Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Membuat Obrolan Kecil Jadi Lebih Nyaman, Praktikkan!
ilustrasi kedua wanita bercengkrama (pexels.com/tirachardkumtanom)

Memulai percakapan ringan dengan orang yang tidak dikenal sering kali dapat menjadi situasi yang menantang. Untuk membuat obrolan kecil menjadi lebih nyaman, diperlukan beberapa keterampilan dan pendekatan yang tepat.

Menjadi ahli dalam membuat obrolan yang santai dan nyaman bukan hanya tentang kata-kata yang kita pilih, tetapi juga mengenai pendekatan dan sikap yang kita bawa. Entah di pesta, acara sosial, atau pertemuan formal, tips berikut akan membantumu membuat obrolan kecil jadi lebih nyaman.

1. Sematkan pertanyaan

ilustrasi kedua wanita berbincang (pexels.com/augustderichelieu)

Menyematkan pertanyaan dalam percakapan ringan dapat menjadi kunci untuk membuat suasana lebih nyaman. Namun, dalam membuat pertanyaan perlu untuk disesuaikan dengan momen tertentu, serta membuatnya tanpa merasa diselidiki atau sulit dijawab. 

Contoh, bertanya tentang asal kota seseorang atau pekerjaan yang paling tidak disukainya dapat menjadi pemicu obrolan yang menarik. Menggunakan pertanyaan juga dapat membantumu mengaitkan perbincangan dengan kejadian atau keadaan yang sedang terjadi, ini merupakan cara yang efektif untuk membangun koneksi dan membuat interaksi lebih alami.

Berbeda dengan situasi di mana ketika menghadiri sebuah acara pesta dan situasi sejenisnya. Contoh, saat menuju ke acara sosial, pikirkan dua atau tiga hal untuk dibicarakan, ini akan membantu jika percakapan menjadi hambar. Mencari informasi tentang kegemaran atau hobi tuan rumah, tamu kunci, atau pengundang lainnya juga dapat membantu menciptakan pertanyaan yang relevan. Obrolan bisa lebih menyenangkan dan terbuka.

"Ketika saya menuju ke pesta, saya berusaha untuk menciptakan dua atau tiga hal untuk dibicarakan jika percakapan menjadi hambar," kata Debra Fine, dosen dan penulis The Fine Art of Small Talk, dilansir Real Simple.

"Jika saya sudah pernah bertemu tuan rumah yang mengadakan pesta sebelumnya, saya berusaha mengingat hal-hal tentang mereka, seperti kegemaran mereka atau kegiatan yang kita ikuti bersama," lanjutnya.

2. Hindari pertanyaan tentang pernikahan, anak, dan pekerjaan

ilustrasi dua wanita berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

Saat berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal atau kenalan, disarankan untuk menghindari topik yang bersifat kontroversial, seperti agama dan politik. Selain itu, pertanyaan lainnya yang mungkin bersifat sensitif adalah menanyakan status pernikahan atau memiliki anak, juga perlu dihindari.

Salah satu pertanyaan ranjau lainnya adalah menanyakan tentang pekerjaan. Selain dari pertanyaan yang sudah umum dan terkesan klise, pertanyaan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika seseorang baru saja mengalami pemecatan.

Debra Fine, menyarankan agar menggunakan pertanyaan seperti, "Apa yang menjadi kegiatanmu di luar lingkup pekerjaan atau sekolah?". Untuk orang yang kurang dikenal, lebih baik menggunakan frasa seperti, "Ceritakanlah tentang" atau "Informasikan perkembangan terbaru".

3. Pakai topik dari berita

ilustrasi dua wanita berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

Untuk membuat obrolan ringan lebih nyaman, sebaiknya cari topik yang sesuai dengan berita terkini. Dilansir Real Simple, Bernardo J. Carducci, Ph.D., direktur Shyness Research Institute di Indiana University Southeast, menyarankan untuk mencari topik obrolan dengan memantau berita, ulasan film, dan buku.

Membawa topik yang aktual dan menarik dari berita membuat obrolan dapat tetap hidup dan bersemangat. Namun, perlu diingat untuk menghindari topik yang kontroversial seperti politik dan agama, yang bisa menyebabkan ketegangan, agar pertukaran informasi tetap ringan dan menyenangkan tanpa mengundang ketidaknyamanan.

4. Fokus mengingat nama

ilustrasi kedua wanita berbincang (pexels.com/brettsayles)

Fokus pada pembelajaran nama merupakan aspek penting dalam kemampuan berkomunikasi. Memperlambat pengenalan untuk mengulang nama setelah mendengarnya dapat membantu memudahkan proses penyimpanan informasi di otak.

