Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Mengajari Anak yang Baru Pertama Kali Berpuasa ala Upin & Ipin

7 Tips Mengajari Anak yang Baru Pertama Kali Berpuasa ala Upin & Ipin
tips mengajari anak yang baru pertama kali berpuasa ala Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
Intinya Sih
  • Artikel ini membahas cara mengenalkan puasa pertama pada anak dengan pendekatan menyenangkan, terinspirasi dari kebiasaan karakter Upin & Ipin selama Ramadan.
  • Ditekankan pentingnya pengenalan konsep puasa, latihan bertahap seperti setengah hari, serta menjaga aktivitas anak agar tetap aman dan tidak kelelahan.
  • Orangtua disarankan mengatur pola tidur, memberi asupan bergizi tinggi protein, dan menambah kegiatan religi agar anak semangat menjalani ibadah puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mungkin ada beberapa dari kamu yang menjalani Ramadan tahun ini dengan semangat berbeda, terutama karena kini si kecil sudah tak lagi balita. Ia sudah bisa diajak ngobrol dua arah, mulai paham instruksi sederhana, dan kamu pun merasa usianya cukup untuk dikenalkan pada puasa. Apalagi, momennya terasa pas karena seluruh anggota keluarga dan warga muslim lainnya juga sedang menjalankan ibadah yang sama, sehingga anak bisa belajar langsung dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Masalahnya, tak sedikit orangtua yang masih bingung bagaimana memulai mengajari anak berpuasa tanpa rasa khawatir berlebihan. Ditakutkan tubuh anak nantinya jadi lemas, mudah rewel dan mengeluh, atau justru trauma duluan hingga enggan berpuasa lagi. Nah, kamu tak perlu risau. Referensi sederhana untuk mengenalkan puasa pada anak bisa dicontoh dari serial Upin & Ipin. Lewat episode-episode bertema Ramadan, ada banyak pengajaran ringan tapi bermakna tentang bagaimana anak belajar berpuasa dengan cara yang menyenangkan. Yuk, simak tipsnya berikut ini!

1. Kenalkan dulu konsep berpuasa dan apa manfaatnya

Opah mengenalkan konsep ibadah puasa dan esensi di baliknya pada Upin dan Ipin
Opah mengenalkan konsep ibadah puasa dan esensi di baliknya pada Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Jangan langsung asal memerintah anak untuk berpuasa tanpa ada diskusi nyaman dan pengenalan awal soal ibadah satu ini. Kamu bisa mencontoh Opah yang menjelaskan terlebih dulu definisi puasa serta makna di balik ibadah khusus bulan Ramadan ini. Katakan bahwa puasa adalah menahan makan dan minum dari waktu subuh sampai Magrib.

Selain itu, pesan ibadah ini adalah untuk mengajarkan kita memahami betapa susahnya menjadi orang yang kelaparan di luar sana. Perihal manfaat juga bisa ditambahkan, bahwa selain mendapat pahala, berpuasa juga baik untuk kesehatan. Dengan itu, anak bisa lebih siap dan memahami kalau puasa ternyata sepenting itu buat dijalani.

2. Mulai dari berpuasa setengah hari dulu

mengajari anak berpuasa setengah hari dulu sebagai latihan awal
mengajari anak berpuasa setengah hari dulu sebagai latihan awal (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Sebenarnya bisa saja langsung melatih anak untuk berpuasa seharian penuh layaknya orang yang sudah akil baligh, karena kamulah orangtua yang paling tahu seperti apa tipe anakmu dan tingkat keberanian serta kepedean mereka. Namun, kalau belum terlalu yakin untuk langsung mencoba satu hari penuh, kamu bisa mulai dari setengah hari dulu seperti yang dilakukan Fizi, salah satu kawan Upin dan Ipin.

Cara ini membantu tubuh anak tidak langsung kaget karena harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13–14 jam. Seiring waktu, kamu bisa menanyakan bagaimana respons tubuhnya saat puasa setengah hari, apakah sudah lapar atau masih kuat melanjutkan sampai magrib. Jika ternyata mampu, puasa seharian penuh bisa dicoba perlahan di hari-hari berikutnya sebelum Idul Fitri tiba.

3. Batasi waktu bermain anak di siang hari

Upin dan Ipin kelelahan karena bermain panas-panasan saat bulan puasa
Upin dan Ipin kelelahan karena bermain panas-panasan saat bulan puasa (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Membiarkan anak tetap bermain saat berpuasa sebenarnya hal yang positif, karena bisa mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dan haus, sekaligus membuat tubuhnya tetap aktif dan tidak melulu rebahan. Namun, bila dibiarkan bermain di luar saat cuaca sedang terik-teriknya, hal itu justru berisiko membuat tubuh anak cepat lemas dan dehidrasi.

Padahal, haus biasanya jauh lebih sulit ditahan dibanding rasa lapar, sehingga bisa memengaruhi ketahanan anak dalam menjalani puasa dan membuatnya cepat mengeluh atau ingin segera berbuka. Kalau tidak dibatasi, nanti jadinya malah seperti Upin dan Ipin yang setelah bermain panas-panasan di halaman rumah, justru berakhir cepat letih dan tak sabar menunggu azan magrib, padahal waktu berbuka masih lama.

