Tipe kepribadian avoidant sering kali dikenali melalui kecenderungan menjaga jarak, menahan emosi, serta membangun tembok tinggi demi melindungi diri dari ketidakpastian dalam hubungan. Pola ini terbentuk bukan semata-mata karena keengganan untuk dekat, tetapi lebih pada cara mempertahankan kenyamanan emosional dengan tetap mengendalikan situasi.
Ketika dihadapkan pada sosok yang mampu memberi perhatian secara konsisten, reaksi awalnya biasanya berupa keengganan, sikap datar, bahkan penolakan terselubung. Namun, perlahan-lahan respons tersebut dapat berubah ketika keberlanjutan perhatian mulai membuat individu tipe avoidant merasa aman. Transformasi inilah yang kemudian menjadi tanda bahwa tembok ketakutan dalam dirinya mulai retak.
Supaya kamu bisa menyadarinya, langsung saja intip kelima tanda avoidant mulai luluh terhadap perhatian konsisten di bawah ini. Scroll, yuk!
