Cicilan biasanya dijadikan solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari rumah, kendaraan, hingga gaya hidup yang mendesak. Tapi, cicilan juga bisa menjadi sumber konflik dalam hubungan kalau tidak dikelola bersama dengan sehat. Banyak yang awalnya baik-baik saja, tapi perlahan mulai tegang saat tagihan datang bareng dengan kebutuhan lain. Kadang masalahnya bukan karena uangnya kurang, tapi minimnya kesepakatan sejak awal.
Tanpa aturan, cicilan berubah menjadi beban emosional yang mengurangi kepercayaan. Hubungan yang semula hangat berubah dingin hanya karena salah paham soal tanggung jawab finansial. Padahal, cicilan seharusnya membantu hidup supaya lebih nyaman, bukan menambah stres. Nah, berikut ini lima kesepakatan penting yang harus dibahas soal cicilan dalam rumah tangga!
