Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menghadapi Teman yang Suka Meminjam Uang, tapi Susah Ditagih

ilustrasi meminjam uang ke teman
ilustrasi meminjam uang ke teman (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Tegaskan batasan sejak awal dengan sikap tenang
  • Catat kesepakatan meski hanya secara informal
  • Pilih waktu dan cara yang tepat saat menagih
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masalah pinjam-meminjam uang sering kali jadi ujian paling sensitif dalam pertemanan. Di satu sisi, ada rasa gak enak menolak karena takut dibilang pelit atau gak peduli. Di sisi lain, uang yang gak kembali bisa bikin pikiran kepikiran dan hubungan jadi canggung. Situasi ini makin rumit ketika yang meminjam justru bersikap seolah lupa.

Fenomena ini sebenarnya sangat umum terjadi di lingkungan pertemanan mana pun. Banyak orang terjebak dilema antara menjaga relasi dan menjaga kondisi finansial pribadi. Kalau dibiarkan, masalah kecil ini bisa berubah jadi konflik emosional yang melelahkan. Yuk simak lima cara menghadapi teman yang hobi meminjam uang tapi susah ditagih tanpa harus kehilangan harga diri.

1. Tegaskan batasan sejak awal dengan sikap tenang

ilustrasi laki-laki mengobrol
ilustrasi laki-laki mengobrol (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bersikap baik bukan berarti kamu harus selalu mengalah. Saat ada teman yang ingin meminjam uang, penting untuk menjelaskan batasanmu secara jelas. Kamu berhak mempertimbangkan kondisi keuangan sendiri tanpa rasa bersalah. Sikap tegas justru membantu menghindari salah paham di kemudian hari.

Kamu bisa menyampaikan dengan kalimat sederhana tanpa nada menghakimi. Misalnya dengan menjelaskan bahwa kamu punya kebutuhan lain yang harus diprioritaskan. Cara ini menunjukkan bahwa kamu menghargai diri sendiri sekaligus relasi pertemanan. Batasan yang jelas sering kali jadi langkah awal mengelola keuangan sosial dengan sehat.

2. Catat kesepakatan meski hanya secara informal

ilustrasi perempuan menulis daftar prioritas
ilustrasi perempuan menulis daftar prioritas (freepik.com/freepik)

Banyak orang mengandalkan ingatan dan rasa percaya saat meminjamkan uang pada teman. Sayangnya, hal ini sering jadi celah munculnya masalah saat waktu penagihan tiba. Mencatat kesepakatan, meski hanya lewat chat, bisa jadi pengingat yang adil bagi kedua pihak. Ini bukan soal curiga, tapi soal kejelasan.

Dengan adanya catatan, kamu punya pegangan ketika ingin menagih tanpa merasa canggung. Temanmu pun sulit mengelak karena kesepakatan sudah jelas sejak awal. Cara ini efektif untuk mengurangi drama yang gak perlu. Langkah kecil ini sering diabaikan, padahal dampaknya besar.

3. Pilih waktu dan cara yang tepat saat menagih

ilustrasi laki-laki mengobrol
ilustrasi laki-laki mengobrol (freepik.com/freepik)

Menagih utang gak harus dilakukan dengan nada keras atau penuh emosi. Waktu dan cara penyampaian sangat memengaruhi respons lawan bicara. Pilih momen yang netral agar obrolan bisa berjalan lebih nyaman. Pendekatan yang tepat bisa menjaga komunikasi tetap sehat.

Gunakan kalimat yang lugas tapi sopan agar pesanmu tersampaikan jelas. Fokus pada kesepakatan, bukan pada kesalahan pribadi. Cara menagih hutang seperti ini membantu kamu tetap tenang dan berwibawa. Hubungan pertemanan pun punya peluang lebih besar untuk tetap terjaga.

4. Kenali pola pertemanan yang merugikan

ilustrasi orang mendengarkan
ilustrasi orang mendengarkan (freepik.com/freepik)

Jika seseorang terus-menerus meminjam tanpa niat mengembalikan, ini bisa jadi tanda hubungan yang gak seimbang. Pertemanan seharusnya saling mendukung, bukan membebani satu pihak saja. Mengenali pola ini penting agar kamu gak terus dirugikan secara emosional maupun finansial. Kesadaran ini membantu kamu bersikap lebih objektif.

Bukan berarti kamu harus langsung memutus hubungan. Namun, menjaga jarak emosional bisa jadi langkah perlindungan diri. Tips hadapi teman toxic ini penting agar kamu gak terjebak dalam rasa kasihan berlebihan. Kesehatan mental dan stabilitas keuangan tetap perlu diprioritaskan.

5. Belajar berkata tidak tanpa merasa bersalah

ilustrasi berkata tidak ke teman
ilustrasi berkata tidak ke teman (freepik.com/katemangostar)

Menolak permintaan pinjaman sering terasa lebih sulit daripada menagih. Banyak orang takut dicap egois atau gak setia kawan. Padahal, mengatakan tidak adalah bentuk kejujuran pada diri sendiri. Kamu gak wajib menyelamatkan masalah finansial orang lain.

Belajar berkata tidak dengan tenang adalah keterampilan sosial yang penting. Kamu bisa tetap bersikap ramah tanpa harus mengorbankan kondisi pribadi. Semakin sering kamu melatihnya, semakin ringan rasanya. Ini salah satu cara menjaga keuangan sosial tetap sehat dalam jangka panjang.

Menghadapi teman yang susah mengembalikan uang memang gak pernah mudah. Namun, dengan sikap tegas dan komunikasi yang tepat, kamu bisa melindungi diri tanpa harus memicu konflik besar. Pertemanan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, bukan tekanan. Yuk jaga hubungan dan keuanganmu dengan lebih sadar mulai sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

Arti Nama Adik Natsuki-Ritsuki Ueno Family, Maknanya Cantik!

15 Jan 2026, 22:45 WIBLife