Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Buku yang Bisa Memberimu Cara Membangun Hubungan Sehat
Cover buku How to Love dan Berani Tidak Disukai (kolase foto via Amazon dan Perpustakaan Jakarta)
  • Lima buku ini menawarkan panduan membangun hubungan sehat melalui pemahaman diri, komunikasi yang baik, dan penerimaan tanpa drama berlebihan.
  • Masing-masing buku menyoroti aspek penting seperti kerentanan, mindfulness, serta keberanian menjadi diri sendiri dalam mencintai dan menjalin relasi.
  • Pesan utamanya: hubungan yang sehat berawal dari keseimbangan emosional dan kemampuan menghargai diri maupun orang lain secara dewasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hubungan yang sehat tidak datang begitu saja. Banyak orang tumbuh dengan gambaran cinta yang dipenuhi drama, posesif, atau ketakutan kehilangan sehingga sulit membedakan mana hubungan yang benar-benar sehat dan mana yang hanya terasa intens secara emosional. Padahal, hubungan yang baik seharusnya membuat dua orang merasa aman, didengar, dan tetap bisa menjadi diri sendiri.

Belajar membangun hubungan sehat juga tidak selalu harus lewat pengalaman pribadi yang menyakitkan. Kadang, buku bisa membantu kita memahami pola komunikasi, cara mencintai yang lebih dewasa, sampai bagaimana menghadapi konflik tanpa saling melukai.

1. The Seven Principles for Making Marriage Work by John Gottman

Cover buku “The Seven Principles for Making Marriage Work” (foto via Amazon)

Buku ini ditulis oleh John Gottman, psikolog yang sudah puluhan tahun meneliti hubungan dan pernikahan. Lewat penelitiannya, Gottman mencoba menjelaskan apa saja kebiasaan kecil yang membuat hubungan bertahan lama dan tetap sehat meski sering menghadapi konflik.

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah penjelasan bahwa hubungan sehat bukan berarti tidak pernah bertengkar. Justru pasangan yang kuat biasanya tetap memiliki konflik, tetapi mereka tahu cara menyelesaikannya tanpa saling merendahkan atau menyakiti. Buku ini juga membahas pentingnya komunikasi, rasa hormat, dan perhatian kecil sehari-hari.

2. The Gifts of Imperfection by Brené Brown

Cover buku “The Gifts of Imperfection” (foto via Amazon)

Buku ini membahas bagaimana rasa tidak percaya diri, takut ditolak, dan kebutuhan untuk selalu terlihat 'sempurna' sering memengaruhi hubungan seseorang. Brené Brown menulis berdasarkan riset panjang tentang vulnerability, shame, dan keberanian menjadi diri sendiri.

“The Gifts of Imperfection” cocok untuk kamu yang sering overthinking dalam hubungan atau merasa harus selalu menyenangkan pasangan. Buku ini mengingatkan bahwa hubungan sehat dimulai dari kemampuan menerima diri sendiri apa adanya.

3. How to Love by Thich Nhat Hanh

How to Love by Thich Nhat Hanh (foto via Amazon)

Buku kecil ini membahas cinta dengan cara yang sangat tenang dan reflektif. Thich Nhat Hanh menjelaskan bahwa cinta yang sehat bukan tentang rasa memiliki, melainkan tentang memahami, mendengarkan, dan membuat orang lain merasa aman.

“How to Love” membantu pembaca memahami bahwa hubungan sehat membutuhkan mindfulness dan kesadaran emosional. Buku ini cocok untuk kamu yang ingin belajar mencintai dengan lebih tenang tanpa terus hidup dalam kecemasan dan drama hubungan.

4. Everything I Know About Love by Dolly Alderton

Cover buku “Everything I Know About Love” (foto via Makeheadway)

Lewat buku memoar ini, Dolly Alderton menceritakan perjalanan hidup, pertemanan, patah hati, dan cara pandangnya tentang cinta saat beranjak dewasa. Gaya penulisannya terasa lucu, hangat, tetapi juga sangat jujur tentang kesalahan dan rasa sepi yang sering dialami banyak orang.

Buku ini menunjukkan bahwa hubungan sehat bukan hanya soal pasangan romantis. Persahabatan, hubungan dengan diri sendiri, dan kemampuan menikmati hidup tanpa validasi orang lain juga punya peran besar dalam kebahagiaan seseorang.

“Everything I Know About Love” cocok untuk kamu yang sedang belajar memahami cinta dengan lebih realistis. Buku ini mengajarkan bahwa hubungan yang baik tidak harus selalu dramatis atau penuh obsesi agar terasa bermakna.

5. Berani Tidak Disukai by Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Berani Tidak Disukai by Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga (foto via Perpustakaan Jakarta)

Buku ini membahas filosofi Adlerian dengan gaya dialog yang ringan dan mudah dipahami. Salah satu inti pembahasannya adalah bagaimana manusia sering hidup berdasarkan rasa takut ditolak atau terlalu ingin diterima orang lain.

Buku ini membantu pembaca melihat bahwa mencintai orang lain tidak berarti harus hidup demi ekspektasi mereka. Justru ketika seseorang bisa menerima dirinya sendiri, hubungan yang dibangun akan terasa lebih jujur dan sehat.

 

Lima buku ini menunjukkan bahwa cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga soal cara memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih dewasa. Karena semakin sehat seseorang secara emosional, semakin besar juga kemungkinannya untuk membangun hubungan yang tenang, aman, dan tidak melelahkan.

Editorial Team