5 Alasan Kenapa Status Lajang Bikin Kamu Nelangsa, Umur Gak Lagi Muda!

Sebagian orang ada yang menyambut status lajang dengan senang. Senang karena bisa melakukan banyak hal dengan bebas tanpa mesti izin ini itu dulu dengan pasangan, atau diribetkan dengan drama dalam hubungan.
Namun, ada sebagian lagi yang bersedih dengan status jomlo yang disandang. Mengapa bisa sedih? Bisa jadi lima alasan berikut menjadi penyebabnya.
1. Pemikiran di usia tertentu harus sudah menikah

Hal pertama yang bisa jadi penyebab kamu nelangsa dengan status jomlo yang belum juga berubah, yakni kekhawatiran akan usia. Kamu terlanjur meyakini bahwa di usia tertentu (misalnya 30 tahun) seseorang harusnya sudah menikah. Inilah penyebab kamu panik ketika usia sudah gak lagi muda.
Bila kamu percaya bahwa jodoh itu misteri dan manusia gak punya hak prerogatif untuk mengaturnya, maka gak perlu meribetkan diri dengan mematok sendiri batasan kapan menikah. Buat apa terburu-buru menikah, tapi ternyata salah pilih pasangan. Ingat, penyesalan selalu datang belakangan. So, chill out!
2. Merasa kamu gak layak dicintai

Penyebab selanjutnya kamu merasa sedih dengan status lajang, yakni mengukur layak tidaknya dicintai dengan kehadiran pasangan. Kamu berasumsi sendiri bahwa belum hadirnya pasangan menunjukkan kalau dirimu gak layak dicintai.
Duh, sebaiknya pemikiran ini dibuang jauh-jauh, ya. Kalau kamu masih menyimpan cara pandang tersebut, sekalipun sudah punya pasangan kemungkinan besar hubunganmu gak akan baik. Kenapa bisa begitu?
Bagaimana pasangan memperlakukanmu umumnya tercermin dari caramu memperlakukan diri sendiri. Perasaan gak layak dicintai membuatmu rentan terjebak pada hubungan toksik, karena terlalu mendewakan pasangan nantinya.
3. Merasa tertinggal dengan teman-teman lain

Sering kali yang bikin hidup ini terasa rumit akibat cara pandangmu sendiri yang melihat hidup sebagai sebuah kompetisi. Termasuk dari caramu menyikapi ada tidaknya pasangan. Orang yang sudah menikah atau punya pasangan dianggap lebih “berprestasi” atau unggul dibanding yang masih sendiri.
Pemikiran seperti ini berbahaya, lho. Kamu jadi cenderung menggampangkan pernikahan. Gak benar-benar dipertimbangkan siapa yang akan jadi pasangan. Hal yang terpenting status berubah dari single menjadi double. Repot jika ternyata salah pilih partner seumur hidup, lho.
4. "Keracunan" media sosial

Keseringan melihat pasangan yang couple goals, membuat kamu jadi iri dengan mereka dan meratapi kondisi status yang masih sendiri. Padahal, tampak bahagia di timeline belum tentu itu yang terjadi di kehidupan nyata.
“Keracunan” media sosial inilah yang kerap mendorongmu membanding-bandingkan apa yang dipunya orang lain dan absen di kehidupanmu. Padahal, bisa jadi orang yang sudah punya pasangan iri dengan kehidupan sendiri yang kamu jalani saat ini karena dianggap jauh lebih bebas. Memang rumput tetangga selalu lebih hijau, deh.
5. Meyakini status menikah jauh lebih bahagia daripada sendiri

Mindset yang keliru lagi-lagi penyebab kamu jadi nelangsa dengan status jomblo yang sedang dijalani. Beranggapan kalau menikah itu pasti jauh lebih bahagia daripada sendiri membuatmu merasa ada yang kurang lengkap dengan kondisi sekarang.
Padahal, bisa jadi ada hati yang menangis di luar sana karena susah keluar dari hubungan toksik. Makanya, jangan terlalu mudah berasumsi. Apa yang kamu lihat bahagia di kehidupan orang lain, belum tentu seperti itu kenyataannya. Maka dari itu, syukuri saja momen saat ini.
Apa yang kamu pikirkan akan memengaruhi apa yang kamu rasakan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan pola pikir yang kamu yakini. Buang jauh pemikiran negatif terkait status sendiri biar kamu gak sedih terus.