Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengatasi Dinding Lembap di Musim Hujan, Rumah Jadi Lebih Cozy!

illustrasi mengecat dinding
illustrasi mengecat dinding (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya sih...
  • Perbaiki sumber kebocoran sejak awal untuk menghindari kelembapan yang disebabkan oleh atap bocor, retakan tembok, atau saluran air yang bermasalah.
  • Maksimalkan sirkulasi udara dan gunakan cat anti lembap serta anti jamur agar dinding tetap kering dan terawat.
  • Jaga kebersihan dinding secara rutin terutama dinding keramik, tambahkan pelapis anti air pada dinding luar untuk mencegah kelembapan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering kali membawa masalah baru di rumah, salah satunya dinding yang lembap. Air hujan, udara lembap, hingga sirkulasi yang buruk bisa membuat tembok terlihat kusam, berjamur, bahkan mengelupas. Kalau dibiarkan, kondisi ini bukan cuma mengganggu estetika rumah, tapi juga bisa berdampak ke kesehatan.

Supaya rumah tetap nyaman dan dinding tidak cepat rusak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan. Berikut lima tips mengatasi dinding lembap di musim hujan yang efektif dan mudah diterapkan.

1.Perbaiki sumber kebocoran sejak awal

illustrasi menambal retakan dinding
illustrasi menambal retakan dinding (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Langkah pertama yang paling penting adalah mencari sumber kelembapan. Dinding lembap sering kali disebabkan oleh kebocoran atap, retakan tembok, atau saluran air yang bermasalah. Jika sumber airnya tidak dibereskan, dinding akan terus lembap meski sudah dicat ulang.

Cek bagian atap, talang air, dan dinding luar rumah, terutama setelah hujan deras. Retakan kecil sebaiknya segera ditambal agar air tidak merembes masuk dan memperparah kondisi dinding bagian dalam. Kamu bisa isi retakan kecil pada dinding menggunakan dempul atau filler khusus agar air tidak masuki

2.Maksimalkan sirkulasi udara dan pengelolaan udara yang baik

illustrasi menggunakan Dehumidifier
illustrasi menggunakan Dehumidifier (pexels.com/cottonbro studio)

Sirkulasi udara yang buruk membuat kelembapan terjebak di dalam ruangan. Akibatnya, dinding jadi lebih lama kering dan mudah berjamur. Pastikan rumah kamu memiliki ventilasi yang cukup, terutama di area yang rawan lembap seperti kamar mandi dan dapur.

Jika memungkinkan, buka jendela di pagi atau siang hari meski cuaca mendung. Kamu juga bisa menggunakan exhaust fan atau kipas angin untuk membantu mempercepat pengeringan udara di dalam ruangan. Gunakan juga Dehumidifier atau alat penyerap kelembapan udara sangat efektif mengeringkan ruangan.

Hindari menjemur di dalam ruangan, menjemur pakaian di dalam ruangan meningkatkan kelembapan secara drastis. Kamu bisa menjemuh diruangan terpisah yang banyak ventilasi. Selain itu kamu juga bisa meletakkan tanaman hias seperti lidah mertua, lidah buaya, atau sirih gading untuk membantu menyerap kelembapan. 

3.Gunakan cat anti lembap dan anti jamur

illustrasi mengecat dinding
illustrasi mengecat dinding (pexels.com/Maria Ovchinnikova)

Pemilihan cat sangat berpengaruh pada kondisi dinding saat musim hujan. Cat biasa cenderung menyerap air dan membuat dinding cepat rusak. Sebagai solusi, gunakan cat khusus anti lembap dan anti jamur yang dirancang untuk kondisi cuaca ekstrem. Cat jenis ini biasanya membentuk lapisan pelindung yang mencegah air meresap ke dalam tembok. Selain membuat dinding lebih awet, tampilannya juga tetap rapi meski cuaca sering hujan.

Sebelum mengecat dengan lapisan pelindung, bersihkan dulu dinding yang sudah berjamur agar hasilnya lebih meerkat kuat. Gosok permukaan dinding berjamur dengan amplas atau gunakan larutan cuka dan air untuk mematikan jamur secara alami. Setelah dinding kering dan bersih, lapisi kembali dengan cat yang tahan jamur dan alkali.

4.Jaga kebersihan dinding secara rutin terutama dinding keramik

illustrasi menyemprot cairan penghilang jamur
illustrasi menyemprot cairan penghilang jamur (pexels.com/Jonathan Borba)

Dinding yang kotor lebih mudah menyimpan kelembapan. Debu dan noda bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur saat udara lembap. Karena itu, penting untuk membersihkan dinding secara berkala, terutama di sudut-sudut ruangan. Gunakan lap kering atau sedikit lembap untuk membersihkan permukaan dinding.

Jika sudah muncul jamur, segera bersihkan dengan larutan pembersih khusus agar tidak menyebar ke area lain. Area dengan dinding keramik juga sebaiknya tak luput untuk dibersihkan, karena juga akan mempengaruhi dinding di sekitarnya. Umumnya area keramik justru memiliki dinding paling lembap saat sering terkena air, seperti area kamar mandi atau dapur.

5.Tambahkan pelapis anti air pada dinding luar

illustrasi mengecat dinding
illustrasi mengecat dinding (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Dinding luar rumah adalah bagian yang paling sering terkena hujan. Memberikan pelapis anti air atau waterproofing bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah air merembes ke dalam tembok. Pelapis ini membantu menahan air hujan tanpa menghambat dinding untuk “bernapas”.

Hasilnya, bagian dalam rumah tetap kering dan dinding lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Hindari penggunaan cat berbahan dasar minyak (cat minyak) karena proses pengeringannya lama. Jika harus mengecat saat musim hujan, gunakan cat berbahan dasar air (acrylic) untuk interior, dan pastikan proyek eksterior dilakukan saat cuaca cerah dengan kelembapan rendah.

Dengan perawatan yang tepat, dinding rumah kamu bisa tetap kering dan terawat meski musim hujan datang setiap hari. Kuncinya ada pada pencegahan sejak dini dan perawatan rutin, supaya rumah tetap nyaman dan bebas dari masalah lembap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Ide Hadiah untuk Teman yang Baru Pindah Rumah, Fungsional

25 Jan 2026, 10:00 WIBLife