Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengganti Utang Puasa Ramadan di Hari Sibuk Kerja

ilustrasi bekerja di depan laptop
ilustrasi bekerja di depan laptop (freepik.com/marymarkevich)
Intinya sih...
  • Pilih hari di mana kamu punya sedikit pekerjaan
  • Pilih hari senin dan kamis
  • Atur ulang jam kerja pribadi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengganti utang puasa sering terasa berat, terutama bagi kamu yang harus bekerja di siang hari. Sibuknya pekerjaan, mulai dari rapat, deadline kantor, hingga keharusan lembur membuatmu sering menunda untuk mengganti utang puasa. Padahal qadha puasa merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

Oleh karena itu, berpuasa di hari-hari bekerja jadi gak bisa dihindari. Bila ditunda terus menerus akan membuat terlambat mengganti utang puasa, apalagi saat ini sudah menjelang Bulan Ramadan Baru. Berikut beberapa tips mengganti utang puasa di hari sibuk kerja, agar kamu tetap produktif dan gak terganggu.

1. Pilih hari di mana kamu punya sedikit pekerjaan

ilustrasi bekerja di depan komputer
ilustrasi bekerja di depan komputer (pexels.com/olly)

Jangan memaksa untuk mengganti utang puasa Ramadan di hari di mana kamu sedang sibuk-sibuknya. Hari kerja yang penuh dengan meeting maraton dan tenggat deadline ketat kurang cocok untuk berpuasa. Maka pilihlah di hari di mana ritme kerjamu gak terlalu padat.

Saat sibuk bekerja, terutama di hari yang jadwalnya padat, tubuh akan menguras energi lebih banyak. Sementara asupan energi yang kamu dapatkan berhenti total karena berpuasa akan meningkatkan risiko dehidras yang bisa menyebabkan sakit kepala hingga menurunkan konsentrasi.

2. Pilih hari senin dan kamis

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/ivan-s)

Hari Senin dan Kamis adalah pilihan banyak orang untuk mengganti utang puasa. Secara syariat, jika kamu berniat mengganti puasa pada hari-hari yang disunahkan seperti Senin dan Kamis, maka kamu akan mendapatkan dua keutamaan sekaligus. Yaitu membayar utang puasa sekaligus mendapat pahala sunah dari berpuasan Senin dan Kamis.

Selain itu, berpuasa dua kali dalam seminggu secara rutin sangat meringankan tubuh. Yaitu memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, khususnya bagi organ pencernaan. Ditambah, banyak orang melakukan puasa Senin dan Kamis. Jadi, kamu gak merasa sendirian saat membayar utang puasa Ramadan.

3. Atur ulang jam kerja pribadi

ilustrasi membuat jadwal
ilustrasi membuat jadwal (pexels.com/yankrukov)

Karena berpuasa, kamu jadi kehilangan energi dan asupan kalori yang berbeda dari kegiatan sehari-hari ketika kamu gak berpuasa. Kamu akan cenderung lemas karena kadar glukosa dalam darah menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengatur jam kerja pribadi agar tetap produktif saat menqadha puasa.

Pertama, selesaikan tugas yang menggunakan konsentrasi tinggi di waktu pagi. Misalnya jam delapan hingga sebelas adalah waktu yang paling cocok untuk Menyusun laporan dan menganalisis data. Selanjutnya, manfaatkan waktu sore hari untuk tugas-tugas yang membutuhkan sedikit energi seperti membalas email, merapikan dokumen, atau mengarsipkan dokumen.

Terkahir bila kamu punya control pada jadwa pekerjaan, batasi meeting di jam kritis atau setelah pukul 12 siang. Karena di jam-jam ini energi untuk fokus mulai habis. Jika harus meeting, usahakan hanya bersifat mendengarkan, bukan brainstorming yang menguras energi.

4. Mulai dengan satu hari per minggu

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (freepik.com/marymarkevich)

Bagi kamu yang punya jadwal yang padat, memulai membayar utang puasa dengan satu kali dalam satu minggu adalah pilihan yang ideal. Jika sudah lama gak berpuasa, praktik ini bisa menjauhkanmu dari rasa shock. Tentunya, tubuh dapat menyesuaikan diri tanpa mengganggu performa kerja secara drastis.

Berpuasa satu hari per minggu bisa jadi strategi untuk cek ombak. Untuk menentukan apakah kamu bisa menyelesaikan utang puasa tanpa terburu-buru. Jika kamu kuat dan selesai puasa satu hari dalam satu minggu, kamu bisa meningkatkan durasinya menjadi dua kali dalam satu minggu.

5. Persiapkan sahur yang praktis tapi bernutrisi

ilustrasi menyantap makanan (pexels.com/michael-burrows)
ilustrasi menyantap makanan (pexels.com/michael-burrows)

Meskipun hanya mengganti utang puasa yang gak seintens puasa Ramadan, kamu tetap harus memperhatikan asupan nutrisi. Karena asupan nutrisi adalah kunci kamu bisa melalui hari kerja yang super padat dalam sehari.

Jangan hanya makan nasi dan kerupuk. Pastikan kamu juga mengonsumsi protein, sayuran, dan karbohidrat kompleks. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan air putih, yaitu dua gelas saat berbuka, tiga gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Untuk sementara hindari minum kopi, karena kopi bersifat diuretik yang membuatmu cepat dehidrasi.

Mengganti utang puasa perlu dipersiapkan dengan baik, karena kamu sudah lama gak berpuasa. Apalagi di momen-momen menjelang puasa Ramadan. Mengqadha puasa bisa jadi latihan untuk terbiasa dan tetap prima menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa asupan kalori di siang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Biaya Kuliah IPB Terbaru 2026, Simak Sebelum Daftar!

14 Jan 2026, 17:14 WIBLife