4. Berikan hiburan yang bisa diakses dari rumah

menghadirkan hiburan yang bisa diakses anak dari rumah
menghadirkan hiburan yang bisa diakses anak dari rumah (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Nah, mungkin usai membaca poin sebelumnya, kamu jadi bingung bagaimana membuat anak tidak bosan karena dilarang bermain di luar saat cuaca sedang panas. Solusinya, kamu bisa mengajak anak tidur siang lebih dulu atau menghadirkan hiburan yang tetap bisa diakses dari rumah, seperti buku bacaan milik Upin dan Ipin yang dibelikan Kak Ros ini. Dengan begitu, anak tetap merasa terhibur dan perhatiannya teralihkan dari sulitnya berpuasa.

Membiarkan anak menonton televisi juga tidak masalah selama tayangannya aman dan menarik perhatian mereka. Yang penting, tetap batasi durasinya dan jangan biarkan mata anak terlalu dekat dengan layar. Selain itu, kamu juga bisa membelikan mainan interaktif seperti puzzle, balok susun, playdoh, atau playset lainnya agar kegiatan anak di rumah lebih variatif dan tidak melulu menonton TV.

5. Selingi waktu luang dengan aktivitas religi

Upin ikut tadarusan bersama Kak Ros dan jamaah lain di Surau Kampung Durian Runtuh
Upin ikut tadarusan bersama Kak Ros dan jamaah lain di Surau Kampung Durian Runtuh (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Upin dan Ipin selama bulan Ramadan tidak hanya mengisi waktunya dengan bermain melulu, tapi juga pergi mengaji di sore hari untuk belajar muqaddam atau iqra bersama ustaz, sekaligus mendengarkan kisah-kisah para Nabi dan ajaran positif lainnya. Kegiatan seperti ini membuat waktu puasa terasa lebih bermakna dan tidak sekadar menunggu berbuka.

Karena masih dalam suasana Ramadan, tak ada salahnya kamu menyuruh anak melakukan aktivitas bertema religi seperti Upin dan Ipin tadi. Misalnya, salat berjamaah di masjid bersama teman sebaya atau pergi mengaji di TPA. Dengan begitu, waktu luang mereka dari siang hingga sore tidak hanya dihabiskan untuk memikirkan rasa lapar, tapi juga terisi dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus baik untuk rohani mereka.

6. Atur waktu tidur anak agar lebih awal dan gak kemalaman

membiasakan anak tidur tidak terlalu larut malam agar mudah dibangunkan sahur
membiasakan anak tidur tidak terlalu larut malam agar mudah dibangunkan sahur (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Paling tidak, usahakan anak sudah tidur maksimal pukul 9 malam agar tetap mendapat waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuhnya tidak terlalu lelah saat harus bangun sahur keesokan harinya. Seperti yang dilakukan Kak Ros dan Opah dalam membiasakan Upin dan Ipin tidur tepat waktu tiap malam di ruangan yang gelap dan adem agar mereka merasa nyaman dan kualitas tidurnya terjaga.

Kebiasaan tidur lebih awal juga akan memudahkan anak dibangunkan sahur tanpa drama marah-marah karena kurang tidur. Kalaupun ada kegiatan tarawih, kamu tetap bisa mengajaknya ke masjid bersama, lalu pulang bareng agar anak tidak balik kemalaman karena terlalu asyik bermain dengan temannya. Ini juga sekaligus jadi pembelajaran bahwa bermain tetap ada batas waktunya, meski di keesokan harinya tidak ada jadwal sekolah karena libur Ramadan.

7. Penuhi asupan protein agar anak kuat berpuasa seharian

mencukupi kebutuhan protein dan gizi anak saat sahur agar kuat berpuasa
mencukupi kebutuhan protein dan gizi anak saat sahur agar kuat berpuasa (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kamu tentu tahu bahwa makanan kegemaran Upin dan Ipin adalah ayam goreng, dan menu ini pun gak hanya hadir di hari-hari biasa saja. Tapi Kak Ros juga rutin memasaknya sebagai menu sahur dan berbuka untuk kedua adiknya. Meski benar bahwa esensi puasa adalah agar kita belajar memahami kondisi orang yang kelaparan dan kesulitan, bukan berarti kita lantas sengaja mengabaikan asupan gizi saat sahur. Justru, mempersiapkan tubuh dengan makanan bernutrisi adalah bentuk ikhtiar agar ibadah bisa dijalani dengan optimal dan tidak mudah tumbang di tengah jalan.

Memang, makanan yang digoreng seperti ayam goreng kurang ideal jika disajikan terlalu sering selama bulan puasa. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah kandungan proteinnya yang tinggi tetap bermanfaat bagi tubuh. Kamu bisa menyiasatinya dengan mengolah ayam tanpa terlalu banyak minyak, atau menggantinya dengan sumber protein lain seperti telur, ikan, tahu, dan tempe. Dengan asupan protein yang cukup, anak tidak cepat lemas dan energi lebih stabil sepanjang hari.

Nah, dari kartun seperti Upin & Ipin, terbukti ada banyak pengajaran sederhana tapi bermakna soal ibadah puasa dan aktivitas khas bulan Ramadan yang bisa kita petik. Lewat keseharian mereka, kita diingatkan bahwa untuk mengenalkan puasa pada anak tak harus dengan cara yang kaku atau penuh tekanan, melainkan bisa dilakukan secara bertahap dan menyenangkan. Jadi, sebagai orangtua kamu tak perlu bingung lagi saat ingin mulai melatih anak berpuasa sekaligus mencari cara agar mereka tidak cepat bosan atau mudah menyerah di tengah jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Life

See More