Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Kerja Bareng Mantan
ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/Jack Sparrow)
  • Artikel membahas situasi ketika seseorang harus bekerja bersama mantan pacar dan pentingnya menjaga profesionalitas di lingkungan kerja.

  • Ditekankan perlunya melupakan masa lalu, bersikap tenang, serta menghindari munculnya kembali perasaan yang bisa mengganggu pekerjaan.

  • Jika kondisi emosional terlalu berat, resign disebut sebagai pilihan terakhir demi menjaga kenyamanan dan reputasi profesional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada saja hal-hal yang gak bisa kamu perkirakan dalam hidup ini. Salah satunya adalah bertemu dengan mantan pacar setelah sekian tahun berpisah. Yup, bertemu dengan mantan pacar bisa terjadi di mana saja, baik di lingkuangan pergaulan, lingkungan pendidikan, atau bahkan di kantor.

Siapa sangka ketika memulai karir baru di sebuah perusahaan ternyata kamu bertemu dengan mantan pacar yang juga bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan, bisa jadi kamu dan mantan tergabung dalam satu divisi atau unit kerja yang sama. Perasaan yang pertama timbul pastilah rasa canggung dan aneh. Namun, ingatlah kembali bahwa kamu tengah berada di lingkungan profesional yang menuntut kinerja maksimal tanpa menghiraukan urusan pribadi. Sekalipun terasa sulit, namun kegigihanmu tengah diuji. Nah, berikut adalah hal-hal yang harus kamu lakukan ketika terpaksa bekerja sama dengan mantan. Yuk, simak!

1. Lupakan dulu urusan di masa lalu

ilustrasi bekerja dalam tim (pexels.com/Yan Krukau)

Untuk bisa bersikap profesional, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melupakan tentang apa yang terjadi di masa lalu. Entah kenangan sedih atau bahagia, keduanya harus kamu lupakan ketika sedang di kantor.

Bahkan, jika dahulu kamu dan mantan pernah terlibat permusuhan atau pertengkaran besar sekalipun, harus benar-benar dilupakan ketika sedang berada di kantor. Kamu dan mantan harus bisa bekerja sama secara profesional tanpa mencampuradukkan masalah kantor dan masalah pribadi.

2. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dan rileks

ilustrasi bekerja profesional (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kamu mungkin akan merasa canggung ketika harus berdiskusi atau mengobrol dengan mantan. Pasalnya, kamu tentu merasa pernah sangat dekat dengan mantan. Namun, untuk menjaga hubungan profesional, kamu harus bisa bersikap tenang dan rileks selayaknya tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu.

Berbicaralah selayaknya rekan kerja yang tengah membicarakan pekerjaan. Tidak perlu canggung, anggaplah mantan sama seperti rekan kerja kamu yang lain.

3. Jangan coba-coba bermain api

ilustrasi kerja bareng mantan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Gak menutup kemungkinan akan tumbuh benih-benih rasa antara kamu dan mantan. Apalagi, jika ternyata perpisahan terdahulu gak didasari permasalahan serius atau pertengkaran yang berarti. Terlebih, jika kamu dan mantan masih sama-sama sendiri.

Namun, yang perlu diingat adalah adanya kemungkinan bahwa rasa yang kembali muncul tersebut akan mempengaruhi kerja sama antara kamu dan mantan di kantor. Jangan sampai kamu dan mantan justru sibuk dengan perasaan dan kenangan masa lalu, sehingga melupakan tugas dan pekerjaan. Hal ini jelas fatal dan harus dihindari. Jangan sampai kamu atau mantan harus kehilangan pekerjaan akibat kelalaian tersebut.

Selain itu, hal yang lebih parah mungkin saja terjadi, yaitu ketika kamu dan mantan mulai saling tertarik padahal masing-masing sudah memiliki pasangan baru. Ini tentu harus dihindari. Sebaiknya, kamu bisa bersikap bijaksana dalam menghadapi hal semacam ini. Jangan sampai perasaan dapat mengaburkan logika dan pikiran. Selain bisa merusak hubungan dengan pasangan yang tengah dijalani, hal ini juga bisa merusak reputasimu di kantor.

4. Opsi resign bisa jadi pilihan terakhir

ilustrasi memilih resign (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Secara teoritis, masalah ini mungkin terkesan lebih simpel. Namun, perasaan memang seringkali lebih hebat dari logika manusia. Yup, jika kamu merasa tidak sanggup untuk bekerja sama dengan mantan, maka keputusan untuk resign perlu untuk kamu pertimbangkan segera. Sekalipun berat, cara ini tergolong lebih aman daripada kamu harus merasa sedih atau kesal ketika berhubungan dengan mantan di kantor. Kuncinya, pastikan kamu sudah berpikir matang dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum akhirnya memilih untuk resign.

Itu tadi empat hal yang harus kamu lakukan ketika bekerja sama dengan mantan. Bagaimana pun, masalah ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak ada solusi. Cara-cara di atas bisa kamu terapkan demi bisa menjalankan pekerjaan dan melanjutkan perjalanan karirmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team