TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Sebab Jatuh Cinta pada Orang Pendiam meski Tak Pandai Merayu

Karena cinta tidak dihitung dari jumlah kata

ilustrasi pasangan (pexels.com/Ivan Mudruk)

Sifat pendiam kadang dipandang sebagai kelemahan, apalagi dalam hal asmara. Alasannya, orang yang pendiam sulit memperjuangkan cintanya. Bagaimana ia akan memperjuangkannya bila menyatakan cinta serta melakukan pendekatan saja seperti gak bisa?

Itu memang salah satu masalah yang kerap dialami oleh orang yang pendiam. Namun, jangan mengira kamu tak mungkin jatuh cinta duluan pada seseorang yang irit bicara. Dia punya daya tarik yang tidak dimiliki oleh orang lain yang lebih banyak omong.

Jangan khawatir, orang yang kamu sukai juga bisa memiliki perasaan yang sama denganmu. Suatu saat nanti, ia bakal memberitahumu dengan caranya sendiri sebab cinta tak diukur dari banyaknya kata. Berikut enam hal yang justru jadi sebab jatuh cinta pada orang pendiam. 

1. Berada di dekatnya memberimu ketenangan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kamu butuh ketenangan dan ia mampu memberikannya secara alami. Dia gak perlu menyuruhmu untuk menenangkan diri dengan cara ini dan itu. Cukup dengan kalian berdekatan saja, ketenangan itu telah dirimu rasakan. 

Karena kalian saling mengenal, tentu kamu dan dia tak sepenuhnya berdiam diri. Tapi percakapan kalian tidak terasa menguras energi. Ia seperti paragraf pendek dalam cerita. Kalimat-kalimatnya singkat dan tidak melewatkan tanda baca sehingga dirimu dengan murah mencerna setiap maknanya. 

Suasana yang tercipta saat kamu bersamanya berbeda dengan ketika dirimu berdekatan dengan orang yang ceriwis. Pribadi yang banyak bicara seperti paragraf panjang. Jumlah kata dan kalimatnya banyak masih ditambah sering mengabaikan tanda baca. Orang yang membacanya akan mudah merasa capek. Sama seperti saat kamu mendengarkannya bicara nyaris tanpa jeda.

Baca Juga: 5 Manfaat Melakukan Marketing Plan, Sudah Tahu?

2. Sedikit bicara tapi berbobot

ilustrasi pasangan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bicaranya memang sedikit, tapi dari yang sedikit itu isinya penuh makna. Kecerdasan dan kebijaksanaannya terlihat. Ia tidak menghabiskan waktunya buat ribut-ribut. Ketika sejumlah orang yang berdiskusi atau berdebat telah menemui jalan buntu, perkataan singkatnya seolah-olah memberikan pencerahan untuk semua.

Dalam banyak situasi, hal tersebut konsisten ditunjukkannya. Ini bikin kamu tahu bahwa di balik sifat pendiamnya, ia memang pintar. Kalimatnya yang gak seberapa tetapi berbobot membuatmu respek padanya dan dari sinilah cinta dapat tumbuh.

Kalau dia mau, bisa saja ia mengeluarkan seluruh kepandaiannya dengan banyak omong. Namun, dia tidak melakukannya sekaligus gak bersikap masa bodoh. Ia mampu memberikan respons yang tepat pada waktunya sehingga menurutmu dia selalu pantas didengarkan.

3. Diam-diam sigap memberi perhatian

ilustrasi pasangan (pexels.com/Eduardo Maciel)

Orang yang pendiam biasanya juga pemerhati yang baik. Fokusnya lebih terjaga ketimbang orang yang banyak bicara. Ketika ia diam-diam menyukaimu, perhatiannya padamu menjadi lebih besar lagi. Kamu bakal dibuat kaget oleh tindakan-tindakannya.

Sebagai contoh, dirimu sekilas mengatakan sedang kesulitan tentang sesuatu. Orang-orang yang terlalu gemar mengobrol kadang malah gak menyimaknya karena topik mudah sekali berubah. Akan tetapi, dia yang pendiam memperhatikan betul perkataanmu tadi.

Nanti setelah obrolan berakhir dan tinggal kalian berdua, tahu-tahu ia menawarkan bantuan. Tentu saja ini kejutan yang menyenangkan sekaligus mengharukan. Rasanya semua orang tak ada yang memperhatikan ucapanmu, tapi ternyata ia malah telah siap untuk membantu.

4. Cermin kendali diri yang baik

ilustrasi pasangan (pexels.com/SAULO LEITE)

Sulit untuk seseorang menjadi lebih pendiam jika kendali dirinya lemah. Terlebih dalam situasi-situasi yang memancing emosi, sikapnya pasti tambah reaktif dan perkataan makin tak terkontrol. Sebaliknya, orang yang pendiam lebih stabil di segala keadaan.

Bukan artinya dia gak bisa merasa buruk dan kesal oleh apa pun. Namun, secara umum ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik. Dia selalu berpikir dulu sebelum berucap apalagi melakukan sesuatu. Akal sehatnya selalu berjalan sehingga reaksi-reaksinya jarang menimbulkan masalah dan penyesalan.

Kamu akan merasa lebih aman ketika bersamanya daripada bareng orang yang kontrol dirinya rendah. Ucapan seseorang yang gak berhati-hati bisa membuatmu malu bahkan tersinggung. Sedang dia yang hemat kata berusaha menjaga perasaanmu dan semua orang di sekitar kalian.

5. Setia mendengarkanmu

ilustrasi pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Hidup selalu membutuhkan keseimbangan. Bila kamu memiliki banyak cerita, maka dirimu memerlukan orang lain yang lebih sabar dalam mendengarkan. Jangan ada dua pembicara utama dalam sebuah forum. Artinya, ia yang gak sepandai kamu dalam berbicara malah akan cocok denganmu.

Dirimu bisa leluasa menceritakan apa saja dan mendapatkan responsnya yang fokus padamu. Ia tak langsung mengganti-ganti topik sesuai keinginannya. Dia mengikuti alur ceritamu sehingga hatimu lebih lega setelah berbicara dengannya.

Meski sifat pendiam membuatnya terkesan amat misterius di awal, seiring kedekatan kalian hal tersebut perlahan-lahan terbuka. Ia juga bisa gantian menceritakan dirinya padamu, tetapi secara umum dia tetap suka menjadi pendengarmu. Kalian seperti botol bertemu tutupnya alias pasangan yang cocok.

Verified Writer

Marliana Kuswanti

Penulis fiksi maupun nonfiksi. Lebih suka menjadi pengamat dan pendengar. Semoga apa-apa yang ditulis bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya