Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Untuk Jiwa yang Hangat

Untuk Jiwa yang Hangat
pexels.com

Aku belum tahu kepada siapa tulisan ini tertuju, aku belum tahu siapa pemilik jiwa hangat dengan senyuman ramah yang aku dambakan sejak dulu kala.

Kata-kataku hanya akan berasal dari hati tulus, bukan untuk mencari perhatian siapapun. Hanya, dengan diam-diam aku berharap tulisan ini akan terbaca dan dipahami oleh seseorang dengan jiwa hangat dan senyuman ramah yang ia berikan untuk semua makhluk yang pernah, sedang, dan akan mengelilinginya.

“Jiwa hangat.” Begitu, aku mengatakannya saat teman-temanku menanyaiku tentang sosok yang dalam harapanku akan menemaniku, memberi warna pada hidupku, berusaha membuatku senang, seseorang yang aku butuhkan dan membutuhkanku, seseorang yang membahagiakanku dan bersyukur untuk mengarungi hidup bersamaku.

Aku senang dalam keadaan sederhana, namun penuh dengan kasih sayang yang sejatinya lebih berharga. Aku bersedih dalam keadaan yang penuh pertikaian, masalah yang dibesar-besarkan, perhatian yang digampangkan, kasih sayang yang dikecil-kecilkan.

Aku suka memanfaatkan waktuku untuk memberi perhatian pada langit sore dengan mega yang menghangatkan hati, juga kawanan burung yang enggan menghampiriku meski setiap sore ku sorotkan mataku untuk menangkap terbangnya. Aku melakukannya sambil memainkan imajinasiku tentang seseorang dengan hangat jiwa di setiap hembusan nafasnya.

Sesungguhnya, hidup ini bukan hanya mencari ketenangan, namun juga menciptakan ketenangan. Maka, hidupku ini juga bukan hanya tentang mencarinya, namun juga senantiasa tentang bagaimana agar suatu saat bukan hanya dia yang dapat membuatku bahagia, akupun bisa membuatnya nyaman dan tenang selama kami bersatu saling menguatkan.

Kepada jiwa hangat yang aku dambakan, aku yakin bahwa telah kau titipkan perasaan rindu dan ingin bertemu ini bukan dengan tanpa sengaja. Sehingga tidak pernah aku berkecil hati selama menjaga apa yang engakau titipkan untuk masa depan kita. Jangan khawatir, aku berjanji padamu akan selalu berusaha tumbuh menjadi seorang  gadis dengan jiwa hangat sama sepertimu. Menjadi sosok unik yang baik hati, menerima kekurangan  diri sendiri dan orang lain, lalu punya pandangan hidup yang berujung pada kedamaian semua makhluk.

Sebenarnya, dengan atau tanpa kau sadari. Pun, aku menitipkan rindu padamu. Bukan tanpa alasan, karena rindu dan harapan akan membuat pertemuan kita nanti menjadi sebuah keajaiban seperti mega di langit sore yang menghangatkan dan kawanan burung yang kau perhatikan namun enggan menghampirimu.

Keyakinan akan mengantarkan kita pada waktu yang tepat.

Kubiarkan rindu dan harap yang lebih dulu kau tiupkan sebelum pertemuan tumbuh subur di hidupku, supaya pada waktu yang tepat untukmu dan untukku, semua akan terjadi lebih indah dari yang pernah kita harapkan sebelumnya.

Share
Topics
Editorial Team
Aprilyana Sari
EditorAprilyana Sari
Follow Us