5 Tanda kalau Kamu dan Dia Sudah Terjebak dalam Pernikahan Gak Bahagia

Saat mengikat janji untuk hidup bersama, setiap pasangan menikah pasti menyimpan harapan untuk memiliki rumah tangga yang bahagia. Namun di tengah perjalanan, berbagai aral melintang terkadang membuat impian dan harapan itu sirna.
Pernikahan yang sehat sejatinya mampu memberi kebahagiaan bagi kedua pihak. Jika yang terjadi justru sebaliknya, sampai-sampai kamu dan dia sudah jarang tertawa bersama, bisa jadi kalian berdua telah terjebak dalam sebuah pernikahan gak bahagia. Untuk mengetahuinya, kenali tanda-tandanya berikut ini.
1. Pasangan sangat tertutup terhadap HP dan medsosnya

Meski satu rumah, setiap orang tetap berhak memiliki privasi masing-masing. Karena itu, bukanlah hal yang etis untuk selalu memonitor HP atau medsos pasangan.
Namun, hal ini gak berarti keduanya sama sekali gak boleh diketahui pasangan. Sesekali melihat HP atau medsos suami/istri tentu gak ada salahnya. Jika pasangan tetap ngotot gak mau memberi akses, justru menimbulkan kecurigaan, ada apa gerangan.
Sebaiknya tiap pasangan saling berkomunikasi terkait privasi dan kepercayaan. Kalau ada yang merasa benar-benar protektif terhadap akses HP maupun medsosnya, ungkapkan alasannya, ini demi menghindari salah paham dan kecurigaan yang akan membuat hubungan pernikahan jadi gak bahagia.
2. Gak bergairah

Pernikahan memang gak melulu soal seks, tapi adakalanya hubungan intim bisa jadi indikator kondisi rumah tangga. Penurunan gairah seks yang terjadi cukup lama, bisa menandakan adanya masalah di antara kalian berdua.
Cobalah diskusikan mengapa hubungan di tempat tidur gak lagi seperti dulu, selalu ditunggu-tunggu. Mungkin saja ada sikap dari pasangan yang gak berkenan dan enggan diutarakan, sekadar disimpan dalam hati, tapi ternyata berpengaruh pada gairahnya untuk berhubungan intim dengan pasangan.
Atau ada masalah lain, misalnya kondisi kantor yang sudah gak kondusif, tapi khawatir jika resign akan membawa masalah baru, misalnya perekonomian rumah tangga jadi goyah.
Saat seperti inilah dibutuhkan komunikasi, sehingga pasangan bisa saling menguatkan, rumah tangga pun jadi tenteram.
3. Minim kata pujian atau ungkapan terima kasih

Ungkapan terima kasih atau memberi pujian yang tulus, merupakan bentuk penghargaan terhadap pasangan. Sikap saling menghargai ini sangat penting supaya hubungan yang terjalin kuat, sehingga pernikahan pun bisa langgeng.
Pasangan yang malas untuk saling mengungkapkan rasa sayang dan terima kasihnya, membuat hubungan pernikahan lambat laun layaknya rutinitas semata, menimbulkan perasaan seperti dua orang asing yang tinggal dalam satu atap. Gak ada kehangatan, layaknya pasangan yang berbahagia.
4. Bertengkar di depan publik

Namanya juga dua kepala, pastilah ada hal-hal yang berbeda dan gak jarang membuatmu berselisih paham. Tapi, jika ini sering terjadi, bahkan kamu atau dia sering kehilangan kendali emosi, sehingga gak jarang sampai bertengkar di depan umum, maka hal itu jadi lampu merah bahwa pernikahan kalian berdua gak lagi bahagia.
Hubungan pernikahan yang dilandasi saling menghormati gak akan berperilaku demikian. Siapa pun tahu, memarahi orang di depan umum bisa menimbulkan rasa malu. Jika kamu atau dia benar-benar masih sayang, pastinya hal itu gak akan dilakukan.
5. Takut mengkritik atau menolak pasangan

Memang baik, menjaga agar hubungan pernikahan selalu diliputi ketenangan, jika itu dilandasi dengan kejujuran. Beda halnya jika salah satu pihak berusaha selalu menahan diri untuk mengungkapkan pendapatnya, berupa kritikan atau penolakan karena merasa takut akan timbul konflik.
Konflik itu adalah hal normal dalam sebuah hubungan, tinggal bagaimana kedua pihak merespon konflik tersebut. Menghadapinya dengan kepala dingin, hati tetap adem, justru konflik bisa jadi ‘bumbu’ pernikahan.
Selalu memendam perasaan yang sebenarnya dari pasangan ibarat menyimpan bara dalam sekam. Sewaktu-waktu, bisa menimbulkan bahaya yang lebih besar. Sekalinya timbul konflik, malah bisa pisah. Hal ini disebabkan masalah yang ada selama ini bukan diselesaikan, tapi ditumpuk karena enggan dikomunikasikan.
Menikah memang gak semudah yang dibayangkan. Akan banyak prahara yang mengintai, tapi layaknya semua fase kehidupan, gak ada yang gak bisa diselesaikan.
Asalkan mampu tetap berpikir tenang dan komitmen untuk menyelesaikannya bersama, prahara bisa berbuah bahagia. Jadi, kenali tanda-tanda di atas, jika memang pernikahan yang kamu jalani memiliki tanda itu, segera benahi dan temukan kembali bahagiamu dan dirinya.