Istilah love language makin sering muncul dalam obrolan tentang hubungan. Banyak orang merasa terbantu setelah mengenalnya. Love language dianggap kunci untuk memahami pasangan dengan lebih baik. Namun, gak sedikit yang justru salah kaprah dalam memaknainya. Akibatnya, konsep ini malah memicu konflik baru. Kamu mungkin pernah mengalaminya tanpa sadar.
Love language sejatinya membantu kita memahami cara memberi dan menerima cinta. Sayangnya, konsep ini sering disederhanakan secara berlebihan. Banyak orang menjadikannya label tetap tanpa proses komunikasi. Padahal, hubungan gak sesederhana satu kategori saja. Jika disalahpahami, love language bisa jadi sumber kekecewaan. Untuk menghindari itu, kamu perlu memahami faktanya dengan lebih utuh.
