah sederhana yang berdampak besar. Pilih produk dengan kandungan gula lebih rendah agar total asupan harian tetap terkontrol, terutama selama Ramadan ketika pola makan berubah.

3. Pilih karbohidrat kompleks saat sahur

ilustrasi semangkuk oatmeal(pexels.com/Mateusz Feliksik)

Sahur dengan roti, kue atau makanan tinggi gula bisa membuat kenyang sebentar, tetapi cepat lapar. Karbohidrat sederhana dicerna lebih cepat sehingga energi tidak bertahan lama.

Sebaliknya, pilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Kombinasikan dengan protein dan serat agar rasa kenyang lebih stabil dan dorongan mengonsumsi makanan manis saat berbuka bisa berkurang.

4. Kurangi kebiasaan "balas dendam" dengan makanan manis

ilustrasi berdoa sebelum makan(pexels.com/Sami Abdullah)

Setelah seharian menahan diri, wajar jika ingin menikmati makanan favorit. Namun, kebiasaan membalas dengan aneka dessert justru membuat asupan gula berlipat.

Cobalah mengatur porsi. Ambil satu jenis makanan manis dalam jumlah kecil, bukan semuanya sekaligus. Dengan cara ini, keinginan tetap terpenuhi tanpa berlebihan.

5. Ganti camilan manis dengan buah

ilustrasi buah apel(pexels.com/Mareefe)

Saat malam hari, keinginan ngemil sering muncul. Daripada memilih kue atau cokelat, buah utuh bisa menjadi alternatif yang lebih baik. Buah mengandung gula alami sekaligus serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Selain itu, kandungan airnya juga membantu menjaga hidrasi selama puasa. Mengurangi gula bukan berarti menghilangkan rasa manis sepenuhnya. Kuncinya ada pada kontrol dan keseimbangan. Dengan asupan gula yang lebih terjaga, energi lebih stabil dan tubuh terasa lebih nyaman menjalani puasa hingga waktu berbuka tiba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team