Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Atasi Perbedaan Konsep Rumah dengan Pasangan
ilustrasi diskusi tentang rumah (pexels.com/fauxels)

Tabungan sudah cukup buat membeli atau membangun sebuah rumah pun gak menjamin prosesnya akan lancar. Belum apa-apa kamu dan pasangan malah bisa bertengkar soal konsep rumah impian. Alhasil, kalian terus menunda rencana membeli atau membangunnya.

Masalahnya, makin lama menunda untuk memiliki rumah dapat berakibat pada harganya yang makin tinggi. Meski tak perlu terburu-buru, sebaiknya rencana punya rumah sendiri memang disegerakan. Cepat cari titik temu soal konsep rumah dengan menerapkan lima tips atasi perbedaan di bawah ini.

1. Saling mengerti kebutuhan masing-masing akan rumah impian

ilustrasi diskusi (pexels.com/Alena Darmel)

Sebelum kalian membicarakan tentang keinginan, bahas dulu sampai tuntas perihal kebutuhan masing-masing terkait rumah. Ada orang yang membutuhkan rumah tak lebih sebagai tempat beristirahat bersama keluarga.

Namun, ada juga orang yang mesti bekerja dari rumah sehingga konsep rumah sangat memengaruhi semangat kerjanya. Sebagian orang juga menginginkan rumah dengan privasi tinggi sehingga terkesan tertutup. Sementara sebagian lainnya justru gak keberatan dengan rumah berpagar rendah dan banyak jendela.

2. Pahami bahwa rumah mesti nyaman buat seluruh penghuninya

ilustrasi melihat rumah (pexels.com/Thirdman)

Sikap memaksakan konsep rumah pada pasangan tidaklah bijak. Ini bakal langsung memengaruhi kenyamanannya kala menghuni rumah tersebut. Jangan sampai dia juga ikut membayar cicilan atau membangunnya, tetapi gak merasa kerasan di dalamnya.

Masing-masing perlu mengurangi ekspektasi pribadi. Dengan begitu, kalian dapat bersepakat tentang konsep rumah yang cukup ideal buat bersama. Bahkan bila kamulah yang akan membayar seluruh harga dari rumah itu, tetaplah mempertimbangkan keinginan pasangan biar sama-sama puas.

3. Utamakan kesesuaian konsep rumah dengan bujet yang ada

ilustrasi membeli rumah (pexels.com/Alena Darmel)

Konsep rumah yang dipilih juga bisa sangat memengaruhi uang yang akan dikeluarkan. Sebagai contoh, biaya untuk mewujudkan rumah berkonsep klasik Mediterania tentu lebih besar daripada rumah minimalis. 

Perhitungan biayanya bahkan tak cuma sampai membeli atau membangunnya saja. Masih ada biaya perawatannya di kemudian hari. Apabila bujet yang tersedia belum longgar buat bebas memilih konsep rumah, utamakan yang biayanya lebih terjangkau.

4. Hindari selera sesaat karena rumah akan dihuni dalam waktu lama

ilustrasi lansia di halaman (pexels.com/RODNAE Productions)

Sebagai pasangan muda, kalian mungkin mudah sekali tergoda dengan konsep rumah tertentu. Apalagi kalau konsep rumah tersebut juga dipilih oleh public figure yang diidolakan. Kalian jadi sangat ingin memilikinya.

Masalahnya, terlalu terpengaruh emosi sesaat dalam menentukan konsep rumah dapat berujung biaya tinggi. Tak lama setelah rumah jadi, kalian gak lagi menyukainya dan menginginkan konsep yang berbeda. Padahal, merombak rumah butuh biaya yang besar.

Jauh lebih penting ketimbang persoalan konsep rumah adalah kekuatan bangunannya. Ini utama sebab rumah menjadi tempat berlindung banyak nyawa. Kalau bangunannya kokoh, harapannya gak perlu sering direnovasi.

5. Sifatnya diskusi, bukan berdebat apalagi merambat ke mana-mana

ilustrasi makan bersama (pexels.com/fauxels)

Dalam diskusi, kalian bersama-sama mencari titik tengah supaya rencana punya rumah bisa segera diwujudkan. Namun dalam perdebatan, keinginan buat menang sendiri amat besar. Ini justru dapat memicu pertengkaran. Rencana pun berantakan.

Ketika diskusi membuat kalian lebih fokus ke satu topik yaitu konsep rumah, perdebatan rentan merambat ke mana-mana. Kalian bisa mengungkit soal siapa yang paling berperan dalam pembiayaannya nanti dan menyinggung pasangan yang penghasilannya lebih kecil atau malah tidak bekerja.

Konsep rumah sebenarnya gak utama, kok. Apa pun konsepnya, kebutuhan kalian yang paling mendasar ialah punya tempat berlindung. Konsep rumah lebih berkaitan dengan keinginan. Redam ego masing-masing biar rumah lebih cepat terbeli atau bisa mulai dibangun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team