Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Alena Darmel)

Intinya sih...

  • Sering ngambek tanpa alasan jelas.

  • Kerap punya kekhawatiran berlebih tentang hubungan.

  • Kamu selalu berharap pasangan tahu apa yang kamu rasakan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat menjalin hubungan dengan seseorang, hampir sembilan puluh persen isi masalah bersumber dari isi pikiran sendiri. Sayangnya, bila hal itu terus dipendam alih-alih dikomunikasikan, maka bisa menjadi sumber konflik bagi hubungan.

Alih-alih merasa tenang dan bahagia, kamu selalu dipenuhi curiga pada pasangan. Hati-hati, ini bisa jadi tanda kamu belum menang dari asumsimu sendiri. Untuk lebih jelasnnya, simak lima ciri di bawah.

1. Sering ngambek karena alasan gak jelas

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Andres Ayrton)

Apa kamu tipe pasangan yang gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba marah ke pasangan? Mendadak kamu merengut, lebih diam dari biasanya, bahkan enggan untuk diajak interaksi. Masalahnya, kamu juga terlalu gengsi untuk bilang alasannya.

Sebenarnya tidak ada masalah, hanya kamu yang terlalu sensitif. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengomunikasikan apa yang membuatmu kesal ke pasangan. Tapi bila terlalu sering, hati-hati. Bisa jadi bukan hanya hubunganmu yang dikendalikan asumsi, melainkan juga perasaanmu.

2. Kerap punya kekhawatiran berlebih tentang hubungan

ilustrasi pasangan mengobrol (pexels.com/Ivan Samkov)

Namanya manusia, wajar merasa khawatir. Tapi terkadang, ada beberapa kekhawatiran yang seharusnya tidak perlu. Misal, kamu tiba-tiba khawatir pasangan selingkuh, atau kamu takut doi sudah tidak lagi sayang padamu. Padahal tidak ada trigger apa-apa, kamu saja yang mereka-reka skenario palsu dalam kepala.

Hal ini bisa menjadi batu sandungan dalam relasi. Walau tahu tidak ada satu pun kekhawatiranmu yang menjadi realitas, kamu tetap membiarkan diri dimakan rasa resah.

3. Kamu selalu berharap pasangan tahu apa yang kamu rasakan

ilustrasi wanita berpikir (pexels.com/Ron Lach)

Mungkin terdengar romantis, ketika pasanganmu tahu apa yang kamu rasakan tanpa harus dikomunikasikan. Tapi sadarilah, hal itu sangat tidak realistis. Nantinya, malah akan membawamu pada jurang kekecewaan.

Hubungan yang sehat perlu dibangun dengan komunikasi. Jadilah pribadi yang jujur, terbuka, dan apa adanya di depan pasangan.

4. Tidak punya rasa aman pada pasangan

ilustrasi pasangan memendam perasaan (pexels.com/Joshua Mcknight)

Kalau kamu membiarkan hubungan dikendalikan asumsi, pasti mudah dihantui rasa curiga. Saat doi terlambat balas chat, kamu sudah dihantui pikiran macam-macam. Saat doi membalas singkat karena sibuk misalnya, kamu langsung berpikir ia sudah tidak sayang padamu.

Absennya rasa percaya ialah salah satu tanda hubungan dikendalikan asumsi. Hal ini hanya buang-buang waktu. Yang ada, kamu semakin mudah dimakan kekhawatiran.

5. Konflik sering muncul dari salah paham

ilustrasi pasangan berjarak (pexels.com/cottonbro studio)

Coba evaluasi hubunganmu sekarang. Apabila sering ada konflik yang bersumber dari kesalahpahaman, maka bisa jadi hubunganmu saat ini dilandasi oleh asumsi.

Kesalahpahaman timbul ketika tidak ada komunikasi, sehingga kamu hanya fokus pada asumsi dan pikiranmu sendiri. Ujung-ujungnya, malah hanya akan jadi batu sandungan dalam hubungan.

Tidak enak menjalani hubungan yang penuh asumsi. Bukannya saling sayang, banyak drama gak perlu. Kamu jadi buang-buang waktu dan energi meladeni konflik yang seharusnya tidak ada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team