Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan sedang beradu argumen
ilustrasi pasangan sedang beradu argumen (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • INTP cenderung menghilang tanpa penjelasan saat komunikasi terlalu intens secara emosional atau gak nyambung secara intelektual.

  • INFJ bisa ghosting saat merasa overwhelmed dan takut menyakiti, meski sebenarnya mereka peduli.

  • ENFP suka mulai sesuatu dengan semangat, lalu tiba-tiba menghilang ketika rasa tertariknya memudar karena udah lupa follow up.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia percintaan, ghosting sudah jadi fenomena yang sering terjadi. Lagi asyik chat tiap hari bahkan sudah sempat bahas rencana ketemu, tiba-tiba dia hilang tanpa kabar kayak ditelan bumi. Tanpa pamit, tanpa penjelasan. Sakitnya? Gak usah ditanya. Kamu jadi bertanya-tanya bahkan sampai menyalahkan diri sendiri.

Menariknya, kebiasaan ghosting ini bisa jadi dipengaruhi faktor kepribadian. Kalau kamu familiar dengan MBTI, beberapa tipe dikenal cenderung menghindari konflik atau cepat kehilangan minat, yang akhirnya berujung kabur saat situasi terasa gak nyaman. Kira-kira kamu termasuk salah satunya, gak, ya? Cek, yuk!

1. INTP

ilustrasi perempuan sedang mengerjakan sesuatu (pexels.com/Jesse R)

INTP dikenal sebagai pribadi yang logis dan lebih nyaman hidup di dunia mereka sendiri. Saat mereka merasa komunikasi mulai terlalu intens secara emosional atau udah gak nyambung secara intelektual, mereka bisa tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan bahkan di fase PDKT yang kamu kira bakal berhasil.

Bukan karena mereka jahat, tapi mereka cenderung gak suka drama. INTP gak sadar kalau keputusannya untuk diam bisa menyakiti orang lain. Mereka merasa sudah cukup dengan menarik diri, tanpa tahu kalau pihak lain butuh closure. Makanya, orang dengan tipe kepribadian INTP sering dijuluki ghoster pasif-agresif” soal percintaan.

2. INFJ

ilustrasi perempuan melamun (freepik.com/DCStudio)

Walau dikenal sebagai tipe yang sangat peduli, INFJ bisa tiba-tiba ghosting kamu saat merasa overwhelmed. Mereka punya dunia batin yang kompleks dan sering merasa tertekan kalau hubungan terasa terlalu cepat berkembang. Alih-alih menjelaskan, mereka memilih untuk hilang.

Bagi INFJ, ghosting bukan karena gak peduli, tapi karena mereka terlalu peduli dan takut menyakiti. Ironis, kan? Mereka sering merasa bersalah setelahnya, tapi tetap kesulitan untuk menghubungi kembali orang yang mereka tinggalkan. Kalau kamu pernah dighosting INFJ, besar kemungkinan mereka lagi struggling internally, nih.

3. ENFP

ilustrasi perempuan sedang tersenyum (pexels.com/Los Muertos Crew)

ENFP punya kepribadian yang ceria, spontan, dan gampang banget excited sama hal baru. Tapi justru karena sifat itu, mereka kadang suka mulai sesuatu dengan semangat, lalu tiba-tiba menghilang ketika rasa tertariknya memudar. Bukan disengaja ghosting, tapi karena udah lupa follow up aja.

Saat ketertarikan awal mereka hilang, ENFP bisa susah mempertahankan komunikasi di fase PDKT. Mereka juga gak suka konfrontasi atau situasi yang bikin mereka harus menjelaskan perasaan yang udah berubah. Daripada ribet, makanya mereka memilih untuk menghilang.

4. ISTP

ilustrasi perempuan sedang marah (pexels.com/Yan Krukau)

ISTP dikenal dengan kepribadiannya yang cuek, mandiri, dan gak suka keribetan. Saat merasa hubungan mulai terlalu emosional, ISTP bisa dengan mudah cabut dan hilang. Mereka bukan tipe yang suka diskusi panjang soal hubungan. Buat mereka, kalau udah gak nyaman, ya tinggal pergi aja.

Masalahnya, sikap mereka yang terkesan santai ini bisa bikin gebetannya merasa diabaikan dan gak dihargai. ISTP sering merasa ghosting adalah cara yang paling efisien untuk mengakhiri sesuatu tanpa ribut. Tapi di sisi lain, hal ini bikin mereka dicap dingin dan gak punya empati. Duh!

5. ENTP

ilustrasi pasangan sedang dinner (freepik.com/freepik)

ENTP dikenal dengan kepribadiannya yang suka tantangan, spontan, dan super cepat bosan. Di masa PDKT, mereka bisa jadi super intens, penuh obrolan seru, dan kelihatan paling niat. Tapi, begitu mereka merasa udah menang atau hubungan mulai terasa stagnan, mereka bisa tiba-tiba menarik diri.

Ghosting bagi ENTP bukan sebuah rencana, kalau mereka udah gak merasakan sparks lagi di dalam hubungan, mereka akan pergi. Karena mereka jago ngomong, mereka tahu persis bagaimana menghindari percakapan sulit. ENTP juga gampang terdistraksi sama hal baru, jadi tanpa disadari notifikasi kamu tenggelam selamanya.

6. INFP

ilustrasi pasangan berdiri di tepi danau (pexels.com/Taryn Elliott)

INFP dikenal dengan kepribadiannya yang sensitif, idealis, dan punya dunia emosional yang dalam. Karena terlalu memikirkan perasaan sendiri dan orang lain, mereka sering terjebak dalam overthinking berlebihan. Saat merasa hubungan gak sesuai dengan nilai-nilai atau harapan mereka, INFP bisa perlahan menjauh.

Bukan karena gak peduli, tapi karena mereka merasa guilt-nya terlalu besar untuk bilang langsung. Ironisnya, itu justru lebih menyakitkan. Setelah ghosting, INFP biasanya akan merasa bersalah dan kepikiran berhari-hari, tapi tetap gak tahu cara memperbaikinya. Duh!

Itulah enam tipe MBTI yang hobi ghosting gebetan saat PDKT. Bukan berarti semua orang dengan MBTI di atas pasti ghosting, tapi mereka punya pola pikir atau respon emosional yang bikin mereka lebih rentan melakukannya.

Ingat, kunci utama hubungan yang sehat adalah komunikasi. Kalau kamu tiba-tiba menghilang, itu bakal sangat gak adil buat gebetanmu. Ia bisa saja menyalahkan dirinya sendiri dan menolak untuk mencoba PDKT lagi dengan orang baru. Jangan sampai kamu jadi alasan orang lain struggling, lho!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team