Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Menata Lemari Pakaian Berdasarkan Jenis Bahan, Biar Gak Berbau

ilustrasi menata lemari pakaian
ilustrasi menata lemari pakaian (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Pisahkan bahan katun untuk sirkulasi udara yang baikBahan katun menyerap keringat dengan baik, simpan di rak terbuka dan pastikan benar-benar kering sebelum dilipat.
  • Gunakan hanger untuk pakaian berbahan sutraGantung sutra di hanger dengan bantalan lembut, hindari area lembap dan gunakan pelindung pakaian tipis.
  • Simpan wol dengan perlindungan anti kutuSimpan wol di area kering, gunakan kantong berpori, tambahkan penghalau alami, dan pastikan dicuci sebelum disimpan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lemari pakaian sering kali jadi tempat yang penuh sesak dengan berbagai jenis baju, dari yang berbahan tebal sampai yang super tipis. Kalau penataannya asal-asalan, bukan cuma sulit menemukan pakaian, tapi juga bisa memicu bau apek yang mengganggu. Bau ini biasanya muncul karena sirkulasi udara yang buruk atau pakaian yang disimpan dalam kondisi kurang kering. Penataan berdasarkan jenis bahan jadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga pakaian tetap segar.

Setiap jenis bahan punya karakteristik berbeda dalam menyerap udara, menyimpan aroma, dan mempertahankan bentuk. Misalnya, bahan katun yang mudah menyerap keringat butuh penempatan yang memungkinkan udara mengalir bebas, sedangkan bahan wol memerlukan perlindungan ekstra dari kelembapan. Dengan mengatur lemari berdasarkan jenis bahan, pakaian akan lebih awet, wangi lebih lama, dan terhindar dari risiko jamur atau noda yang sulit dihilangkan.

1. Pisahkan bahan katun untuk sirkulasi udara yang baik

ilustrasi menata lemari pakaian
ilustrasi menata lemari pakaian (freepik.com/freepik)

Bahan katun dikenal sebagai material yang menyerap keringat dengan sangat baik, tapi sifatnya ini juga membuatnya rentan menyimpan kelembapan. Jika ditumpuk terlalu rapat, udara di antara lipatan kain gak mengalir dengan baik dan berisiko memunculkan bau apek. Menyimpan pakaian katun di rak terbuka atau area lemari dengan sirkulasi udara yang lebih lancar bisa membantu menjaga kesegarannya. Selain itu, penting memastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan.

Penataan khusus untuk bahan katun juga membantu menjaga bentuknya. Sebaiknya lipat pakaian katun dengan rapi dan beri jarak antar tumpukan, supaya serat kain gak tertekan terlalu lama. Gunakan pengharum lemari dengan aroma ringan seperti lavender atau citrus untuk membantu mencegah bau lembap. Penempatan yang teratur akan memudahkan saat mencari pakaian dan membuat lemari terlihat lebih rapi.

2. Gunakan hanger untuk pakaian berbahan sutra

ilustrasi menata lemari pakaian
ilustrasi menata lemari pakaian (freepik.com/freepik)

Sutra adalah bahan mewah yang halus dan berkilau, tapi sifatnya yang lembut membuatnya mudah kusut dan rentan rusak jika dilipat. Penyimpanan paling aman adalah menggantungnya di hanger dengan bantalan lembut agar bentuk pakaian tetap terjaga. Menggantung juga memungkinkan sutra mendapatkan sirkulasi udara yang cukup, sehingga terhindar dari bau pengap.

Hindari menyimpan sutra di area lemari yang terlalu lembap, karena bahan ini sangat sensitif terhadap jamur. Sebaiknya gunakan pelindung pakaian berbahan kain tipis untuk menghalangi debu tanpa menghambat aliran udara. Pakaian sutra juga sebaiknya dijauhkan dari pengharum lemari yang terlalu menyengat, agar aroma aslinya tetap terjaga. Penataan yang tepat akan membuat sutra bertahan lebih lama dan selalu terlihat elegan.

3. Simpan wol dengan perlindungan anti kutu

ilustrasi menata lemari pakaian
ilustrasi menata lemari pakaian (freepik.com/freepik)

Wool terkenal hangat dan tebal, tapi punya risiko tersendiri seperti serangan kutu pakaian. Untuk mencegahnya, simpan wol di area lemari yang kering dan gunakan kantong kain berpori atau kotak penyimpanan khusus yang memungkinkan sirkulasi udara. Jangan menumpuk wol terlalu rapat, karena bahan ini bisa kehilangan bentuk aslinya jika tertekan dalam waktu lama.

Selain itu, tambahkan penghalau alami seperti kapur barus atau potpourri berbahan cedar yang terkenal ampuh mengusir serangga. Pastikan pakaian wol dicuci atau dibersihkan kering sebelum disimpan, karena kotoran kecil dapat menarik perhatian kutu. Penataan yang tepat bukan hanya menjaga kualitas wol, tapi juga menghindarkan dari bau lembap yang sering muncul pada bahan tebal.

4. Bedakan penyimpanan bahan sintetis

ilustrasi menata lemari pakaian
ilustrasi menata lemari pakaian (freepik.com/freepik)

Bahan sintetis seperti polyester dan nylon punya sifat yang tahan kusut, tapi kurang menyerap keringat sehingga lebih rentan menahan bau. Untuk mengurangi risiko bau tak sedap, simpan pakaian berbahan sintetis di area lemari yang kering dan beri jarak antar pakaian. Menggantung bisa jadi pilihan terbaik untuk mencegah lipatan permanen.

Gunakan pengharum lemari dengan aroma segar seperti eucalyptus atau mint, yang bisa membantu menetralisir bau dari bahan sintetis. Sesekali keluarkan pakaian sintetis dari lemari untuk diangin-anginkan, terutama jika jarang digunakan. Dengan pengaturan ini, pakaian akan tetap wangi dan siap dipakai kapan pun.

Menata lemari pakaian berdasarkan jenis bahan bukan cuma soal estetika, tapi juga tentang menjaga kualitas dan keawetan pakaian. Setiap bahan punya cara penyimpanan yang berbeda agar tetap segar, bebas bau apek, dan awet digunakan.

Dengan perhatian pada detail penataan, lemari akan lebih rapi, pakaian lebih terawat, dan momen memilih baju setiap hari terasa menyenangkan. Mulai dari sekarang, cobalah menerapkan tips ini supaya koleksi pakaian selalu dalam kondisi terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us