5 Alasan Kamu Lebih Membuka Diri dengan Sahabat Dibanding Keluarga

Sebagian besar orang memilih untuk terbuka dengan sahabatnya dibanding keluarganya sendiri, bahkan perilakunya sangat berbanding terbalik ketika berada di lingkungan yang berbeda.
Keterbukaan ini sebenarnya terjadi bukan tanpa alasan, sedikitnya ada lima alasan kamu lebih membuka diri dengan sahabat dibanding keluarga sendiri. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan di bawah ini.
1. Waktu bersama sahabat cenderung lebih banyak dibanding keluarga sendiri

Tidak sedikit orang yang merasa bahwa waktu bersama sahabat cenderung lebih banyak dibanding keluarga sendiri, faktor kesibukan menjadi salah satu faktor utama mengapa banyak waktu yang terbuang begitu saja.
Hal inilah yang menyebabkan kamu tidak bisa membuka diri dengan keluarga, terlalu sedikit waktu yang didapatkan sehingga kamu tidak punya banyak kesempatan untuk sekadar bercengkerama atau mencurahkan isi hati.
2. Kamu tidak ingin mendapat kritik secara kasar atau terang-terangan dari keluarga

Membuka diri dengan keluarga memang penuh dengan risiko, baik buruknya kamu tidak selamanya ditoleransi dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan keterbukaanmu pada keluarga tertahan begitu saja.
Kamu tidak ingin mendapat kritik secara kasar atau terang-terangan dari keluarga, makanya sahabat menjadi opsi lain untuk sekadar membuka diri dan mendeskripsikan diri kamu yang sesungguhnya.
3. Tidak terlalu memalukan ketika dirimu yang sebenarnya diketahui sahabat sendiri

Pada dasarnya, setiap orang memiliki sisi baik dan buruk dalam hidupnya, bahkan terkadang ada sisi memalukan yang sangat dijaga kerahasiaannya. Namun, sisi memalukan ini biasanya lebih diketahui sahabatnya sendiri dibanding keluarga.
Kita berpikir bahwa tidak terlalu memalukan ketika dirimu yang sebenarnya diketahui sahabat sendiri, setidaknya hal ini bisa dianggap sebagai candaan dan bukan sesuatu yang perlu disimak secara serius.
4. Lebih mudah untuk berkomunikasi karena tidak ada perbedaan kedudukan di antara keduanya

Kedudukan bisa menjadi pembatas dalam membuka diri, kamu enggan membuka diri di hadapan keluarga karena tidak ada kesetaraan dalam hal komunikasi.
Kamu merasa lebih baik ketika membuka diri di hadapan sahabat dibanding keluarga, setidaknya tidak ada perbedaan kedudukan antara satu sama lain yang dapat membuat keterbukaan menjadi terasa tidak canggung.
5. Sahabat lebih paham bagaimana cara menyikapi keterbukaan dibanding keluarga sendiri

Sikap keluarga terhadap keterbukaan biasanya sangat sensitif dan tidak bisa menyikapinya dengan baik, bahkan terkesan kurang cocok jika dibandingkan dengan sahabat sendiri.
Setidaknya sahabat lebih paham bagaimana cara menyikapi keterbukaan, tidak membuat keterbukaan tersebut sebagai objek yang dapat dianggap remeh atau disepelekan.
Itu dia deretan alasan kamu lebih membuka diri dengan sahabat dibanding keluarga sendiri. Meski keluarga adalah orang terdekat, bukan berarti membuka diri di hadapan keluarga menjadi opsi yang mudah dipilih.