poster promosi Yuk Tukoni (instagram.com/yuktukoni)
Pastinya memulai Yuk Tukoni yang merupakan gagasan baru dan belum teruji bukanlah hal yang mudah. Perjuangan Yuk Tukoni menggandeng pengusaha F&B di Yogyakarta juga membutuhkan banyak usaha.
Namun Eri dan kawan-kawan gak mudah menyerah. Mereka yakin bahwa niat baiknya akan membuahkan hasil. Yuk Tukoni membuktikannya dengan menyusun strategi serta menawarkan solusi konkret dari masalah yang sedang dihadapi para pedagang, yakni menarik pembeli.
Eri dan kawan-kawan mendatangi koleganya satu persatu sambil menawarkan ide. Mereka bersedia membantu para pengusaha kecil dengan marketing, mempercantik packaging, bahkan mengajari cara membuat produk makanan yang dijual bisa tahan lama dan tetap layak dikirim ke banyak tempat.
Setelah menyulap produk makanan menjadi lebih menarik dan awet, Yuk Tukoni kini siap mengirimkannya ke berbagai lokasi. Distribusi makanan beku ini dimulai dengan wilayah di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta terlebih dahulu.
Untuk menarik konsumen, awalnya Yuk Tukoni memanfaatkan jaringan Whatsapp dengan skema "membeli dagangan kawan". Yuk Tukoni juga memberikan promo gratis ongkir untuk pengiriman di bawah jarak 10 kilometer. Strategi terus berkembang hingga akhirnya Yuk Tukoni juga menerima pesanan lewat instagram serta meluncurkan toko online.
Beberapa kawan pengusaha F&B dengan telaten menerima ide Yuk Tukoni dan bersama mengusahakan sistem distribusi kreatif ini menjadi nyata. Namun ada juga yang enggan melakukan perubahan dan tetap menjalankan usaha sambil berpasrah di tengah pandemik COVID-19.
Eri menganggap hal tersebut adalah wajar, ketika suatu ide diterima atau ditolak. Meskipun demikian, perlahan Yuk Tukoni mampu membuktikan manfaatnya bagi para pengusaha F&B yang mau ikut berjuang bersamanya. Eri dan kawan-kawan pun merasa lega karena niat baiknya berbuah manis.
"Dampak nyata yang paling terlihat, UMKM kembali bernapas," ungkap Eri.