Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Agar Rumah Tetap Aman saat Lama Ditinggalkan, Pasang CCTV!
ilustrasi wanita (pexels.com/Liza Summer)

Dengan berbagai hal tak terduga dalam hidup, bukan sesuatu yang tidak mungkin kalau suatu saat kamu harus meninggalkan rumah dalam waktu tertentu. Entah itu karena tuntutan pekerjaan atau kondisi darurat yang mengharuskan pergi jauh dalam waktu lama. 

Perginya sih tidak masalah, tapi meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dalam waktu lama itulah yang sering bikin kepikiran. Sehingga kamu harus memastikan keamanan rumah sebelum pergi, mulai dari memasang kamera CCTV hingga mempekerjakan security, berikut ini adalah beberapa tips agar rumah tetap aman saat lama ditinggalkan. Simak baik-baik, ya! 

1. Pilih area tempat tinggal yang aman

ilustrasi beli rumah (pexels.com/Kindel Media)

Memastikan keamanan rumah jika ditinggal lama sebenarnya dimulai dari sejak awal memilih rumah yang mau ditinggali. Karena beda tipe rumahnya maka berbeda juga tingkat keamanannya, kan. 

Rumah bertipe apartemen, rumah biasa di pemukiman masyarakat, komplek biasa hingga elite, semuanya ada tingkat keamanannya sendiri. Jadi kalau misalnya hidupnya berpindah-pindah atau ada bepergiannya dalam waktu lama makan disarankan untuk memilih tempat tinggal yang keamanannya terjamin. 

2. Pasang CCTV

ilustrasi kamera CCTV (pexels.com/Cottonbro)

Tips lainnya untuk menjaga keamanan rumah saat ditinggal lama ialah dengan memasang kamera pengawas atau CCTV. Jenis kamera yang sudah tak asing lagi untuk ada di tempat yang perlu keamanan ekstra, tidak hanya terbatas pada kantor tapi juga rumah. 

Apalagi kalau rumahmu cukup mewah dan ada banyak barang berharga di dalamnya, memasang kamera pengawas jadi hal yang wajib. Karena dengan kecanggihan teknologi, kamu bahkan bisa mengecek dan mengawasi rumah dari jarak jauh dengan kamera yang dipasang di rumah. 

3. Pekerjakan security

ilustrasi polisi (pexels.com/Kindel Media)

Tips yang ketiga untuk benar-benar menjaga keamanan rumahmu ketika lama ditinggal ialah dengan mempekerjakan security. Yang mana cara ini lebih efektif untuk menjaga keamanan rumah secara keseluruhan. 

Karena tugas security bukan hanya duduk di depan rumah untuk menjaga, tapi juga berkeliling dan memeriksa apakah ada hal mencurigakan seperti gerak-gerik percobaan pencurian atau lain sebagainya. Tapi tentu saja hal ini membutuhkan biaya ekstra untuk memperkerjakan security yang bagus kerjanya. 

4. Titip amanah ke orang sekitar untuk bantu menjaga rumahmu saat ditinggal pergi

ilustrasi bersalaman (pexels.com/Alena Darmel)

Tips keempat ialah dengan menitipkan amanah pada orang sekitar untuk membantu menjaga rumahmu ketika ditinggal. Biasanya dilakukan kalau tinggal di pemukiman warga biasa yang mana berdekatan dengan para tetangga. 

Tetangga adalah saudara dan orang terdekat yang bisa menolong jika terjadi sesuatu, termasuk untuk dimintai tolong menjaga dan mengawasi rumah. Karena apapun yang terjadi di rumahmu kemungkinan dilihat dan diketahui tetangga sekitar, kan. 

5. Minta saudara untuk tinggal sementara di rumahmu

ilustrasi sendirian (pexels.com/Vlada Karpovich)

Tips terakhir untuk menjaga rumahmu tetap aman saat ditinggal dalam waktu lama ialah dengan meminta saudara untuk menempati sementara. Yang mana kamu bisa minta tolong pada kakak, adik, atau bahkan saudara lainnya yang bisa dimintai untuk tinggal di rumahmu. 

Tapi cara ini menjadi kendala kalau kamu tinggal jauh dengan mereka alias punya rumah di perantauan. Karena gak mungkin merepotkan mereka untuk tinggal di rumahmu sedangkan mereka punya hidup dan pekerjaan sendiri yang jauh dari tempatmu, kan. 

Saat harus pergi jauh dalam waktu lama pasti rumah yang ditinggalkan jadi beban pikiran tersendiri. Tapi setidaknya keamanan bisa lebih terjamin dengan lima tips tadi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team