Ada fase dalam hubungan ketika seseorang memilih diam daripada berbicara. Sikap seperti ini sering disebut silent treatment, sebuah kondisi saat komunikasi diputus secara sengaja untuk memberi jarak, menghukum, atau menghindari konflik. Situasi tersebut terasa melelahkan karena keheningan yang muncul justru memancing banyak asumsi di kepala. Rasanya seperti sedang berbicara dengan tembok yang gak memberi respons apa pun.
Masalahnya, silent treatment sering membuat emosi ikut terpancing. Perasaan marah, kecewa, sedih, sampai cemas dapat muncul secara bersamaan dalam waktu singkat. Kalau gak disikapi dengan tenang, hubungan malah berubah menjadi arena adu ego yang semakin sulit dipulihkan. Karena itu, penting memahami cara menghadapi situasi ini tanpa kehilangan kendali diri supaya hati tetap tenang dan komunikasi masih punya peluang membaik. Yuk, pahami caranya sejak sekarang!
