ilustrasi belajar mendengarkan pasangan (pexels.com/Timur Weber)
Saat pekerjaan kantor terasa sangat menuntut, kamu mungkin akan sulit tetap bertanggung jawab melakukan pekerjaan rumah tangga. Masalah ini mulanya mungkin hanya pada tugas-tugas kecil seperti mencuci piring hingga memesan bahan masakan yang pasangan masih abaikan, karena memahami betapa lelahnya kamu. Namun, jika berlangsung lama dapat membuat kebiasaan baru.
Akhirnya, pasangan pun merasa kesal dan lelah setelah merasa semua pekerjaan rumah tangga harus dilimpahkan padanya. Solusinya, kamu harus melakukan percakapan terbuka dengan pasangan, jika kamu memang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sebenarnya tanggung jawabnya. Namun, saat diskusi ini berlangsung kamu harus tetap terbuka terhadap perspektif dari pasangan.
Menyadari bagaimana tekanan pekerjaan dapat meluas dan mengganggu harmoni dalam rumah tangga itu penting. Dengan begitu kamu bisa lebih mengidentifikasi akar masalah dan bersama-sama dengan pasangan mencari solusinya. Setidaknya, untuk meminimalkan tekanan dan stres yang diperoleh dari dunia kerja, agar tidak berdampak pada hubungan.