Mengingat nama seseorang ketika mengobrol dapat menunjukkan perhatian dan penghargaan terhadap identitas individu. Selain itu, cara ini dapat membantu mencegah ketidaknyamanan dalam percakapan, karena menggunakan nama membangun keintiman dan keakraban.

"Saya selalu mengulang nama sekali atau dua kali setelah saya mendengarnya," kata Cathy Filippini, anggota pengurus Chicago Symphony dan fellow berkelanjutan di Art Institute of Chicago, dilansir Real Simple.

"Jika seseorang memiliki nama yang tidak kamu kenal, luangkan waktu untuk mempelajarinya," tambah Debra Fine.

5. Membaca karakter

ilustrasi sekelompok wanita berbincang (pexels.com/elevate)

Saat berbicara dengan berbagai orang dalam suatu tempat atau acara, bisa saja ada situasi yang membuat percakapan terasa kurang nyaman karena pribadi orang tersebut. Ada beberapa tipe orang yang mungkin kamu temui, salah satunya adalah orang yang sudah bertemu denganmu beberapa kali tetapi berpura-pura seolah-olah tidak mengenalmu, seperti yang dijelaskan oleh Jennie Tung, seorang jurnalis dan editor, dilansir Real Simple.

Selanjutnya, tipe orang yang mungkin kamu temui bisa jadi menginvasi ruang pribadimu. Tipe yang ketiga, mereka tidak mau berhenti berbicara tentang diri mereka sendiri dan tidak pernah bertanya satu pertanyaan pun kepadamu. 

Cathy Filippini juga menambahkan, untuk mengatasi tipe yang pertama, kamu bisa mengakui pertemuan sebelumnya dengan tegas jika orang tersebut pura-pura tidak mengenalimu. Untuk tipe yang kedua, jika seseorang terlalu mendekati atau menginvasi ruang pribadi dengan cara yang membuatmu merasa tidak nyaman, cara terbaik untuk mengatasinya adalah secara perlahan atau hati-hati menjauh dari orang tersebut. 

Untuk mengatasi tipe yang ketiga, jika ada yang terlalu fokus pada diri sendiri tanpa pernah bertanya tentangmu, bijaklah untuk keluar dari percakapan dengan sopan. Mengetahui cara menghadapi situasi-situasi ini dapat membantumu tetap nyaman dan tetap menikmati obrolan ringan dalam berbagai kesempatan sosial.

6. Respons pertanyaan dengan ramah

ilustrasi dua pria berbincang (pexels.com/wildlittlethingsphoto)

Dalam berkomunikasi, Debra Fine juga menyarankan untuk merespons pertanyaan dengan penuh keramahan. Analogikan percakapan sebagai sebuah permainan dengan tujuan menjadi pemain aktif yang menanamkan energi di dalamnya.

Menurutnya, jika seseorang menanyakan kabarmu dan kamu hanya menjawab "baik," ini menjukkan bahwa kamu malas berkomunikasi. Sebagai alternatif, coba berikan respons yang lebih lengkap, seperti menyampaikan pendapat atau pengalaman pribadi terkait pertanyaan tersebut. Cara ini dapat memberikan kemungkinan bagi lawan bicara untuk melanjutkan percakapan dengan informasi lebih lanjut.

7. Akhiri percakapan dengan elegan

ilustrasi dua wanita berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

Orang sering kali memperpanjang percakapan karena mereka kesulitan menemukan cara untuk mengakhirinya. Meskipun cara mengakhiri percakapan bisa bervariasi tergantung pada situasinya, Diane Windingland, penulis beberapa buku tentang keterampilan komunikasi, dilansir Time, menyarankan untuk memperkenalkan orang yang diajak  mengobrol kepada orang yang lain.

Kamu dapat memberikan komentar positif tentang alasan mereka seharusnya saling kenal, dan kemudian menyatakan dengan sopan, "Saya akan membiarkan kalian berdua saling mengenal". Hal ini dapat membantu mengakhiri percakapan dengan membuat transisi yang halus.

Terdapat pula cara lain yang disarankan oleh Uma Naidoo, MD, psikiater nutrisi terlatih di Harvard, dilansir Well and Good, yaitu kamu dapat dengan jujur menyatakan bahwa telah selesai berbincang-bincang, akhiri percakapan juga dibarengi pujian. Ini bisa menjadi cara yang halus dan sopan. Contohnya, "Saya benar-benar senang bersua denganmu. Semoga kamu memiliki hari yang menyenangkan".

Dengan adanya akhir percakapan yang sopan dan elegan, kamu juga dapat memberi kesan menyenangkan kepada lawan bicaramu. Praktikkan tips-tips lainnya biar kamu bisa lebih leluasa untuk melakukan obrolan ringan ke depannya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team