ilustrasi orang berdebat (pexels.com/Diva Plavalaguna)
Selain faktor emosional, tekanan sosial juga memainkan peran besar dalam keputusan untuk bertahan. Status hubungan yang sudah lama, keterlibatan keluarga, atau ikatan pernikahan sering membuat perpisahan terasa rumit. Ada ketakutan akan omongan orang, stigma sosial, hingga rasa malu karena dianggap "gagal" mempertahankan hubungan.
Di sisi lain, memulai kembali dari awal juga dianggap melelahkan. Proses mengenal orang baru, membangun kepercayaan lagi, dan membuka luka lama bukan hal yang mudah. Akhirnya, banyak orang memilih bertahan bukan karena masih bahagia, melainkan karena takut menghadapi perubahan besar dan ketidakpastian yang datang setelah mengakhiri hubungan.
Bertahan dalam hubungan dengan pasangan yang berulang kali selingkuh bukanlah keputusan sederhana. Di baliknya ada luka, harapan, dan ketakutan yang sering tak terlihat oleh orang lain. Namun, memahami alasan seseorang gak putus walau diselingkuhi berkali-kali sangatlah penting agar kita bisa lebih berempati—baik pada diri sendiri maupun orang lain—dan perlahan menyadari bahwa hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, bukan luka yang berulang.