5 Cara Efektif Membantu Teman yang Susah Move On dari Mantan

Melihat teman terjebak dalam perasaan yang belum selesai memang membuat siapa pun ikut merasa canggung. Kamu mungkin ingin membantu, tetapi tetap ingin menghargai ruang emosinya supaya tidak terkesan menggurui. Situasi seperti ini butuh pendekatan yang lembut agar ia tidak merasa sendirian.
Ketika seseorang sulit melepaskan hubungan lama, biasanya ada emosi yang belum terselesaikan. Dukungan yang tepat bisa membuat mereka merasa lebih tenang dan dipahami. Dengan langkah yang sederhana namun konsisten, kamu bisa menjadi sosok yang membantu proses pemulihannya berjalan lebih ringan.
1. Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

Memberikan ruang untuk teman bercerita adalah langkah awal yang sangat penting. Ia mungkin sudah mengulang kisah yang sama berkali-kali, tetapi mengeluarkan perasaan adalah bentuk proses penerimaan. Biarkan ia menyampaikan semuanya tanpa perlu kamu potong atau buru-buru nasihati.
Sikap tidak menghakimi membuatnya merasa aman untuk membuka diri. Ketika seseorang merasa dipahami, ketegangannya perlahan berkurang dan ia mampu melihat situasi dengan lebih objektif. Terkadang, yang mereka butuhkan bukan solusi cepat, tetapi tempat untuk menenangkan hati.
2. Ingatkan peran dan pencapaiannya

Teman yang sedang patah hati sering meremehkan dirinya sendiri. Mereka lupa bahwa hidupnya tidak hanya soal hubungan yang sudah selesai. Kamu bisa membantu dengan mengingatkan berbagai hal baik yang pernah ia lakukan. Sebutkan pencapaian atau kualitas positif yang membuatnya berharga.
Pujian yang realistis dapat membangun kembali rasa percaya dirinya. Ia akan sadar bahwa dirinya tetap berarti meski hubungan itu harus berakhir. Pelan-pelan, kesadaran itu mendorongnya untuk fokus memperbaiki diri dan tidak tenggelam terlalu lama dalam kesedihan.
3. Ajak ia melakukan aktivitas baru

Melakukan aktivitas baru membantu mengalihkan perhatian dari rasa kehilangan. Ajak temanmu mencoba kegiatan sederhana seperti berjalan di taman, memasak menu baru, atau menonton film bersama. Aktivitas seperti ini membuat pikiran lebih segar.
Selain memberi distraksi positif, kegiatan baru bisa menumbuhkan kebiasaan baik yang membuat emosinya lebih stabil. Ia juga bisa menemukan kembali hal-hal yang ia sukai sebelum hubungan itu ada. Semakin ia aktif, semakin sedikit waktu untuk kembali tenggelam pada kenangan lama.
4. Bantu ia menetapkan batas dari mantan

Salah satu penyebab sulit move on adalah masih adanya interaksi dengan mantan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kamu bisa mengingatkan pentingnya menjaga jarak untuk sementara waktu. Tidak harus memutus hubungan sepenuhnya, cukup menjaga ruang sehat agar ia bisa memulihkan diri.
Jika ia kesulitan, tawarkan bantuan yang sederhana seperti mengalihkan perhatian ketika ia mulai ingin menghubungi mantan. Kebiasaan kecil seperti ini membantu mengurangi impuls yang muncul tiba-tiba. Dengan batas yang jelas, emosinya akan lebih cepat stabil dan ia bisa memikirkan langkah selanjutnya dengan lebih tenang.
5. Ingatkan bahwa proses penyembuhan itu tidak instan

Setiap orang punya kecepatan sendiri dalam menghadapi patah hati. Kamu bisa mengingatkan bahwa tidak apa-apa jika prosesnya lambat. Yang terpenting adalah ia terus berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit. Dukungan seperti ini membuatnya tidak merasa perlu terburu-buru.
Dengan pemahaman tersebut, ia dapat menerima bahwa waktu adalah bagian dari proses penyembuhan. Ia akan mulai berdamai dengan kenyataan meski belum sepenuhnya lepas. Kamu menjadi teman yang membuatnya kuat, bukan teman yang memaksanya segera pulih.
Membantu teman yang susah move on membutuhkan empati, kesabaran, dan cara pendekatan yang tepat. Kamu tidak perlu memaksakan solusi besar, cukup hadir dan mendukungnya secara konsisten. Dengan pendampingan yang hangat, ia akan lebih mudah menemukan kembali kepercayaan diri dan semangat untuk melangkah. Kalau kamu punya teman yang sedang melalui fase ini, cobalah praktikkan tips di atas, ya.



















