Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Tetap Produktif Saat Puasa Tanpa Kehabisan Energi, Catat!
ilustrasi sekumpulan teman sedang berjalan (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Artikel menekankan pentingnya menjaga energi selama puasa dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, termasuk konsumsi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta cukup cairan.
  • Ditekankan pula pengaturan tidur yang baik agar tubuh tetap segar, seperti tidur lebih awal setelah tarawih dan memanfaatkan power nap singkat di siang hari.
  • Manajemen waktu kerja, olahraga ringan menjelang berbuka, serta menjaga pikiran positif menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga sepanjang bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berpuasa bukan berarti harus mengorbankan produktivitas. Meski tubuh gak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, aktivitas harian tetap bisa berjalan optimal jika diimbangi dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, serta pengaturan waktu istirahat yang cukup. Kunci utamanya adalah menjaga energi agar tetap stabil sepanjang hari.

Dengan strategi yang sederhana seperti memilih makanan bergizi seimbang, mengatur prioritas pekerjaan, dan memanfaatkan waktu istirahat secara efektif, kamu bisa tetap fokus dan bertenaga selama puasa. Berikut beberapa tips agar tetap semangat saat puasa dilansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

1. Strategi saat sahur dan buka puasa

ilustrasi pasangan muslim senang makan bersama (pexels.com/Thirdman)

Pilihan makanan sangat menentukan ketersediaan energi selama 13–14 jam berpuasa. Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum, atau oatmeal karena dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama. Lengkapi juga dengan protein berkualitas, seperti telur, daging tanpa lemak, ikan, atau kacang-kacangan untuk membantu menjaga rasa kenyang dan massa otot.

Pastikan juga kebutuhan cairan terpenuhi dengan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur. Hindari makanan terlalu manis, gorengan, serta makanan asin atau pedas berlebihan karena dapat memicu rasa haus dan penurunan energi drastis.

2. Atur pola tidur dan istirahat

ilustrasi tidur (pexels.com/Ron Lach)

Selanjutnya, jangan lupa juga untuk mengatur pola istirahat yang sehat. Kurang tidur menjadi penyebab utama rasa lemas saat berpuasa dan beraktivitas di siang hari. Usahakan tidur lebih awal setelah salat tarawih agar mendapatkan waktu istirahat utama minimal 4–5 jam sebelum sahur.

Manfaatkan power nap atau tidur siang sejenak selama 15–20 menit di siang hari untuk membantu memulihkan fokus dan menyegarkan pikiran. Selain itu, hindari tidur langsung setelah sahur, beri jeda 2–3 jam agar pencernaan berjalan optimal dan mencegah gangguan lambung.

3. Atur manajemen waktu dan aktivitas

ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/Thirdman)

Sesuaikan beban kerja dengan kondisi tubuh kamu saat berpuasa. Kerjakan tugas-tugas berat di pagi hari karena fokus biasanya masih optimal beberapa jam setelah sahur.

Kamu juga bisa tetap lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan selama 15–30 menit menjelang berbuka untuk menjaga stamina. Jika memungkinkan, kurangi aktivitas luar ruangan di bawah terik matahari guna mencegah dehidrasi.

4. Menjaga pikiran posiif

ilustrasi meditasi (pexels.com/Andrea Picquadio)

Selain memerhatikan kesehatan fisik, kesehatan mental juga berperan penting dalam produktivitas kamu selama berpuasa. Hindari stres berlebihan dan kelola ekspektasi dengan bijak.

Gunakan waktu luang untuk aktivitas yang menenangkan seperti membaca, berzikir, tadarus Al-Qur'an, atau beribadah agar pikiran tetap tenang dan energi lebih terjaga sepanjang hari. Selain itu, menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa juga bisa jadi ide kegiatan menyenangkan lainnya.

Dengan pola makan yang tepat, istirahat cukup, manajemen waktu yang baik, serta mentalitas positif, puasa bukan penghalang untuk tetap produktif. Justru, dengan pengaturan yang seimbang kamu dapat menjalani hari-hari Ramadan dengan energi yang terjaga dan aktivitas yang tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team