Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Trik Maksimalkan Ruang Kecil lewat Modular Furniture dan Smart Storage

ilustrasi ruang vertikal dapur (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi ruang vertikal dapur (freepik.com/pvproductions)
Intinya sih...
  • Pilih modular furniture yang bisa berubah fungsi
  • Manfaatkan storage tersembunyi di furnitur
  • Gunakan sistem modular vertikal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tinggal di ruang kecil sering bikin orang merasa serba terbatas. Barang cepat menumpuk, ruangan terasa sempit, dan gerak jadi gak leluasa. Banyak orang akhirnya pasrah dengan kondisi rumah mungilnya. Padahal, ruang kecil bukan berarti gak bisa nyaman. Kuncinya ada pada cara mengatur dan memilih furnitur. Di sinilah modular furniture dan smart storage punya peran besar.

Konsep hunian modern sekarang gak lagi soal luas, tapi soal fungsi. Ruang kecil justru menantang kita untuk lebih kreatif. Dengan pilihan furnitur yang tepat, satu ruangan bisa punya banyak fungsi. Smart storage membantu menyembunyikan barang tanpa membuat rumah terlihat penuh. Modular furniture memberi fleksibilitas yang jarang disadari. Yuk, kita bahas trik-triknya satu per satu.

1. Pilih modular furniture yang bisa berubah fungsi

ilustrasi furnitur rumah
ilustrasi furnitur rumah (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Modular furniture dirancang untuk beradaptasi dengan kebutuhan ruang. Sofa bisa berubah jadi tempat tidur atau kursi tambahan. Meja makan bisa dilipat saat gak digunakan. Lemari modular bisa disusun ulang sesuai kebutuhan. Ini membuat satu furnitur punya lebih dari satu peran. Ruang kecil jadi terasa lebih lega.

Namun, gak semua modular furniture cocok untuk semua ruang. Ukuran dan proporsi tetap harus diperhatikan. Furnitur yang terlalu besar justru membuat ruangan makin sempit. Selain itu, fungsi ganda harus benar-benar sering dipakai. Jika gak, furnitur hanya jadi pajangan mahal. Jadi, pilih modular furniture yang realistis dengan kebutuhan harian.

2. Manfaatkan storage tersembunyi di furnitur

ilustrasi kamar tidur
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Photographer Liam Gillan)

Smart storage sering hadir dalam bentuk yang gak disadari. Tempat tidur dengan laci di bawahnya adalah contoh paling umum. Bangku dengan ruang penyimpanan di dalam juga sangat fungsional. Meja kopi dengan kompartemen tersembunyi bisa menyimpan banyak barang. Semua ini membantu mengurangi kebutuhan lemari tambahan. Ruangan pun terlihat lebih rapi.

Masalahnya, storage tersembunyi sering jadi tempat menimbun barang. Barang jarang dipakai malah makin sulit diakses. Jika gak diatur, isi storage bisa berantakan. Smart storage tetap butuh manajemen. Gunakan hanya untuk barang yang memang perlu disimpan. Dengan begitu, fungsi penyimpanan tetap optimal.

3. Gunakan sistem modular vertikal

ilustrasi ruang kerja minimalis (freepik.com/kjpargeter)
ilustrasi ruang kerja minimalis (freepik.com/kjpargeter)

Ruang kecil sering kekurangan area lantai, bukan dinding. Inilah kenapa penyimpanan vertikal sangat penting. Rak modular yang bisa disusun ke atas sangat membantu. Dinding bisa dimanfaatkan tanpa membuat ruangan sesak. Sistem ini cocok untuk buku, dekorasi, atau peralatan kerja. Ruang lantai tetap lega untuk aktivitas.

Namun, penyimpanan vertikal perlu penataan visual yang rapi. Rak yang terlalu penuh bisa membuat ruangan terasa berat. Kombinasi ruang kosong dan isi sangat penting. Jangan semua dinding dipenuhi rak. Pilih satu atau dua area utama saja. Dengan begitu, ruangan tetap terasa seimbang.

4. Gunakan furnitur modular yang mudah dipindah

ilustrasi kamar
ilustrasi kamar (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Furnitur modular biasanya lebih ringan dan fleksibel. Ini memudahkan kamu mengubah layout ruangan. Saat butuh ruang lebih, furnitur bisa dipindah atau disusun ulang. Ini sangat berguna untuk ruang multifungsi. Ruang tamu bisa berubah jadi ruang kerja atau ruang santai. Fleksibilitas ini sangat berharga di ruang kecil.

Namun, furnitur yang terlalu ringan kadang kurang stabil. Kualitas bahan perlu jadi perhatian utama. Jangan hanya fokus pada desain dan fleksibilitas. Pastikan furnitur tetap kokoh saat digunakan. Modular yang baik adalah yang seimbang antara fungsi dan kualitas. Dengan begitu, ruang kecil tetap aman dan nyaman.

5. Maksimalkan sudut ruangan dengan smart storage

ilustrasi sudut tangga
ilustrasi sudut tangga (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Sudut ruangan sering terabaikan dan dibiarkan kosong. Padahal, sudut bisa jadi area penyimpanan efektif. Lemari sudut atau rak L-shape sangat membantu. Area yang tadinya gak terpakai jadi fungsional. Ini menambah kapasitas storage tanpa mengganggu ruang utama. Ruangan kecil jadi lebih efisien.

Namun, desain sudut harus disesuaikan dengan alur gerak. Jangan sampai furnitur sudut menghalangi akses. Ukur dengan teliti sebelum membeli atau memasang. Sudut yang salah desain bisa bikin ruangan terasa sempit. Smart storage harus mendukung kenyamanan, bukan mengorbankannya. Perencanaan jadi kunci utama.

6. Pilih modular furniture dengan desain visual ringan

ilustrasi furnitur lemari dan aksesoris minimalis (pexels.com/Monoar Rahman)
ilustrasi furnitur lemari dan aksesoris minimalis (pexels.com/Monoar Rahman)

Desain furnitur sangat memengaruhi persepsi ruang. Modular furniture dengan kaki terbuka terlihat lebih ringan. Warna netral dan terang membantu ruangan terasa luas. Material transparan seperti kaca atau akrilik juga memberi efek lega. Semua ini penting untuk ruang kecil. Visual yang ringan membuat ruangan gak terasa penuh.

Namun, desain ringan bukan berarti membosankan. Banyak modular furniture punya desain menarik dan modern. Kombinasi fungsi dan estetika sangat mungkin dilakukan. Yang penting adalah konsistensi gaya. Jangan mencampur terlalu banyak desain berbeda. Dengan visual yang selaras, ruang kecil terasa lebih nyaman dan rapi.

Ruang kecil bukan halangan untuk hidup nyaman dan fungsional. Dengan modular furniture dan smart storage, keterbatasan bisa diubah jadi keunggulan. Kuncinya ada pada perencanaan dan kesadaran kebutuhan. Bukan soal punya banyak furnitur, tapi furnitur yang tepat. Ruang kecil justru melatih kita hidup lebih efisien.

Kalau selama ini ruang kecil terasa sumpek, mungkin bukan karena ukurannya. Bisa jadi karena furnitur dan penyimpanan belum optimal. Mulailah dari satu perubahan kecil yang paling terasa. Dengan pilihan yang tepat, ruang kecil bisa terasa lega dan fleksibel. Rumah pun jadi tempat pulang yang benar-benar nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

8 OOTD Couple ala Aurelie Moeremans dan Tyler Bigenho, Romantis!

20 Jan 2026, 20:45 WIBLife